
Rasa bahagia yang baru saja ia rasakan kini hilang setelah melihat isi galeri ponsel Alvi, istri mana yang tidak sedih jika mengetahui galeri suaminya di penuhi foto-toto wanita seksi nyaris tanpa busana.
Tak tahan lagi melihat semuanya Alana melempar ponsel berlogo apel di gigit itu tepat di hadapan sang empunya. Tentu saja perbuatannya membuat Alvi kaget, lelaki itu bangkit lalu menghampirinya di pinggir ranjang.
"Kamu kenapa sayang? ngapain ngelempar ponsel Aa," tanya Alvi baik-baik tak ada nada kemarahan di mulut lelaki itu padahal ponsel pribadinya telah ia hancurkan.
Alana menepis tangan Alvi saat akan menyentuhnya.
"Nggak papa," lirih Alana setelah sekian lama terdiam.
Alana menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut berbaring membelakangi Alvi. Baru saja lelaki itu mengatakan tidak akan bepaling bagaimanapun keadaan dirinya, tapi dengan mata kepalanya sendiri ia melihat berbagai pose wanita seksi di pensel lelaki itu. Apa semua perkataan Alvi pagi tadi hanya angin lalu?
Ia tersentak ketika Alvi memeluknya dari luar selimut.
"Jangan sentuh aku!" perintahnya.
Alvi menuruti perintah Alana tanpa protes apapun, ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, mungkin gadis itu sedang sensitif dan ada masalah dengan taman-temannya.
***
Hari ini mereka ada janji untuk bertemu dokter Dion di rumah sakit Keluarga Bahagia. Alvi melongo melihat penampilan Alana yang sangat berbeda dari hari-hari biasanya, dress di atas lutut tanpa lengan, membuat siapa saja bebas menikmati pundak mulus istrinya.
"Ganti baju atau kita nggak pergi," ujar Alvi yang telah siap dengan setelah kemeja warna putih.
__ADS_1
"Udah cantik ini, ayo!" Menarik tangan Alvi, tetapi lelaki itu bergeming menatapnya dengan tajam.
"Ganti Alana!" suara Alvi berubah dingin.
"Bukannya Aa suka?" Alana semakin memancing emosi Alvi.
"Aa nggak suka kamu berpakaian seperti itu Alana, Aa nggak suka orang lain liat tubuh kamu, semua yang ada di kamu cuma milik Aa dan hanya Aa yang bisa melihat dan menikmatinya."
"Aa egois-." Alana menjeda, menarik nafas dalam-dalam bersiap mengeluarkan segala unek-unek yang ia tahan semalam. "Aa nggak suka dan selalu ngelarang aku berpakaian seksi, tapi Aa sendiri suka liat wanita lain berpakaian seperti itu sampai di jadiin koleksi di ponsel Aa," suara Alana meninggi.
"Kapan? Aa nggak pernah mandangin wanita selain kamu apa lagi berpakaian terbuka."
Alana senyum sinis, "Bohong!"
"Lalu foto di ponsel Aa itu siapa? aku? ya kali."
"Ponsel yang mana? ponsel yang kamu hancurkan semalam? di sana nggak ada apa-apa, cuma foto kamu."
" Dahlah, laki-laki mana pernah ngaku salah." Berjalan meninggalkan Alvi, baru saja akan membuka pintu, suara Alvi mengelegar membuatnya kaget, baru kali ini Alvi meneriaki dan membentaknya.
"Ganti baju kamu!" bentak Alvi dengan nada suara lumayan tinggi jangan lupa tatapannya yang sangat tajam seperti elang yang bersiap menerkam mangsanya.
Dengan kaki bergetar dan menahan tangis karena ketakutan, Alana berjalan ke arah lemari menganti baju dengan yang lebih tertutup, setelahnya ia melewati Alvi begitu saja, masuk ke mobil dan duduk di jok belakang.
__ADS_1
Bahkan ketika Alvi menyuruhnya duduk di depan, ia tak mendengarkan dan malah sibuk dengan ponsel di tangannya, hari ini Alvi benar-benar menakutkan dimatanya.
Sesampainya di rumah sakit Keluarga bahagia, Alana turun terlebih dahulu tanpa menunggu Alvi memarkirkan mobilnya, berjalan sendiri di koridor rumah sakit menuju ruangan Dokter Dion.
Dirinya di temani suster Lana masuk keruangan dokter Dion.
"Datang sendiri?" intro Dokter Dion setelah ia mendudukkan diri di seberang meja berhadapan dengan dokter Dion, sementara suster Lana sudah pergi setelah mengantarnya.
"Sama suami saya Dok, tapi masih di parkiran."
Dokter Dion mengangguk mengerti.
"Kita mulai atau tunggu pak Alvi datang dulu?"
"Mulai aja Dok, nggak usah di tunggu."
Lagi dan lagi dokter Dion menganguk mengerti. Dokter Dion menyuruhnya berbaring di atas brangkar untuk di periksa.
...TBC...
Dedek sedihloh part sebelumnya kurang ramaiš¤§, tapi tetap aja aku berterima kasih buat kalian yang setia ngikutin Aa Alvi dan gadis menyebalkan Alana, sun jauh dulu dari dedek.
Oh iya ada yang kepo nggak dengan kehidupan dokter Dion? si dokter kandungan tetapi belum mempunyai momongan? yuk intip di novel "Hamil tanpa Suami" karya Tita dewahasta.
__ADS_1