Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Ekstra Part 10


__ADS_3

Usai menidurkan Arga di kamarnya, Alana kembali ke kamar dan mendapati Alvi duduk di sofa memijit pundaknya sendiri. Ia melangkah perlahan dan duduk di samping sang suami.


"Aa kenapa? ada yang sakit?"


"Nggak tau kenapa, pundak sama kepala Aa sakit banget," keluh Alvi.


"Sini aku pijitin."


"Nggak usah, sebaiknya kamu tidur, nggak baik bumil tidur terlalu malam. Susunya udah di minum?" Alana mengeleng.


Alvi mengendong bumil kesayangannya ketempat tidur lalu mendudukannya perlahan-lahan di pinggir ranjang. Memberikan susu hamil yang ia buat tadi untuk Alana.


Bukannya tidur, Alana malah menyandarkan pungungnya di kepala dipan, menepuk pahanya agar Alvi tidur di sana.


"Dongengin!" pintanya manja. "Pasti cebong kangen mau dengar suara Daddynya."


"Gimana kalau Aa jenguk aja." Bukannya setuju Alvi malah menawarkan sesuatu pada sang istri. Sudah cukup lama Ia puasanya, hampir 2 bulan lebih karena janjinya pada Alana. Dan sampai sekarang gadis itu tidak pernah meminta pada dirinya.

__ADS_1


Dengan wajah memerah dan tesipu malu, Alana menggangguk, membuat senyum di bibir Alvi merekah, bahkan sakit kepala yang dirasakan laki-laki itu buyar.


Bagai porselen berharga, Alvi membimbing tubuh bumil kesayangannya berbaring, menyatukan bibir mereka, salin bertukar saliva. Perlahan-lahan benda kenyal itu turun menyusuri leher jenjang sangat istri menghirup aroma memabukkan di sana. Meninggalkan tanda kepemilikan yang sangat indah.


Tangan besar itu mulai nakal membuka satu persatu kancing piyama sang istri, membenamkan wajahnya di antara buah semangka favoritnya, mengecup, menyesap secara perlahan hingga membawa gelenyar aneh di antara keduanya.


Mata Alana perlahan-lahan terpejam saat merasakan sesuatu mencoba memasuki tubuhnya, mengenggam semakin erat jari-jari tangan Alvi yang kini bertaut dengan tangannya. Malam ini Ia kembali merasakan kenikmatan itu, kenikmatan yang selama berbulan-bulan ini tak ia dapatkan. Malam Ini Alvi benar-benar membuatnya melayang hingga keatas awan dengan caranya yang berbeda. Pelahan dan sangat lembut tapi sangat memabukkan.


***


Pergumulan panas yang mereka lakukan berlanjut setelah sholat subuh, hingga Alana benar-benar lelah dan terlelap dalam pelukannya. Alvi mengecup seluruh wajah sang istri sebelum ke kamar mandi membersihkan dirinya, sudah jam delapan pagi, sebentar lagi Arga akan mencari mommynya.


"Daddy, Mommy Alga kenapa? kok belum bangun, biasanya Mommy udah bangun sebelum Alga. Mommy sakit, Daddy?"


Alvi menghampiri Arga lalu mengendong bocil kesayangannya, mengecup pipi mengemaskan itu. "Mommy cuma kelelahan sayang."


"Mommy habis olahlaga?"

__ADS_1


"Iy ... iya ...," gugup Alvi. "Mommy habis olahraga."


"Kok nda ajak Alga? Alga juga pengen olahlaga Daddy. Daddy sama Mommy olahlaga dimana?"


"Itu ... Daddy pakai baju dulu sayang," menurunkan Arga lalu masuk keruang ganti baju.


Selalu saja pertayaan Arga tak bisa ia jawab dengan benar.


Sementara anak tiga tahun mengemaskan itu, menarik kursi meja rias Alana kepinggir rajang, lalu menjat naik kekursi itu. Duduk dengan kaki menjutai kelantai, menunggu mommynya bangun. Senyum di wajah Arga memudar saat Alana bergerak dan memperlihatkan bercak merah di bagian leher juga lengan Alana.


"Huaa ... Daddy." Tangis Arga pecah membuat Alana terbangun juga Alvi yang berada di ruang ganti kaget. "Mommy di gigir namuk laksasa Daddy!" teriak Arga sesegukan. "Tubuh Mommy melah-melah."


Sontak wajah Alana dan Alvi memerah, Alana menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut, sementara Alvi langsung membawa Arga keluar dari kamar sebelum melihat hal aneh lainnya.


...****************...


Jangan lupa vote, komen dan like.

__ADS_1


Nggak anak, nggak Mommynya gemes banget



__ADS_2