Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Bonus Capter 13


__ADS_3

Kebiasaan yang tak pernah keluarga A lewatkan yaitu berkumpul bersama sebelum tidur di kamar masing-masing. Itu Alvi terapkan, guna mempererat jalinan mereka satu sama lain.


Seperti saat ini, lima manusia berbeda generasi tengah asik bercanda di ruang tamu. Ada saja pembicaraan yang bisa mereka gunakan untuk mencairkan suasana.


"Daddy, tadi kak Atha keren banget loh," celetuk Alatha tiba-tiba membahas soal Agatha membuat gadis yang sedang di sebut namanya juga Alana melotot ke arah putri bungsunya.


"Kakak kamu keren? Dia lakuin apa?" tanya Alvi mengulurkan tangannya agar Alatha duduk tepat di sampingnya.


"Cepu nggak sih Ta?" celetuk Arga berbaring di sofa panjang.


Alatha tak mempedulikan kakak-kakaknya, gadis itu sibuk memandangi wajah tampan sang Daddy, membuat Alana semakin was-was.


"Kak Atha tadi nonjok orang di tengah lapangan, terus orang itu masuk rumah sakit, idungnya patah. Saat itu kak Atha keren banget," jelas Alatha.


Agatha? Jangan tanyakan betapa frustasinya gadis itu memiliki adik modelan Alatha. Ia memejamkan mata, semakin menundukkan padangannya.


"Benar begitu Atha?" tanya Alvi dengan suara sedikit serak.


"Aa, Aku bisa jelasin," lerai Alana.


"Aa nanya sama Atha sayang, bukan sama kamu," ucap Alvi masih memandangi putrinya. "Sini Nak, duduk sama Daddy!" Alvi melambaikan tangan kanannya menyuruh Agatha mendekat.

__ADS_1


Dengan sisa keberanian yang ada, gadis itu duduk di samping kanan Alvi, karena di samping kiri ada Alatha yang bergelayut manja.


Ingatkan Agatha untuk memberi pelajaran pada adiknya nanti.


"Ayo jelasin sama Daddy, kenapa kamu lakuin itu sama teman kamu?" pinta Alvi.


"Atha cuma membela diri Daddy. Dia udah lancang sama Atha." Cerita Agatha.


Gadis itu mulai menceritakan insiden tadi siang dimana Ia menonjok kakak kelasnya di tengah lapangan.


Siang itu, Agatha dan teman laki-lakinya tidak sengaja melintas di area lapangan, dan mendengar teriakan lumayan nyaring menyebut namanya.


"Alisya Agatha Vernando, gue suka sama lo. Lo mau 'kan jadi pacar gue?" teriak kakak Kelas yang berada di tengah lapangan.


"Woi, Ta lo mau kemana?" cegah Ando teman baik Agatha saat gadis itu melangkahkan kakinya menghampiri kakak kelasnya.


Bugh


Satu bogemen langsung mendarat di hidung laki-laki berseragam sedikit urakan. Pelakunya tak lain adalah Agatha.


Gadis itu paling tidak suka jika ada yang berani menyukainya apalagi terang-terangan seperti ini.

__ADS_1


Kejadian itu berhasil menarik fokus teman-teman yang lain di sekitar lapangan.


"Cuma gitu nyali lo tapi berani nyebut nama gue selantang itu!" bentak Agatha.


"Atha, apa salah kalau gue suka sama lo? Jadi pacar gue dan gue akan perlakuin lo layaknya seorang ratu. Lo cantik dan ...."


Agatha berdecih tepat dihadapan kakak kelas yang tidak ia kenal itu. "Lo kira gue perempuan murahan yang bisa lo beli dengan rayuan manis yang keluar dari mulut lo itu?"


Gadis itu tertawa membuat Ando bergidik ngeri, tawa Agatha sungguh menyeramkan.


"Dengan lo minta gue jadi pacar lo itu sama aja lo ngerendahin harga diri gue! Cewek mahal nggak akan lo dapatin lewat jalur pacaran! Lo kesekolah di tugaskan untuk belajar bukan malah pacaran."


Agatha menedang kaki Kakak kelasnya sebelum pergi. Dirinya paling tidak suka ada yang mengajaknya pacaran apa lagi di tengah lapangan seperti itu.


"Lo kelewatan tau Ta," ujar Ando.


"Apa lo juga mau di tonjok?" tanya Agatha.


Ando mengeleng, dan lebih memilih diam daripada harus mencari masalah pada sahabatnya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2