
Salsa terus memandangi Alana yang kini serius menulis, detik berikutnya Salsa menggebrak meja membuat Alana tersetak kaget.
"An jim!" semprot Alana kaget.
"Sampai segitunya lo Al, kabur dari rumah cuma buat pak Alvi." Salsa mengeleng tak percaya kala mendengar berita kaburnya Alana dari rumah hanya karena lamaran Pak Alvi di tolak oleh Ayah Kevin.
"Ck, sotoy lo, gue nggak kabur ya, pak Kevin nya aja terlalu over protektif."
"Heh sekate-kate lo, pak Kevin...pak Kevin...dia ayah lo Al."
Salsa mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya, sembari memandangi Alana yang kini kembali sibuk dengan buku-buku di depannya, maklum siswa rajin modelan Alana bakal ngebet belajar jika tugas akan di kumpul hari itu juga. Keren bukan?
"Gue jadi penasaran, cowok yang di jodohin sama lo seburik apa, sampai-sampai lo milih pak Alvi pake acara kabur-kuburan lagi." cerocos Salsa.
Tangan yang tadinya serius menulis kini berhenti begitu saja. Alana menelan salivanya susah payah, seandainya Salsa tahu cowok yang di jodohkan dengannya adalah Azka, entah bagaimana repon sahabatnya itu.
"Itu...itu..."
"Kok gugup gitu? kek maling ketankap basah tahu nggak." Salsa menertawakan kegugupan Alana, padahal dia cuma bertanya, kenapa Alana segugup itu.
"Salsa gue..."
"Nggak sia-sia lo kabur Al, dapat restu juga akhirnya."
Alana bernafas lega kala Salsa tak lagi membahas cowok yang akan di jodohkan dengannya, dan malah kembali membahas hubungannya dengan pak Alvi.
"Ck, gue nggak kabur lo budek, gue cuma pengen nenangin diri, ya kali kabur nggak bawa uang. Gua nggak mau jadi gelandangan." Alana paling tidak suka jika membahas soal kabur-kaburan karena memang dirinya tidak berniat kabur dari rumah. Dia hanya ingin menenangkan diri barang sejenak, tentang ponsel yang tidak aktif, itu karena dia lupa men Charger nya.
Tentang hubungan Alana dan Alvi, sepulang dari pantai, Ayah Kevin merestui hubungan mereka, dengan satu syarat. Ayah Kevin akan mengundang pak Alvi kerumahnya, untuk berkenalan dengan Anggota inti Avegas.
"Lo udah ngabarin Pak Alvi bahwa Ayah lo nerima lamaranya?"
__ADS_1
"Belum, rencanya pulang sekolah gue bakal jengukin Kakek Farhan sekalian ngobrol sama pak Alvi." jawab Alana.
***
Hari ini Alvi memang tidak mengajar di SMA Angkasa karena tidak ada jam, jadi dia menyibukkan diri di kantor dan baru bisa pulang sore hari.
Dia membuka pintu ruang rawat Kakek Farhan dan mandapati kakeknya tengah tertawa di depan laptop, entah apa yang di tonton kakek Tua itu hingga terpancar kebahagian di wajahnya.
"Lagi liatin apa Kek?" keponya sembari duduk di samping pria tua tersebut.
"Acara nikahan yang bersebarang di Youtube, menurut kamu, tema yang bagus untuk pernikahan kalian apa?"
Alvi tak langsung menjawab pertanyaan Kakek Farhan, karena memang tidak tahu jawabannya, boro-boro mikirin tema, lamaran saja di tolak malam itu juga. Ternyata rumor sifat kejam dan dingin Pak Kevin benar adanya, dan Alvi baru membuktikannya beberapa hari yang lalu.
"Alvi datang memang ingin membahas itu Kek." Mungkin jujur akan semuanya lebih baik, pikir Alvi.
Kakek Farhan men pouse salah satu konten YouTube yang di putarnya lalu beralih menatap Alvi.
"Sebenarnya, Alana dan Alvi nggak bisa nikah..."
"Assalamualaikum, Alana datang." ujar Alana membuka pintu ruang rawat kakak Farhan dengan senyum manis di wajahnya, dia datang tepat waktu kan? pak Alvi belum mengatakan semuanya?
