Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 122


__ADS_3

Pengumuman kelulusan telah tiba, Alana dengan semangat 45 bersiap-siap ke sekolah di antar oleh Alvi, sepanjang jalan ia terus berdoa semoga lulus dengan nilai terbaik. Walau serumah dengan wali kelas sendiri, tak menutup kemungkinan nilainya akan merosot, Alvi bukanlah manusia yang suka merubah prinsip begitu saja apa lagi mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadi.


Berkali-kali Alana bertanya tentang nilai tetapi alvi hanya menjawab liat nanti saat pengumuman.


Alana mencium punggung tangan Alvi sebelum turun dari mobil.


"Hati-hati suamiku,"


"Iya istriku," jawab Alvi mengecup kening Alana.


"Jiah istriku." Girang Alana salting sendiri mendengar jawaban Alvi, gadis itu bergerak seperti cacing kepanasan karena terlalu senang. "Aku baper Aa."


"Kalau pulang telfon Aa, biar Aa jemput."


Alana mengangguk tapi belum juga turun dari mobil Alvi.


"Ada lagi?" bingung Alvi.


Lagi dan lagi Alana mengangguk


"Uang kamu habis?"



Alana mengeleng, membuat Alvi semakin binggung, jam terus berjalan, dan ia ada meeting sebentar lagi dengan klien lumayan penting.


"Tarus apa sayang?" Alvi memerhatikan arloji di pergelangan tangannya. "Aa ada meeting pagi!"

__ADS_1


"Lipstik aku kayaknya ketebalan deh." lirih Alana memperlihatkan bibirnya pada Alvi.


"Nggak!" jawab Alvi tak peka akan kode yang di berikan gadis itu.


"Oh nggak ya?" cemberut Alana. "Udah hati-hati...mmmpppp."


Alvi menyeringai setelah menyesap bibir gadisnya sedikit lama, menghapus lipstik di bibir gadisnya. "Ini kan yang kamu mau?"


Alana mengangguk malu dan buru-buru turun dari mobil Alvi, melambaikan tangannya saat lelaki itu melajukan mobilnya meningglakan pekarangan sekolah SMA Angkasa.


Melihat segerombolan anggota Avegas di parkiran membuatnya bersedih, di hari yang seharusnya bahagia ia harus kehilangan sosok laki-laki yang selalu melindunginya dari jauh.


Alana melewati begitu saja segerombolan anak-anak nakal itu, tak sanggup rasanya hanya melempar senyum, walau Keenan sedari tadi memanggilnya. Langkah Alana terhenti saat Keenan menarik tangannya dan langsung memeluknya.


"Dengan lo sedih seperti ini, dia juga akan ikut sedih di atas sana."


Pengumuman akan di mulai sebentar lagi, semua Siswa kelas XII berkumpul di aula, berbaris rapi sesuai jurusan dan kelas masing-masing.


Satu persatu lulusan terbaik di sebutkan dan Alana ada di barisan itu, walau begitu tak ada senyum menghiasi wajah cantiknya, apa lagi saat moderator menyebut nama seseorang, bukan hanya dia, anggota Avegas lainnya juga ikut manahan haru. Orang yang seharusnya berdiri di sampingan Alana di gantikan dengan orang lain sebagai perwakilan.


Usai pengumuman Alana langsung menelepon Alvi untuk menjemputnya, tak tahan rasanya berlama-lama di sekolah ini, bayangan akan sosok pahlawannya ada si setiap sudut sekolah.


"Selamat Al." Salsa memberi selamat sembari memeluk Alana.


"Dia benar-benar membuat sejarah yang nggak bakal kita lupain Sal," lirih Alana.


Salsa melerai pelukannya, tersenyum sangat manis pada Alana berusaha menguatkan sahabat bar-barnya, baru kali ini Salsa melihat sisi lemah Alana.

__ADS_1


"Dia cuma nge prank kita kok tenang aja."


"Ngeprank nya nggak lucu."


"Bang gue titip Salsa ya sama lo!" ujar Alana pada Keenan sebelum pergi.


***


Melihat Alvi berdiri di depan sekolah, Alana berusaha tensenyum , tapi rasanya sulit sekali, alhasil ia berlari dan langsung menubruk tubuh lelaki itu. Meluapkan segala kekacauan hatinya pada Alvi.


"Ada apa Hm?"


Alana tak menjawab


"Kamu nggak lulus?"


Alana mengeleng.


Alvi menghela nafas panjang, mengendong Alana ala anak koala masuk kedalam mobil.


"Kamu ingat dia?"


Alana mengangguk. "Aku nggak percaya dia bakal ninggalin aku secepat ini Aa."


"Allah lebih sayang sama dia sayang, makanya di panggil lebih cepat." Alvi menenangkan Alana yang terus terisak dalam pelukannya. "Yang harus kita lakukan ikhlaskan dia, dan selalu berdo'a untuk dia."


...TBC...

__ADS_1


Jangan lupa komen, like, dan Vote ya akak.


__ADS_2