Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 140


__ADS_3

Merasa enakan, Alana menerima ajakan Salsa untuk menemani gadis berambut sebahu itu ke sekolah, mengambil berkas yang di perlukan untuk kuliah nanti. Mereka jalan beriringan di koridor sekolah, memperhatikan suasa yang tidak begitu ramai seperti sebelumnya.


Mungkin karena jam terakhir sebagian siswa sudah pulang kerumah masing-masing.


"Udah semua belum?" tanya Alana sebelum mereka benar-benar meninggalkan sekolah.


"Udah ini," memperlihatkan map polio berisi berkas-berkas yang di perlukannya. "Pak Alvi nggak ada di kantor," lanjut Salsa.


"Mungkin udah pulang, dia juga nggak tau gue ke sekolah."


"Mentang-mentang punya teman baru teman lama di lupain ya, tiap hari belanja sana sini, bahagia banget," sindir Salsa saat teringat postingan Alana di Ig bersama mis Tania.


"Ngajak war lo Sal?" Alana berhenti melangkah, lalu melirik Salsa yang kini mengulum senyum kearahnya. Mengulung lengan baju hingga siku. "Setiap pergi gue ngajak lo ya, lo nya aja yang sibuk sama dunia baru." Berkacak pinggang.


Keduanya saling melempar jokes satu sama lain, berjalan beriringan menuju perkiran. Tawa yang sedari tadi tercipta kini hilang saat kedua gadis remaja itu melihat sesuatu tak mengenakkan hati di parkiran.


Langkah Alana terhenti, begitupun dengan Salsa. Gadis berambut sebahu itu melirik sahabatnya. Tatap kosong Alana layangkan pada manusia berbeda jenis di parkiran, tengah berpelukan.


"Al itu bukannya pak Alvi? dia sama siapa?" tanya Salsa.

__ADS_1


"Entah," lirih Alana.


"Wah," Salsa senyum kecut, "Nggak bisa dibiarin ini." Salsa menarik tangan Alana, berjalan secepat mungkin menghampiri Alvi dan seorang wanita di perkiran.


Meneriakkan nama Alvi sekeras mungkin. Urusan Alana juga urusannya, hanya dia yang bisa menyakiti atau mambuat Alana menangis, tidak dengan orang lain. Itulah motto dalam persahabatan mereka.


"Pak Alvi!" teriak Salsa.


Alvi berbalik dan kaget mendapati Alana berdiri di hadapannya. Tatapan yang sulit di artikan tetuju padanya, gadis itu tak mangatakan apapun, hanya menatapnya bergantian dengan Tania yang ada di sampingnya. Ah kenapa ia seperti tertangkap basah sedang selingkuh? padahal Tania yang dengan tiba-tiba memeluknya saat akan masuk ke mobil.


"Alana?" kaget Tania tak menyangka akan bertemu Alana di sekolah ini.


"Iya." jawab Tania tersenyum cerah.


"Dunia tak sesempit yang gue kira," ujar Alana tanpa ekpresi . "Mari mis, pak Alvi. Saya duluan."


Baru satu langkah, tangan Alana ditarik oleh seseorang, lalu mengamit pinggang ramping itu di hadapan Tania juga Salsa. Siapa lagi pelakunya jika bukan Alvi.


"Lo penasaran sama istri gue kan?" tanya Alvi. "Kenalin dia istri yang sering gue bangga-bangain."

__ADS_1


Tania refleks mundur. Terkejut? Tentu saja, ia tidak menyangka Alana adalah istri dari Alvi, gadis ceroboh yang sangat ceria, gadis pertama yang ia kenal di Negara ini, gadis yang selalu menemaninya kemaan-mana ternyata orang yang selama ini ia cari tahu.


"Kenapa harus Alana?" lirih Tania.


"Sayang, ayo masuk kita pulang." Membuka pintu mobil untuk gadisnya, tetapi Alana bergeming.


"Aku ada janji pergi dengan Salsa." Melepas rangkaulan Alvi.


"Maaf Al, kita tunda aja ya, gue lupa ada urusan sama Ken." Salsa buru-buru meninggalkan Alana dan Alvi. Bukan tanpa alasan, tatapan Alvi sangat mematikan tadi.


"Hanya gadis kecil, sangat gampang untuk menyikirkannya," gumam Tania memperhatikan mobil Alvi yang perlahan-lahan menghilang dari pandangannya.


***


Jangan lupa vote, komen, dan Like.


Oh iya, yang punya akun Fb yuk gabung dengan grub ini.


__ADS_1


__ADS_2