Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 133


__ADS_3

Kelilig Mall, itulah yang di lakukan Alana dan Tania sejak tadi, mencoba wahana apa saja untuk menyenangkan diri masing-masing. Bercerita apa saja seperti orang yang sudah kenal lama.


Lelah akan semuanya mereka memutuskan pulang, sebelum pulang Tania dan Alana singgah di sebuah kafe untuk istirahat sejenak. Memesan berbagai cemilan dan beberapa minuman untuk menghilangkan kehausan setelah mereka tertawa seharian.


Alana teringat seseorang saat melihat bagaimana Miss Tania memesan sesuatu, juga meja yang mereka pilih, perfect seperti suaminya.


"Miss Tania mirip suami saya, apa-apa harus sesuai keinginan dia, dan sangat peduli kesehatan," ujar Alana di sertai senyuman merekah.


Mata Tania membulat sempurna, baru tahu bahwa Alana si gadis remaja sudah menikah. "Kamu sudah menikah?"


Alana mengangguk malu.


"Teman sekolah kamu juga? menikah cepat karena apa? jangan bilang...." Tania menyipitkan matanya.


"Ais Miss, Saya nikah bukan karena apa yang ada di pikiran Miss ya, tapi keinginan sendiri," ujar Alana menampilkan ekspresi cemberut yang ia buat-buat.


Keduanya semakin larut dalam sebuah obrolan. Alana menceritakan bagaimana kehidupannya bersama sang suami. Menceritakan bagaimana sifat Alvi saat pertama kali bertemu dengannya, sampai sehangat sekarang.


"Sepertinya kamu sangat mencintai suami kamu." Tania begitu iri akan kehidupan Alana yang menurutnya sangat sempurna, mendapatkan suami yang sang mencintainya.Berbeda dengan dirinya yang selalu menunggu seorang pria tanpa suatu kepastian.


"Sangat cinta Miss, dan saya tidak akan membiarkan orang lain mengambilnya."


Senang rasanya bisa berbagi cerita apa saja dengan Miss Tania. Bagi Alana mis Tania begitu menyenangkan di ajak melakukan apapun terutama jika sedang berbicara, Miss Tania begitu menghargai lawan bicara nya.

__ADS_1



Matahari mulai menampakkan sinar jingganya disebelah Barat, perlahan-lahan menciptakan warna yang sangat indah sebelum menghilang dan tergantikan dengan Dewi bulan yang tak kalah indahnya.


Mereka berpisah untuk pulang kerumah masing-masing-masing, sepanjang jalan, Alana karaoke sendiri di atas mobilnya hingga sampai didepan rumah. Senyum Alana mengembang melihat mobil Alvi disana , ternyata suaminya sudah pulang.


"Aa sayang!" panggil Alana langsung melompat naik kegendongan Alvi yang tengah sibuk menyeuduh kopi di dapur.


"Jangan lompat-lompat sayang, bagaimana kalau kamu jatuh, hm?" omel Alvi memindahkan salah satu tangannya untuk menyanggah tubuh Alana di punggungnya.


"Kan ada Aa yang pegangin." semakin erat memeluk leher Alvi, mengecup pipi dan juga leher laki-laki itu.


"Turun dulu Al! perintah Alvi. Bukannya turun Alana malah semakin mengeratkan pelukannya sembari mengeleng.


Alvi menghela nafas panjang, berjalan ke meja pantri lalu mendudukkan gadis itu, ia berbalik menghadap Alana satelah dirasa gadis itu duduk dengan Aman.


"Duduk yang tenang, Aa mau nyeduh kopi dulu!" perintah Alvi.


"Aku juga mau."


Alvi hanya mengangguk kembali mengaduk kopi yang baru saha ia buat, juga tak lupa menyiapkan susu untuk istri tercinta.


Baru di tinggal sebentar Alana sudah berbuat ulah. Alvi mengusap wajahnya kasar, ia seperti mengasuh anak kecil di masa aktif-aktifnya. Berbagai bungkus permen berserakan diatas meja pantri yang artinya Alana sudah menghabiskan banyak permen dalam sekejap.

__ADS_1


"Aa jangan di ambil ih," kesal Alana saat Alvi mengambil toples permen loly itu dan menyembunyikannya di tempat yang tidak bisa di jangkau Alana, juga merampas permen loly di mulut gadis itu.


"Aa udah bilang jangan terlalu banyak makan manis-manis, itu nggak baik bagi kesehatan apa lagi gigi." omel Alvi.


"Dan juga...." Suara Alvi tengelam saat benda kenyal terbenam di bibir tebalnya, tak ingin menyia-yiakan kesempatan Alvi menyesap lebih dalam mulut yang terasa manis itu.


"Manis atau nggak?" tanya Alana.


"Manis."


Alana merapikan rambut Alvi bagian depan. "Mau main game nggak?"


"Malas."


"Kalau Aa menang, aku akan mendegarkan Aa selama seminggu. Tapi kalau Aa kalah, Aa harus tidur luar."


"Nggak!" tolak Alvi, besar kemungkian ia akan kalah dan berakhir tidur di luar.


"Gampang kok A, cuma tebak rasa permen."


...TBC...


Jangan lupa, like, komen, dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2