Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Bonus Capter 6


__ADS_3

"Mommy Arga pulang!" teriak Arga mengendor pintu kamar Alana.


Alana terbangun mendengar teriakan Arga, ia melirik jam dingding, sudah jam satu. "Ya ampun, aku lupa jemput Arga," gumam Alana, hendak bangun tetapi pelukan Alvi semakin erat pada tubuhnya.


"Udah di jemput sama Hendri, jadi berhenti bergerak atau tongkat bisbol kesayangan kamu bangun lagi. Mau kamu tidurin, Hm?" gumam Alvi semakin menengelamkan wajahnya diantara buah semangka Alana.


"Kan udah tadi A, sekarang aku mau ngurus Arga dulu."


Bukanya melepaskan, Alvi malah semakin mencecap dua gundukan kenyal itu, membuat Alana tanpa sadar mengeluarkan desah*an-desa*han kecil.


"Mommy Arga lapar!" rengek Arga di balik pintu.


Alana membuka selimut yang menutupi kepala Alvi, menarik kepala laki-laki itu agar menjauh dari sumber kehidupan baby A. "Udah sayang, Arga lapar," bujuk Alana mengecup bibir tebal Alvi.


Alvi mendesah pasrah melepaskan pelukannya, kemudian mengulung tubuhnya sendiri dengan selimut setelah Alana beranjak. Tubuh mereka sama-sama polos, tertidur setelah melakukan olahraga siang yang yang menyehatkan. Alana sengaja tak menyahut karena percuma, kamar mereka kedap suara.


Setelah memastikan Alana masuk ke kamar mandi, barulah Alvi meraih remot diatas nakas lalu menekan tombol untuk membuka pintu. Hingga suara Arga melengking di telinganya.

__ADS_1


"Mommy!" tangis Arga mencari keberadaan Mommynya.


"Jangan berisik bocil, Daddy mau tidur!" tegur Alvi mengahlikan atensi Arga.


Arga mengusap air matanya kasar, saat sadar akan kehadiran Alvi. Ia berjalan mendekati ranjang masih dengan seragam lengkap. "Daddy udah pulang? Mommy sama Dedek mana?"


"Dedek jalan-jalan sama oma, opa. Mammy mandi," jawab Alvi masih mengulung tubuhnya dengan selimut atau Arga akan melihat bekas kepemilikan yang di ciptakan Alana di tubuhnya.


Arga merangkak naik keranjang mendekati Alvi, kemudian duduk di samping laki-laki itu. "Daddy sakit? Kenapa pakai selimut kayak gitu? Kayak ulat bulu goyang-goyang ... hihihihi." Arga menutup mulutnya sembari tertawa, merasa lucu dengan bentuk tubuh daddynya.


"Arga ganti baju dulu sayang, setelah itu main sama Daddy, tadi katanya lapar, Kan?"


Atensi keduanya terahlikan mendengar suara pintu kamar mandi di buka. Arga dan Alvi membulatkan mata masing-masing melihat tubuh Alana hanya terbalut handuk sebatas paha. Alvi membulatkan mata takut mendapat pertanyaan aneh-aneh dari Arga, sementara Arga membulatkan mata karena melihat tubuh mommynya merah-merah.


Alvi dan Arga berlomba turun dari tempat tidur, tetapi Arga lebih dulu meraih tubuh Alana yang diam mematung karena bingung.


"Mommy digigit nyamuk lagi? Kenapa nyamuknya sering gigit Mommy. Arga nggak mau kalau Mommy sakit." Mata Arga berkaca-kaca sedih melihat kondisi tubuh mommynya.

__ADS_1


"Daddy liat tubuh Mommy ...." Kalimat Arga tenggelam kala melihat tubuh Alvi sama mengenaskannya dengan tubuh Alana. "Daddy juga di gigit nyamuk? Huaaaaaaaa, Arga benci sama nyamuk."


"Bu ... bukan gitu sayang." Alvi kelimpungan sendiri langsung mengendong tubuh Arga, kemudian mengkode Alana agar segera berpakaian lengkap. "Bukan nyamuk sayang," ucap Alvi.


"Terus apa?"


"Anu ...."


"Turunin aku Daddy, dedek udah pulang." Arga meminta agar diturunkan saat mendengar suara keributan diluar. Seketika Arga melupakan insiden nyamuk besar itu, menyambut kepulangan Dedek gemesnya.


"Sayang!" Bukannya kapok, Alvi malah kembali menutup pintu kemudian memeluk sang istri dari belakang.


"Udah manjanya Daddy, sekarang mandi, anak-anak udah pada datang. Nggak bakal aku tergoda sama penampilan Aa," cibir Alana sembari menutupi bekas kepemilikan Alvi di lehernya.


"Serius?" Alvi berpose duduk di pinggir ranjang hanya memakai bokser yang menutupi tongkat bisbolnya saja.


"Aa Gaje, Daddy prik!"

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak dan terimakasih untuk dukungan kalian😊


__ADS_2