"Nggak bisa nikah?" tanya Kakek Farhan dan menghiraukan kehadiran Alana.
"Maksudnya, Alana sama pak Alvi nggak bisa nikah di luar atau di tempat umum gitu Kek. Kata Ayah Alana pestanya bakal di adain di Kediaman Adhitama, takutnya berimbas sama sekolah Alana." jawan Alana.
Yang di katakan Alana bukanlah sebuah karangan, memang itu juga salah satu syarat yang di ajukan Ayah Kevin malan itu, di mana pesta akan di adakan di Kediaman Adhitama, dan akan di hadiri oleh orang-orang tertentu saja.
Alvi sedikit terkejut dengan perkataan Alana barusan, tentu saja, bukankah lamarannya sudah ditolak, kenapa harus ada pesta? apa gadis di hadapanya sedang berbohong? jika itu benar maka masalah akan semakin panjang.
Alana mengedipkan sebelah matanya kala mendapat tatapan tajam dari Pak Alvi. Kemudian mengirimkan pak Alvi pesan.
__ADS_1
Tak terasa sudut bibir Alvi terangkat membaca pesan dari siswinya.
"Oh gitu, Kakek kira kalian batal nikah. Kakek nggak masalah pestanya mau di adakan di mana, yang penting kalian nikah."
Alana dan Alvi benafas lega, untung Kakek Farhan tidak curiga dengan mereka berdua. Kini Alana beralih mentap pak Alvi.
"Ayah saya udah nelfon pak?" tanya Alana.
Baru saja Alvi akan menjawab pertanyaan Alana, ponselnya tiba-tiba berdering, dan menampilkan nomor tak di kenal di sana. Alana yang penasaran segera mengitip, dan dia tahu betul itu no siapa.
"Itu ayah saya pak." ujar Alana, di jawab anggukan oleh Alvi.
Alvi memutuskan menjauh dari dua orang berbeda generasi tersebut. Menjawab telfon dari calon mertua. Asik calon mertua nggak tuh.
Dia hanya mengiyakan setiap perkataan ayah Kevin. Entah dia juga bingung apa yang merasuki dirinya, hingga begitu patuh oleh pria paruh baya tersebut. Dan dia juga tidak mengerti kenapa dirinya begitu bertekad untuk menikahi gadis ceroboh seperti Alana, padahal bisa saja dia menolak, apa lagi lamaranya sudah ditolak, harga dirinya sudah turun seturun-turunnya, namun belum juga menyerah.
Apakah alasannya hanya satu kata yaitu Cinta? sepertinya tidak, walau Alvi tidak pernah merasakan apa itu cinta, tapi menurut penelitian yang pernah dia telusuri, seseorang bisa di katakan jatuh cinta pada lawan jenisnya, ketika bertemu atau berdekatan, jantung seseorang akan berkerja dua kali lebih cepat. Merasa cemburu jika melihat orang itu dekat dengan orang lain.
Namun semua ciri-ciri tersebut tidak ada pada dirinya. Jantungnya biasa-biasanya saja jika bertemu dengan Alana, tidak ada debaran aneh yang dia rasakan. Cemburu melihat Alana dengan laki-laki lain? tidak juga.
Alvi kembali bergabung dengan Alana dan Kakeknya setelah berbicara dengan Ayah Kevin.
"Apa kata ayah Saya?" penasaran Alana, dia tahu betul bagaimana sifat otoriter yang di miliki sang ayah.
"Pak Kevin nyuruh saya kerumah kamu besok, katanya mau di kenalin sama seseorang." jawab Alvi meletakkan ponselnya di atas meja.
Alana hanya bisa menganguk-angguk, ternyata perkataan ayahnya tidak main-main, untuk mengenalkan Pak Alvi pada para sepupunya. Entahlah apa yang akan terjadi pada pak Alvi selanjutnya, semoga tidak ada adu fisik di antara mereka besok.
...TBC...
__ADS_1
Benar-benar butuh perjuangan ya pak Alvi buat dapatin prinsesnya ayah Kevin?