
Alana memoles wajahnya dengan meke up tipis-tipis dan memberi sentuhan terakhir pada bibir indah menggoda itu, memperbaiki riasan rambutnya agar lebih cantik malam ini. Ia menoleh dan mendapati Alvi berdiri tak jauh darinya sudah rapi siap berangkat.
"Cantik banget istri Aa," puju Alvi.
"Emang, baru nyadar, kemana aja," sahut Alana sembari memakai high heels merah di kakinya.
"Udah?" tanya Alvi.
Alana mengeleng, berjalan ke arah lemari mengambil kotak berwarna biru, membukanya lalu meletakkan di tas meja. Alana mengambil salah satu isinya lalu menghampiri sang suami.
Alana meraih tangan Alvi, lalu memasangkan jam tangan couple yang ia beli beberapa hari yang lalu. Senyumnya mengembang melihat jam tangan itu pas di tangan Alvi.
Setelahnya ia juga memasang jam tangan couple di tangannya.
"Sayang, kamu nggak pernah pakai mobil ini?" tanya Alvi saat melihat mobil di garasi sedikit berdebu.
Alana mengeleng.
__ADS_1
"Kenapa? nggak suka? kalau gitu kita beli yang baru besok."
"Bukan itu Aa, aku cuma malas aja nyetir sendiri, lagian rumah sama kampus aku dekat, naik taksi bentar aja sampai, lebih aman juga," jawab Alana.
Karena mobil mereka sedikit berdebu, Alvi memerintahkan salah satu penjaga rumah untuk membersihkannya. Sementara ia dan Alana duduk di teras.
Memainkan jari jemari Alana yang kini dalam gengamannya, sesekali mengigit jari mungil itu sakit gemesnya.
"Ais Aa jorok ih," gerutu Alana menarik tangannya.
Alvi membukakan pintu untuk Alana setelah sampai di depan gedung khusus acara berlangsung. Mengenggam erat tangan mungul gadisnya saat berjalan di atas red karpet bersama tamu lainnya. Sungguh pesta yang di adakan sangat luar biasa.
Banyak orang berlalulalang, juga banyak pengusaha yang datang, mungkin pasangan beberapa mahasiswa seperti Alana.
"Gue kira lo nggak bakal datang Al," sapa Dave saat Alana dan Alvi akan melewati pintu. Karena Dave dan beberapa temannya bertugas mengawas tamu yang masuk agar tidak terjadi kekacauan.
"Kak Dav," Alana melempar senyum. "Kenalin ini suami gue," ujar Alana memperkenalkan Alvi pada Dave dan beberapa temannya, bahkan Alana tanpa malu mengamit lengan Alvi.
__ADS_1
"Dave." Dave mengulurkan tangannya.
Alvi bergeming, memindai penampilan Dave dari atas sampai bawah. jika di lihat-lihat dari penampilannya, Dave sepertinya anak yang pintar dan cerdas, ia harus waspada karena mendapat saingan yang sepadan.
"Aa." Alana menyenggol lengan Alvi.
"Alvi," ujar Alvi menerima uluran tangan Dave setelahnya berlalu begitu saja masuk dengan mengamit pinggang Alana.
Semua tamu sudah datang, Dave sebagai ketua BEM juga Mc memulai acara, menyambut para tamu dan beberapa dosen yang hadir. Mempersilahkan para mahasiswa yang akan melakukan pertunjukan bakat masing-masing.
Puncak acara tiba, lampu yang semula terang mulai mati satu persatu tergantikan dengan lampu kedap-kedip. Mereka mulai berdansa sesuai pasangan masing-masing di bawah lantunan musik yang memekakkan telinga.
Tiba saatnya pergantian pasangan, tetapi Alvi enggan melepaskan rangkulanya di pinggang sang istri, ia tidak akan rela jika Alana jatuh ke pelukan orang lain. Apa lagi di sampingnya ada Dave yang berdanda dengan Anita.
...****************...
Jangan lupa like, komen, dan Vote
__ADS_1