Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 156


__ADS_3

Alvi pura-pura sibuk dengan laptopnya dengan alasan perkerjaan saat Alana tak henti-hentinya mengomel karena ia lupa mengaktifkan ponsel seharian.


"Udah tau punya istri, masih aja kayak nggak punya beban matiin ponsel seenaknya, nggak tau apa aku khawatir sama Aa."


"Iya...iya...Aa salah," jawab Alvi.


"Emang salah. Sekalian tuh ponselnya di buang aja nggak guna juga," gerutu Alana tapi tak menganti posisinya bersandar di bahu Alvi dengan laptop di pangkuannya.


"Aa kok diam aja," kesal Alana.


Alvi menghela nafas panjang, diam salah, menjawab salah, apa iya harus menghilang sekarang juga? apa semua perempuan akan seperti Alana jika sedang kesal?


Alana mengintip, kepo dengan apa yang di kerjakan Alvi, ia mengulum senyum melihat suaminya tengah mengintip akun Ig juga Toktoknya. Akan di pastikan sebentar lagi ada komen tidak jelas jika Alvi melihat foto atau video yang menurut laki-laki itu tidak pantas di nikmati semua orang.


"Fans Fanatik beraksi," sindir Alana.

__ADS_1


Alama mendengus saat ponselnya berdering dan menampilkan nama yang sangat menyebalkan.


Rayhan goblok is calling...


Lebih parahnya lagi, laki-laki itu malah melakukan video call. Alvi merebut ponsel Alana lalu menjawab panggilan dari Rayhan.


"Halo pak Alvi," sapa Rayhan melambaikan tangannya didepan kamera, layaknya anak jamet yang sedang melepas rindu.


"Gue punya sesuatu buat kalian," lanjut Rayhan sembari berjalan entah kemana, lalu mengubah ke kamera belakang. "Hebat kan gue."


Mata Alana membulat sempurna melihat pemandangan yang di tunjukkan Rayhan. Di sana ada seorang wanita yang sedang menangis ketakutan di dalam sebuah jeruji besi seluas satu meter persegi. Alana tahu betul di mana tempat itu. Halaman samping Mansion Adhitama, dimana Jack tinggal.


Sementara Alvi hanya diam menikmati pertunjukan yang di perlihatkan Rayhan, rasanya itu belum cukup menghukum Tania, apa lagi melihat bekas cakaran di pipi sang istri.


"Bukan gue yang gila, tapi si kutub utara noh," ujar Rayhan mengarahkan kamera ponselnya pada Semuel yang berdiri tak jauh dari Tania.

__ADS_1


"Aa!" adu Alana menatap Alvi berharap suaminya masih punya hati melepaskan Tania. Alana saja jika berada di posisi Tania sekarang mungkin akan pingsan karena ketakutan.


"Itu pelajaran buat dia sayang. Mungkin Aa nggak semarah ini kalau dia cuma mau jebak aa, tapi liat wajah sama rambut kamu," kesal Alvi.


"Ray?" panggil Alvi. "Lepaskan Jack!" perintah Alvi.


Alana menelan selivanya kasar saat Samuel berjalan keluar dari kendang besi berukuran 20 meter persegi itu, lalu membuka kunci otomatis tempat istirahat Jack yang langsung mengarah pada Tania.


Jika Alana menggigit jari memerhatikan pertunjukan yang diperlihatkan Rayhan, maka tidak dengan Alvi yang sangat menikmatinya, apa lagi saat Jack berjalan mengelilingi kandang besi berukuran satu meter persegi itu. Teriakan Tania mengelegar saat Jack melompat mendekati tempatnya berada. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipis Tania.


Hewan yang sangat mengemaskan jika ada di tangan pawangnya kini menjadi ganas saat kelaparan apa lagi Samuel sengaja tak memberi Jack makan dari pagi agar lebih aktif mengintai Tania. Walau kotak yang di persiapkan Samuel tidak akan bisa di tembus oleh si Raja Rimba, tetap saja menakutkan jika melihatnya.


Siapa yang menyangka si kutub utara memelihara Harimau di dalam mansion Adhitama. Harimau yang sangat mengemaskan jika berada di tangan Samuel, beda cerita jika berada di tangan Rayhan. Sekali ngap auto beda Alam.


***

__ADS_1


Ada yang mau kenalan dengan si Jack si oyeng raksasa



__ADS_2