Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 132


__ADS_3

Jika Alvi punya penyakit jantung, mungkin hari ini laki-laki itu tinggal nama akibat kelakuan bar-bar sang istri. Saat Alvi serius-seriusnya bekerja, Alana datang begitu saja dan langsung memeluk lehernya dari belakang.


Alana mengecup pipi Alvi, menupukan dagunya pada pundak lelaki itu. "Sibuk banget suami aku." manjanya.


"Di antar siapa?" tanya Alvi, menarik Alana agar duduk di pangkuannya.


"Sendiri naik mobil." memperlihatkan kunci mobil mewah hadiah dari ayah Kevin saat ulang tahun mereka.


Alana diam seribu bahasa di pangkuan Alvi, memerhatikan apa saja yang di kerjakan lelaki itu di depannya. "Aku nungguin Aa di sofa aja deh," ujar Alana takut menganggu konsentrasi Alvi.


"Gini aja sayang." Memperbaiki posisi Alana, lalu menumpu dagunya pada pundak gadis itu. Kedua tangannya tengah sibuk menari-nari di atas keyboard.


Kali ini Alana menurut dan tak banyak protes, kembali memperhatikan Alvi, bertanya jika ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Menanyakan sistem-sistem perusahaan dan banyak lagi yang lainnya, tapi Alvi dengan sabar menjawab semuanya.


Lama kelamaan Alana mulai bosan dengan posisi seperti itu, hampir setengah jam Alvi belum juga selesai dengan urusannya. Tanpa meminta izin, Alana mengambil ponsel Alvi di atas meja lalu menjelajahinya. Memeriksa setiap aplikasi di ponsel lelaki itu.


Bibir Alana mengerucut melihat semua pengikut Alvi di masing-masin akun, terutama di akun Toktok lelaki itu.


"Aa." kesal Alana menatap wajah suaminya dari bahwa.


"Hm."


"Kok pengikut Aa kebanyakan cewek?" protes Alana tak suka.

__ADS_1


"Yang penting Aa nggak genit, Aa cuma follow satu bidadari tak bersayap."


"Siapa?" tatapan Alana semakin tajam.


"Liat aja sendiri."


"Dah lah Aa nyebelin."


"Di liat dulu sayang."


"Secantik apa sih cewek itu sampai di beri gelar bidadari tak bersayap. Harusnya tuh Aa bersyukur dapat istri cantik, anak tunggal, penyabar, dan pengertian kayak aku. Ini malah genit sama cewek lain. Harusnya Aa sadar, udah tua kayak om-om, mesum lagi." gerutu Alana tak ada habisnya kembali membuka akun Toktok Alvi.


Wajah Alana memanas seketika mengetahui siapa pemilik akun itu.


"Gimana cantik kan? kenalin dia calon ibu dari anak-anak Aa nanti." Alvi mengulum senyum saat melihat wajah memerah Alana, belum lagi kelakuan gadis itu yang terlihat salah tingkah, mengigit jarinya sendiri.


Alana menyembunyikan wajahnya di ceruk leher laki-laki itu. Tak taukah Alvi kalau kelakuannya membuat jantung dan hati Alana dalam bahaya?


"Sayang!" panggil Alvi ditelinga Alana.


"Udah Aa aku baper."


Gelenjar Aneh mengalir di tubuh Alana, ribuan kupu-kupu seperti berterbagan di perutnya.

__ADS_1


***


Kehadiran Alana di kantornya membuat Alvi tidak fokus, bukan karena gadis itu menganggunya, melainkan padangannya yang tak bisa teralihkan, padahal gadis itu sedari tadi duduk diam di sofa menonton drakor dengan berbagi cemilan di sekitarnya.


Alis Alvi terangkat saat Alana menerima telpon dengan senyum merekah.


"Siapa?" tanya Alvi setelah Alana selesai.


"Miss Tania Aa," jawab Alana menghampiri Alvi lalu mengecup pipi lelaki itu, mengambil kunci mobil dia tas meja kerja Alvi.


"Aku ke Mall dulu ya sama teman baru aku."


"Nggak."


"Aa." Alana mengerjap-erjapkan matanya.


"Jangan terlalu percaya dengan orang lain apa lagi baru kenal!" peringatan Alvi.


"Di ijinin ceritanya?"


"Mau gimana lagi, Aa larang kamu pasti ngambek."


"Lope² sekebun bunga suamiku sayang."

__ADS_1


...TBC...


Jangan lupa like, komen, dan vote."


__ADS_2