Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 134


__ADS_3

Alvi menghela nafas panjang memerhatikan Alana keluar masuk kamar menyiapkan segala sesuatu untuk game yang akan mereka mainkan. Sementara dirinya di suruh menunggu di atas ranjang seperti anak kecil.


Senyuman Alvi mengembang saat Alana ikut duduk berhadapan dengannya di atas ranjang, membawa toples berisi permen loly juga penutup mata entah untuk apa.


Alana mengeluarkan 10 buah permen dengan rasa yang berbeda-beda lalu meletakkan di atas pangkuan Alvi.


"Aku punya sepuluh permen, Aa lima dan aku lima." Membagi dua permen Loly itu.


Alvi menerima dengan pasrah permen pemberian Alana, walau belum tahu mau ia apakan permennya.


"Aa kok diam aja, kayak nggak niat gitu," kesal Alana.


"Bukan nggak niat sayang, Aa nggak tau mau ngapain."


"Kita berdua akan tebak rasa permen dengan mata tertutup secara bergantian. Yang menebak lebih banyak maka dia pemenangnya." Alana menjeda. "Cara mainnya Aa harus menutup mata dengan kain ini." Memperlihatkan kain penutup mata yang ia siapkan. "Lalu aku akan memberi Aa satu permen dan menebak rasanya setelah di makan."


Otak mesum Alvi seketika bekerja mendengar penjelasan Alana, ia merebut kain penutup mata di tangan gadis itu. "Aa sudah mengerti, tapi Aa mau ngasih saran."

__ADS_1


"Apa?"


"Gimana kalau rasa permennya di ambil lewat bibir? biar lebih susah nebaknya."


Mata Alana membulat sempurna, mengangguk antusias, kenapa ia tidak terpikirkan ide itu? untung ia mempunyai suami pintar dan cerdas. Sayangnya Alana tak tahu isi pikiran Alvi yang sebenarnya.


Alana sedikit memajukan tubuhnya, membantu Alvi mengikat penutup mata untuk suaminya. Ia mengambil permen Loly sebanyak lima buah dengan rasa berbeda-beda secara acak tanpa sepengetahuan Alvi.


"Siap?" tanya Alana.


"Banget." Semangat Alvi tak sabar.


Seringai licik tercetak jelas di bibir Alvi, meraba sekitarnya hingga tangannya mendarat di rahang gadis itu. perlahan-lahan mendekatkan bibirnya dan menyatukan benda kenyal itu. Membuka mulut Alana dengan mulutnya, menyesap merasai rasa permen di mulut sang istri.


Alana mendorong dada Alvi, "Lama amat, orang rasa permennya ada di bibir doang."


"Nggak kerasa sayang, sekali lagi deh." madus Alvi.

__ADS_1


Alana menghela nafas panjang kembali mengemut permen itu lalu menempelkan bibirnya di bibir Alvi. Lagi dan lagi Alvi mengulangi perbuatannya.


Alvi hanya bisa menebak tiga dari lima permen, kini giliran Alana menutup mata. Awalnya semua berjalan mulus, tapi karena tak tahan melihat bibir seksi gadisnya yang basah, Alvi hilang kendali dan menerkam Alana tanpa menyelesaikan game. Tangan Alvi manyapu bersih tempat tidur, membuang segala hal yang menganggu kegiatannya, hingga semuanya berserakan di atas lantai marmer.


Hujan di luar sana semakin deras membasahi bumi seakan tahu keinginan Alvi. Bergerak semakin liar diatas tubuh Alana, membawa gadisnya terbang ke angkasa hingga mencapai puncak kenikmatan yang begitu memabukkan.


"Curang," ujar Alana di sisa-sisa tenaganya, meremas rambut lebat Alvi yang ambruk di atas tubuhnya.


Alvi merubah posisinya, berbaring dalam pelukan Alana. Menyembunyikan wajahnya tepat di ceruk leher sang gadis, hingga nafas yang berhembus menghadirkan sensasi berbeda di dalam tubuh Alana. Apa lagi saat Alvi dengan segaja menyapu leher itu dengan bibirnya.


"Kurang?" goda Alvi.


"Curang Aa."


"Ah kirain kurang, Aa bisa tambah sepuas kamu sayang."


...TBC...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan Vote.


__ADS_2