Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 136


__ADS_3

"Alvi!"


Panggilan Tania berhasil menghentikan langkah Alvi di koridor sekolah lumayan sepi, pasalnya semua siswa sudah pulang kerumah masing-masing.


"Jadi benar lo udah nikah? itu bukan gosip?" tanya Tania setelah sampai di hadapan Alvi.


"Hm."


"Bukannya lo pernah bilang nggak bakal nikah sebelum umur lo 35 dan mendapat gelar Master?" lanjut Tania menatap Alvi dalam-dalam tetapi laki-laki itu sama sekali tak membalas tatapannya dan hanya fokus pada dedauan.


Alvi menggangguk membenarkan semuanya.


"Saat kuliah dulu gue nanya apa lo ada niatan sedikit aja menjalin hubungan dengan seseorang sebelum lulus, dan jawaban lo...."


"Gue nggak ada niatan sedikitpun. Bagi gue cinta itu nggak penting dan buang-buang waktu," lanjut Alvi masih mengigat jelas semua yang ia katakan.


"Tapi semuanya berubah sejak gue kenalan istri gue, dia mengajarkan banyak hal, salah satunya hidup dengan cinta. Hidup gue yang biasanya hitam putih, kini jadi berwana kerena sosoknya" Sudut Alvi terangkat membayangkan wajah mengemaskan sang istri apa lagi ketika manja padanya. Tidak akan ada yang bisa mengantikan Alana sampai kapanpun.


"Lo nikah tanpa sepegetahuan gue. Lo tega sama gue Vi, gue udah nunggu lo sampai sekarang tapi lo malah nikah sama orang lain."

__ADS_1



"Gue nggak pernah nyuruh lo nunggu Tania, dan gue rasanya nggak perlu izin dari lo buat nikah dengan siapapun. Jadi jauhin gue!" tegas Alvi.


"Nggak!" bentak Tania. "Sampai kapan pun gue nggak bakal nyerah. Gue jadi penasaran seperti apa wanita yang berhasil meluluhkan manusia es seperti lo."


"Dia perempuan sederhana dan apa adanya. Perempuan yang penuh keceriaan, dan akan membuat masalah saat jauh dari jangkauan gue."


Setelah mengatakan semuanya dan memuji Alana di depan Tania, Alvi meninggalkan wanita anggun itu di koridor sekolah.


***


"Bunda, Alana pergi dulu ya." Mencium punggung tangan sang bunda lalu mengecup kedua pipi wanita paruh bayah itu.


"Alvi udah jemput? katanya malam."


"Belum bunda, Aa lanjut kerja di kantor pulangnya malam. Aku cuma mau jalan sama teman."


"Udah izin kan sama Alvi?"

__ADS_1


Alana mengiyakan pertanyaan bunda Anin, berlari menuju pagar utama yang lumayan jauh, di depan sana sudah ada taksi menunggunya.


Kali ini dirinya bertemu Tania di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Alana terheran-heran dengan tingkah Miss Tania. Wanita anggun itu seperti orang kesurupan, berbelanja apa saja hingga keduanya kewalahan membawa barang.


"Ada dua tipe perempuan di dunia ini. Perempuan yang meluapkan rasa sedihnya dengan belanja atau perempuan yang meluapkan sedihnya dengan makan. Kamu tipe yang mana?" tanya Tania, berjalan beriringan dengan Alana keluar dari toko sepatu dan masuk ke toko perhiasan.


"Kalau saya tipe yang kedua. Makan sepuasnya," jawab Alana. "Mis?"


"Saya takut gemuk makanya milih tipe pertama."


Sontak Alana berhenti melangkah, memerhatikan sebanyak apa belanjaan mereka. Alana dengan cepat menebak suasan hati Mis Tania.


"Melihat belanjaan mis, sepertinya mis sangat sedih, kenapa?"


"Pria yang pernah saya ceritakan sudah menikah," lirih Tania.


...TBC...


Jangan lupa vote, komen, dan Like.

__ADS_1


__ADS_2