
Mengheningkan cipta dimulai saat Alana tertidur di atas mobil menyisakan dua kutub utara yang tak mungkin saling menyapa. Samuel sibuk dengan dunianya, fokus menyetir tanpa memperdulikan sepasang suami istri yang ia jemput. Sementara, Alvi sibuk mengelus tangan Alana tak berniat memulai pembicaraan.
Hingga mereka sampai di Mansion utama Keluarga Adhitama, Alvi dan Sameul belum juga bersuara.
Samuel turun terlebih dahulu menyisakan Alvi dan dan Alana di dalam mobil, berjalan masuk menyalimi mami Fany lalu masuk ke dalam kamar.
"Alana sama Alvi mana sayang?" tanya Mami Fany.
"Di luar," sahut Semual tanpa menoleh sedikitpun.
Tak tega membangunkan Alana yang mungkin saja lelah berjalan seharian, Alvi mengendong gadis itu masuk ke rumah, ia senyum kikuk melihat tante Jesy dan tante Fany duduk di ruang tamu memperhatikan mereka.
"Tidur?" tanya tante Jesy Mama Rayhan.
"Iya tante."
Alvi membawa Alana ke dalam kamar, menidurkan gadis itu secara perlahan di atas ranjang, mengecup kening gadisnya sebelum masuk kedalaman kamar mandi, sebentar lagi adzan magrib berkumandang.
Baru saja selesai mandi seseorang mengetuk pintu kamar mereka, Alvi membuka hanya sedikit dan mendapati Rayhan di sana.
"Di panggil Om Daren pak, mau ikut ke masjid katanya?"
"Iya."
__ADS_1
Walau Alvi tak pernah berbicara langsung dengan om Daren ia tetap mengiyakan tawaran pria paruh baya itu, tidak ada salahnya mengakrabkan diri dengan keluarga Alana. Terakhir Alvi ke Mansion ini saat melangsungkan pernikahan, dan ini kali ke dua ia menginjakkan kaki.
Sepeningalan Alvi, Alana terbangun sosok pertama yang ia cari tentu saja suaminya, tak ambil pusing Alana segera mandi juga melaksanakan shalat magrib, setelahnya ia menemui orang rumah, sudah lama ia tak mampir kesini setelah menikah.
Ia ikut duduk di antara tante Fany dan tante Jesy di ruang tamu, menyalimi kedua wanita paruh baya nan cantik itu. "Aa aku mana tante?"
"Lihat kak Fany, Alana sekarang udah besar ya, udah punya Aa," Tante Jesy memeluk ponakan tersayanganya, ponakan satu-satunya perempuan di keluarga Adhitama.
"Ke Masjid sama yang lainnya," jawab Tante Fany di iringi tawa.
Alana mengangguk mengerti. "Tante kesini sama siapa? Rayhan?" tanyanya pada Tante Jesy.
Alana mengedarkan pandangannya mencari seseorang tapi sedari tadi tak memunculkan batang hidungnya, orang yang selalu ribut dan menyambutnya penuh cinta.
"Nyari siapa sayang?" tanya tante Fany.
"Oma Ajeng mana?"
"Oma Ajeng ke luar Negeri sayang, mau jalan-jalan dulu katanya."
"Kok nggak ngajak Alana." cemberutnya.
__ADS_1
Lama-lama duduk bersama Tante Fany dan Tante Jesy membuat kepalanya pusing tujuh keliling, sedari tadi ia tidak mengerti pembicaraa keduanya. Nasib-nasib ikut nimbrung sama dokter dan penata busana ya gini cengong sendiri apa lagi cita-citanya hukum, sangat jauh.
Satu perkataan tante Jesy yang membuat mood nya tiba-tiba down.
"Kamu kurusan sayang, kurang istirahat?" padahal tante Jesy berkata seperti itu karena menyayanginya, tapi ia tidak suka di katakan kurus.
"Masa sih aku kurusan?" cemberutnya. "Sopertinya aku harus lebih banyak makan lagi tante."
Tante Jesy dan tante Fany tertawa, baru kali mereka melihat perempuan di tegur kurus malah cemberut dan ingin banyak makan, biasanya perempuan jika ditegur kurus akan senang, ponakannya memang beda.
Sebelum kembali ke kamar, Alana menyempatkan diri menjenguk Oma buyut, wanita tangguh itu kini terbaring lemah tak berdaya dengan selang infus ditangan, juga selang oksigen di hidung. Omanya sudah koma sekitar tiga bulan yang lalu.
"Alana kangen sama Oma buyut," duduk di pinggir brangkar, mencium punggung tangan keriput itu. "Alana kangen omelan Oma, Oma tahu ayah mulai berubah sama Alana, ayah nggak sayang seperti dulu lagi sama Alana, Ayah Egois Oma, ayah pengen misahin aku sama suami aku." curhat Alana pada Omanya.
Jangan kira Alana tidak tahu hal itu, selama ini ia melengket bagai perangko pada Alvi karena takut lelaki itu meninggalkannya karena paksaan ayah Kevin. Saat di rumah sakit ia tidak sengaja mendengar Alvi curhat pada Kakek Farhan.
Selama ini ia masih bertanya-tanya hubungan ayah Kevin dan mama Anna itu bagaimana, kenapa sampai ayah Kevin begitu membenci Alvi setelah mengetahui semuanya. Satu saja kesalahan Alvi, makan hubungan mereka akan berakhir, karena ayah Kevin menunggu peluang itu untuk menjadi alibi.
...TBC...
...Jangan lupa vote, komen dan like.🤗🤗...
oh iya dedek bawa novel lagi buat kalian.
__ADS_1