Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 158


__ADS_3

Tak terasa proyek yang di kerjakan Alvi sudah selesai, mereka kembali ke Ibukota dengan wajah bahagia. Menyelesaikan pekerjaan sekaligus liburan bersama sang istri tercinta. Alvi dan Alana mulai sibuk mempersiapkan sesuatu untuk keberangkatannya ke Boston. Gadis berambut indah itu minggu depan sudah mulai kuliah.


Siapa yang menyangka kebahagian yang mereka rasakan hanya bersifat sementara. Pagi ini mereka di sambut dengan berita duka masuknya Kakek Farhan kerumah sakit karena drop.


Lama mereka menunggu hingga kakek Farhan di pindahkan ke ruang perawatan, dengan berbagai alat mendis di seluruh tubuh pria tua itu. Alvi menunduk lesu di sofa dengan pikiran sangat kacau. Memikirkan keadaan Kakek Farhan yang tak pernah ia duga sebelumnya.


Alana menghampiri Alvi setelah memastikan Kakek Farhan tidur dengan nyaman. Ia duduk di samping laki-laki itu lalu menarik Alvi kepelukannya.


"Kakek Pasti baik-baik saja Aa," ujar Alana.


Kata baik-baik saja belum bisa membuat Alvi tenang. Kanker di otak kakek Farhan mulai menyebar tanpa bisa di cegah, perkiraan waktu yang di sebutkan dokter Angga kurang lebih 2 bulan, tetapi Alvi belum juga bisa mewujudkan satu lagi permintaan dari kakek Farhan. Kakek Farhan ingin melihat Alvi menjadi seorang ayah sebelum ajal menjemput.


Namun, Alvi tak pernah menceritakan permintaan ini pada Alana, karena takut istrinya akan terbebani dan merasa bersalah.


Hari terus berganti, tetapi keadaan Kakek Farhan makin memburuk. Alana buru-buru menghapus air matanya ketika Alvi masuk keruang rawat Kakek Farhan, laki-laki itu tak seterpuruk sebelumnya, tapi suaminya jarang bicara dan sering melamun.


"Aa pulang aja biar aku yang rawat kakek," pinta Alana tak ingin Alvi drop, pulang kerja bukannya istirahat malah kerumah sakit.


"Kamu udah makan Al?"

__ADS_1


"Udah Aa," jawab Alana ikut duduk di samping Alvi.


Alana menepuk pahanya. "Yaudah, tidur di sini aja kalau Aa nggak mau pulang,"


Baru saja akan tidur, bunda Anin datang menjenguk kakek Farhan juga membawa makan malam untuk anak dan menantunya.


"Bagaimana nak, ada perkembangan?" tanya bunda Anin.


"Belum bunda," jawab Alvi.


Bunda Anin mengeluarkan selembar kertas dari tasnya, lalu menyerahkan pada Alvi.


Bunda Anin menggangguk saat Alvi menatapnya. "Masih ada kesempatan kata dokter Anwar."


Alana benafas lega mendegar perkataan bunda Anin, tapi senyumnya tak bertahan lama ketika bunda Anin mengatakan Kakek Farhan harus di bawa ke London menjalani pengobatan, karena dokter Anwar tidak bisa ke Indonesia.


Jadwal keberangkatan Alana semakin dekat, hari ini Alvi sengaja tidak kerumah sakit menjenguk kakek Farhan, laki-laki itu membantu istrinya bersiap-siap.


Memperoleh kesepakatan dengan Alana bukanlah hal yang mudah, Alvi hampir putus asa membujuk sang istri agar tetap melanjutkan studinya di Boston, tetapi gadis itu malah ingin ikut ke London dengannya.

__ADS_1


"Sayang, dengarkan Aa!" pinta Alvi, tetapi Alana mengeleng dengan air mata berderai.


"Hanya sementara, setelah keadaan kakek membaik Aa bakal nyusul kamu, atau kalau perlu Aa baka ngunjungin kamu sekali seminggu," bujuk Alvi menghapus air mata di pipi gadisnya. Dari semalam Alana terus menangis tak ingin berpisah dengannya.


"Nggak mau Aa, pokonya aku mau ikut sama Aa, nggak papa kalau tahun ini aku nggak kuliah yang penting bisa ikut sama Aa," rengek Alana.


"Atau aku bisa kuliah di sana," usul Alana menatap Alvi dalam-dalam.


"Apa yang akan kamu katakan pada kakek kalau nggak jadi di sana sayang? Nggak ingat bagaimana bangganya kakek memperkenalkan kamu sama teman-temannya? Cucu menantunya bisa masuk ke Harvard tanpa bantuan orang dalam." Alvi menjeda, lalu manarik Alana kedalam pelukannya.


"Setidaknya demi kakek kamu maukan nurutin Aa? Aa janji sayang, setiap minggu bakal ngunjungin kamu. Ponsel Aa akan aktif 24 jam buat kamu. Kamu juga nggak sendiri sayang, ada bunda yang nemenin."


"Aa janji nggak bakal kecantol sama cewek lain?"


"Nggak akan sayang. Janji."


***


Jangan lupa budayakan Vote, komen, dan Like.

__ADS_1


__ADS_2