
Alana menghembuskan nafas panjang melihat sang suami masih terlelap sembari memeluk Alatha padahal jam terus berjalan. Wanita anak tiga itu keluar kamar menuju kamar putranya.
"Arga, bangun yuk, udah pagi. Arga, kan mau sekolah," bisik Alana sangat lembut mencium seluruh wajah sang putra. Arga tidak bisa di bangunkan tergesa-gesa, yang ada anak laki-laki itu akan menangis di pagi hari.
"Mommy Arga masih ngantuk," gumam Arga setelah berada di gendongan Alana.
"Anak cowok nggak boleh malas, Arga harus mandi sekarang." Alana menurunkan Arga di kamar mandi. "Udah besar ya anak Mommy, mulai berat kalau di gendong." Mencubit gemes pipi Arga.
Alana membuka seluruh pakaian Arga, memerintah bocil itu untuk buang air kecil terlebih dahulu, sikat gigi, setelahnya memandikan seperti biasa.
"Gantengnya anak Mommy," puji Alana setelah Arga rapi dengan seragamnya, tak lupa ia merapikan rambut Arga.
"Anaknya mommy," ujar Arga menepuk dadanya dengan bangga.
"Anak Daddy juga sayang."
"Nggak mau, daddy jahat sering ngatain Mommy, sering gigit momny juga kayak vampir." Arga mengeleng.
"Eh."
"Arga sering liat Daddy gigit bibir Mommy."
Blush
Wajah yang tadinya bersinar, kini memerah menahan malu, jadi selama ini Arga sering liat mereka berciu*man? Ah sepertinya ia harus lebih waspada, terlebih baby A juga mulai pintar menganalisa sesuatu.
__ADS_1
"Mommy!"
"Ah iya sayang. Jangan benci Daddy okey, di sayang Daddynya kayak Mommy. Udah sekarang Arga ke meja makan sama Nenek, mommy mau ke kamar dulu.
"Baik Mommy."
Sepeninggalan Arga, Alana kembali ke kamar, menghela napa panjang mendapati Alvi belum juga bangun, malah memeluk Baby A.
"Aa ayo bangun, udah pagi."
"10 menit," gumam Alvi.
"Aa sayang," bisik Alana sedikit mende*sah "Tongkat bisbolnya dipotong sampai akar ya, gemes banget." Meremas tongkat bisbol Alvi yang sedari tadi mengeras.
"Alana!" Alvi langsung membuka matanya.
"Wangi banget istri Aa, mau kemana?" tanya Alvi mengendus aroma vanila Alana teruma di bagian leher.
Cup
Cup
Cup
Alana mencium hidung, juga bibir Alvi seperti biasa. "Mau kerumah bunda sama anak-anak. Udah lepasin Aa, aku dah dandan cantik ish," keluh Alana berusaha membebaskan diri.
__ADS_1
"Pa-pa ... pa-pa ... nu nu nu nu." Alana tertawa saat Agatha terbangun dan langsung menggumamkan papa, bahkan baby cantik itu tidak menangis seperti saudara kembarnya yang cengeng.
"Tuh liat anaknya bangun, mau nunu katanya."
Tak ada yang bisa di lakukan Alvi, jika baby A sudah meminta miliknya. Pria tiga anak itu berjalan masuk ke kamar mandi, sementara Alana berbaring untuk menyusui Agatha.
"Anaknya Mommy pintar banget, bangun tidur nggak nangis." Alana menguyel-uyel pipi Agatha. "Ayo minum yang banyak, kita akan kerumah Oma sayang."
"Ma-ma ... ma," gumam Agatha memandangi Alana sembari menyedot sumber kehidupannya.
"Ayo sayang, panggil lagi Mama!" pinta Alana sangat bahagia Agatha mau menyebut Mama setelah sekian lama.
"Mama!"
"Pa-pa."
"Mama sayang!" bujuk Alana.
"Pa-pa ... pa-pa." Agatha melepas sumber kehidupannya lalu mengerakkan kaki juga tangan menunggu Alvi mengendongnya, Agatha terlalu peka akan kehadiran Alvi.
"Papa aja terus, Momny ngambek sayang sama Alha aja." Memeluk Alatha masih terlelap.
Agatha malah tertawa di gendongan Alvi, menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Daddyanya. "Pa-pa."
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak dan terimakasih untuk dukungan kalian😊