
Usai mengurus Arga pagi-pagi, Alvi segera mandi dan berpakaian rapi untuk berangkat ke kantor. Tapi sebelum itu ia menghampiri Alana yang masih terlelap dalam balutan selimut. Alvi duduk di pinggir ranjang. Menoel-noel pipi cubi itu tapi tak mampu membangun sang istri. Ia menunduk lalu menggigit pipi sang istri.
"Alana cantik, istrinya Aa Alvi, bangun sayang! Aa mau berangkat kerja," bisik Alvi.
Hembusan nafas laki-laki itu menghadirkan rasa geli ditelinga Alana hingga bumil itu bangun dan mengembang senyumnya, saat melihat pemandangan sangat indah di pagi hari. Wajah tampan sang suami.
"Ya Ampun aku lupa A." Alana buru-buru turun dari ranjang, lupa bahwa suaminya ada meeting pagi yang mengharuskan laki-laki itu berangkat lebih awal. "Tunggu bentar ya, aku buat sarapan untuk Aa dulu. Aa sih nggak bangunin aku tadi,"
"Nggak usah sayang, Aa sama Arga udah sarapan. Aa juga udah buat sarapan untuk kamu, jangan lupa di makan!"
Alvi mengecup bibir juga kening Alana. "Aa pergi dulu ya? nggak usah di antar sampai depan."
"Hati-hati!"
Sepeninggalan Alvi, Alana mencari keberadaan Arga di lantai bawah dan mendapati putranya sedang bermain di taman bersama bi Neneng. Ia tak jadi menghampiri dan lebih memilih sarapan dulu jika tak ingin mendengar Alvi mengomel.
Merasa matahari mulai terik, Alana menghampiri Arga di taman bermain khusus Arga.
"Arga sayang, waktunya tidur siang!" panggil Alana.
__ADS_1
"Tapi Mommy, Alga masih mau main di sini," jawab Arga menghampiri Alana lalu memeluk lutut Mommynya.
"Mainnya di dalam aja, nanti kamu sakit sayang. Ayo, Mommy temenin main," bujuk Alana.
Akhirnya Arga setuju dan bermain di ruang keluarga bersama Alana. Ada saja tingkah Arga yang membuatnya selalu tertawa.
"Bibi, tolong ambilin baju dan perlengkapan Arga yang lainnya ya. Bentar lagi Arga di jemput sama Rayhan," pinta Alana.
Rayhan baru saja mengabari ingin mengajak Arga jalan-jalan dengan Samuel juga Jack.
"Sayang, tunggu mommy di sini, jangan kemana-mana! Mommy mau mandi dulu."
Alana yang baru saja keluar dari lift mendengar suara benda tercebur berbarengan dengan teriakan Arga. Tak mendapati puntranya di tempat bermain, membuat Alana berlari kearah kolam.
"Arga!" panik Alana, tanpa pikir panjang ia melompat kedalam kolam. Beruntung dirinya bisa berenang, dan Arga belum pingsang.
Alana membawa Arga ketepi kolam lalu menaikkan putranya, baru saja akan ikut naik seluruh tubuhnya terasa keram.
"Arga panggil seseorang sayang!" lirih Alana sebelum dirinya kehabisan tenaga dan kehilangan kesadaran.
__ADS_1
Mengerti akan perintah Mommynya, Arga berlari dengan baju basah kuyup, mencari bantuan dan kebetulan ia bertemu om Rayhan.
"Om Layhan, Mommy tidul di kolam. Tolongin Mommy Alga Om," tangis Arga pecah menarik tangan Rayhan kearah kolam.
"Alana!"
Byur
Rayhan menceburkan dirinya ke kolam mengendong tubuh berbadan tiga itu menepi ke pinggir kolam. Berusaha menyadarkan Alana tetapi tidak ada respon apapun.
"Alana, an*jir bangun! Jangan ngeprank gue lo!" panik Rahyan menepuk-nepuk wajah pucat sepupunya.
Suara Rayhan yang mengelegar berhasil mengumpulkan semua pengurus rumah, penjaga maupun asisten rumah tangga.
"Kenapa masih berdiri goblok, siapkan mobil!" maki Rahyan pada seluruh orang.
...****************...
Jangan lupa like, komen dan Vote. Mampir juga di novel baru dedek "Cinta dan Masa Lalu",
__ADS_1