
Hukuman Tania tidak sampai di situ saja, Rayhan dengan tega membawa Tania ke suatu gudang untung mengikat tangan juga kaki wanita itu setelah memberikan obat peran*gsang. Mereka ingin apa yang di perbuat Tania pada Alvi ikut di rasakan Tania. Bedanya wanita itu akan tersiksa karena tidak dapat menyalurkannya pada siapapun.
Sebenarnya jiwa lelaki Rayhan ingin ikut membantu memuaskan Tania, apa daya ini perintah dari Om Kevin yang tidak bisa di ganggu gugat.
Jika Tania sedang tersiksa dengan hukumannya, lain halnya dengan Alvi yang menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan. Kebetulan jadwalnya hari ini malam, jadi ia bisa menemani Alana kemana saja.
Tujuan mereka kali ini adalah Lembang park&zoo. Alana sangat menikmati tempat itu, dan Alvi menjadi fotografer dadakan untuk sang istri. Puas melihat-lihat hewan yang ada di park&zoo, Alana mengajak Alvi menunggang kuda di gelanggang khusus.
"Aku mau kuda itu Aa," ujar Alana menunjuk kuda putih.
Alvi mengangguk , menarik tangan Alana untuk mendekati kuda itu, membimbing tangan gadisnya untuk mengelus kepala kuda. Setelah memasang pengaman khusus untuk penunggang kuda, Alvi membantu Alana naik ke kuda yang tinggi itu, barulah dirinya ikut naik.
"Akhirnya pangeran berkuda datang menjemputku," teriak Alana saat kuda perlahan-lahan jalan memasuki lapangan yang sangat luas.
"Pangerannya tampan bukan?"
"Banget, dan sekarang jadi suami aku," jawab Alana berhasil membuat Alvi kembali tersenyum. "Lebih cepat lagi Aa, itu kejar pangeran berkuda hitam yang masih jomblo." Tunjuk Alana pada penunggang kuda hitam tak jauh darinya sembari tertawa. Ah rasanya sengat menyenangkan liburan bersama suami tercinta.
Puas menunggang kuda, Alana mengajak Alvi untuk makan sesuatu, perutnya minta di isi lagi.
__ADS_1
Hatchiii
Awalnya Alana tertawa mendengar besin Alvi, tapi melihat telinga juga hidung Alvi yang mulai memerah. Alana jadi khawatir, belum lagi telapak tangan laki-laki itu mulai hangat.
"Maaf, aku lupa kalau Aa alergi debu," cicit Alana menyesal mengajak Alvi menunggang kuda, di sana terdapat banyak debu.
"Nggak papa sayang, nggak setiap harikan kita bisa kesini. Dan mungkin ini yang terakhir sebelum kita berangkat ke Boston," ujar Alvi berusaha menenangkan Alana.
Tak ingin membuat Alergi Alvi semakin parah, Alana mengajak laki-laki itu pulang. Menyuruh suaminya langsung membersihkan diri dan minum obat, lalu istirahat karena malam nanti masih ada perkerjaan. Alana menemani Alvi tidur sebentar. Mengusap rambut lelaki itu adalah obat tidur terampuh untuk Alvi.
Sembri menemani Alvi tidur, Alana memainkan benda pipihnya. Masuk ke akun Ig untuk memposting sebuah foto yang ia abadikan tadi.
Bukan hanya komentar pujian, hujatan juga ada dari para deterjen yang kurang hiburan dan sukanya iri pada kehidupan orang lain.
@Rayhan_ganten**g dih si bucin😏
@Keenan738 Oleh-oleh jangan lupa
__ADS_1
@Elpalingtampan**😐
Alana tertawa melihat komentar Samuel, ternyata cowok itu belum menganti nama akunnya, padahal Alana cuma iseng mengubahnya dulu.
@Deterjen_julid sok di cintai banget padahal yang bucin dia, apaansih nyari sensasi
@Bucin_Al Dih iri aja lo liat kebagian orang, sampai segitunya @Deterjen_julid
@Fakih_hidin mantap👍
@Choowie❤⚘ Jangan kasih kendor buat pelakor👍👍👍
@Yulie_yoelieta Moga debay nya cepetan hadir ya😘😘😘
@Riska_riska pelakor hempaskan ke laut😡😡😡😡
@Luluk_faidah saling percaya dan jujur kunci dalam rumah tangga.
***
__ADS_1
Hay dedek mau minta maaf nih karena nama kalian aku pakai buat komen di atas🙈. Maaf ya akak cantik.