Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 166


__ADS_3

Semakin hari, nama Alana semakin di kenal di kalangan para kakak tingkatkan, apa lagi saat ia mulai mengikuti beberapa kegiatan di kampus agar tidak bosan di rumah. Tentu saja atas izin sang suami.


Jika saat SMA tidak ada yang berani mendekati Alana karena mendapat gelar ratu Avegas yang di takuti para siswa, lain halnya di kampus, mereka terang-terangan mendekati Alana walau tahu gadis berambut indah itu sudah mempunyai suami.


Sama seperti saat ini kakak tingkat yang satu fakultas dengannya menghampiri Alana yang duduk sendiri di dalam ruangan. Dia Dave, ketua Bem di kampus mereka.


Dave meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk tepat di samping Alana. Gadis itu mendongak lalu melempar senyum pada laki-laki yang selalu membantunya, memperkenalkan tentang seluk beluk kampus yang belum ia ketahui.


"Kak Dav," sapa Alana.


"Tumben tinggal, nggak ada kegiatan?" tanya Dave.


"Ada kak, tapi Sore sampai malam," jawab Alana. "Kenapa kak?" tanya Alana, karena Dave akan mengunjunginya jika ada sesuatu atau informasi.


Dave memberikan Alana beberapa kertas yang juga ia berikan pada orang lain yang memenuhi syarat.


"Minggu depan ada acara tahunan kampus, gue nunjuk lo jadi salah satu panitia," ujar Dave, laki-laki tampan asli warga Boston.


"Maaf kak, tapi gue...."


"Santai aja, lo bisa izin sama suami Lo, kalau setuju lo tinggal tanda tangan." potong Dave secepat mungkin.


Jika saja Alana bukan milik orang, sudah lama Dave akan menjadikan Alana kekasihnya. Betapa berutungnya suami Alana mendapat gadis yang sangat menghargainya, apapun yang akan di lakukan gadis itu, pasti akan mengatas namakan sang suami untuk meminta izin.

__ADS_1


"Rencana mau kemana? bukannya udah nggak ada kelas ya?"


"Mau ke kafe depan sambil nunggu kegiatan di mulai sore nanti,"


"Wah kebutulan gue belum makan siang nih, boleh bareng nggak nih? dapat gratis kan kalau datang sama pemiliknya?" Dave menaik turunkan Alisnya.


Alana menuruti ajakan Dave, berjalan beriringan menuju gerbang, kebetulan kafe milik ayah Kevin bisa di tempuh jalan kaki walau sedikit jauh.


"Woi Dav, ingat tuh anak, istri orang, jangan lo pepet!" teriak salah satu anggota Bem saat melihat Dave dan Alana.


Di sebelah selatan, satu rombongan juga memperhatikan Dave dan Alana berjalan beriringan. Mereka adalah rombangan Raga dari fakultas kedokteran, salah satu cowok menepuk pundak Raga.


"Kalah saing lo, bro," ujarnya dengan nada mengejek. "Lo sih, taunya belajar mulu, nggak mau masuk organisasi apapun," lanjutnya.


"Dia pernah datang kesini beberapa bulan yang lalu jemput Alana." ujar Raga. "Saat pertama gue bertemu dia di Indonesia, gue kira omnya, Njirr."


"Cantik-cantik seleranya om-om ternyata."


Ternyata bukan cuma perempuan yang sering ghibah, laki-laki pun bisa, terbukti segerembolan teman Raga baru saja melakukannya.


Jam tujuh malam semua kegiatan Alana sudah selesai, gadis itu duduk di halte menunggu taksi untuk pulang. Setengah jam menunggu belum ada taksi hingga mobil berwarna putih berhenti tepat di hadapannya. Pemilik mobil menurunkan kaca mobil, lalu memanggil nama Alana.


"Alana!" Alana menoleh. "Pulang bareng gue aja, takutnya lo kelamaan nunggu, nggak baik cewek duduk sendiri malam-malam," Raga menawarkan tumpangan.

__ADS_1


"Nggak usah banyak mikir,"


Takut ada orang iseng yang menjahilinya, Alana memutuskan ikut dengan Raga, ia sengaja sedikit menjaga jarak dengan Raga karena tahu laki-laki itu suka padanya.


Setelah bertanya di mana alamat Alana dan mengatur GPS mobilnya, barulah Raga melajukan mobil perlahan-lahan.


"Lo udah tau kan acara tahunan nanti? temanya pesta dansa ya?" tanya Raga.


"Hm."


"Lo mau nggak jadi pasangan gue di acara nanti?"


"Gue belum tau Ga, ikut atau nggak, belum izin soalnya sama suami gue," jawab Alana.


"Suami lo mana? kenapa nggak jemput lo?" Raga membanting setir kemudi memasuki komplek perumahan dan berhenti di salah satu rumah.


"Masih kerja, bentar lagi juga pulang," jawab Alana sebelum turun. "Makasih ya Ga, tumpangannya."


Sebelum pergi Raga memperhatikan rumah Alana sepi, mungkin kerana tinggal berdua saja dengan suaminya, di sana ada kemeja dan jas seorang laki-laki mengantung di balkon khusus jemuran.


...****************...


Jangan lupa Like, komen, dan Vote

__ADS_1



__ADS_2