
"Bukannya saya mau ikut campur dengan rumah tangga Alvi dan Alana. Tapi sepertinya saya harus meluruskan sesuatu pak Kevin."
Kakek Farhan mengambil map coklat di sampingnya lalu menyimpannya di atas meja mempersilahkan ayah Kevin memeriksa nya.
"Apa ini?" tanya ayah Kevin dengan ekspresi datarnya.
Kakek Farhan melirik Alvi sekilas sebelum menjawab Ayah Kevin, pasalnya apa yang akan pria tua itu katakan akan melukai harga diri bahkan mungkin hati cucunya.
"Hasil tes DNA Alvi dan Anna."
Sontak raut wajah Ayah Kevin semakin datar tangannya terkepal kuat dalam genggaman Bunda Anin. Mendengar nama Anna mengingatkannya akan kelakuan wanita ular itu di masa lalu, wanita yang membuatnya harus kehilangan kakak Alana juga membuat dirinya berpisah dengan Anin selama kurang lebih 3 tahun.
"Saya tidak butuh," dingin Ayah Kevin tak ingin menyentuh amplop coklat itu.
"Hasil tes DNA?" gumam Alvi.
Sementara Alana hanya diam mendengarkan, bingung akan pembahasan yang terjadi. Batin Alana selalu bertanya-tanya sebesar apa kesalahan Ibu suaminya hingga ayahnya tak menerima Alvi.
__ADS_1
"Baiklah jika pak Kevin tidak ingin memeriksanya, saya akan menjelaskan secara logis," ujar kakek Farhan. Pria tua itu ingin menyelesaikan semuanya dan membongkar sebuah kebenaran sebelum ajal menjemput.
"Tidak perlu!" Kevin berdiri.
"Mas." Anin menatap suaminya memberi kode agar segera duduk, "Dengar dulu apa yang akan dikatakan Pak Farhan, setelahnya mas Kevin bisa mengambil keputusan," bujuk Bunda Anin.
Menurunkan ego dan menuruti perintah sang istri Ayah Kevin duduk kembali bersiap mendengarkan segala penjelasan Pak Farhan.
Kakek Farhan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan, menatap mereka secara bergantian terutama pada sang cucu yang mungkin akan terguncang.
"Sebelumnya saya meminta maaf sebelum berbicara, pasalnya mungkin pembahasan yang saya katakan bersifat pribadi bagi keluarga Aditama."
"Umur Alana dan Alvi terpaut 10 tahun dimana usia Alvi 27 tahun sedangkan Alana 17 tahun. Kalian memiliki Alana Setelah 5 tahun pernikahan. Pak Kevin pacaran dengan Anna kurang lebih 3 tahun, hubungan kalian berakhir karena Pak Kevin menikah dengan Ibu Anin. Yang artinya anda sudah mengenal Anna 25 tahun. Jika Alvi adalah anak Anna, itu berarti Anna sudah menikah dengan ayah Alvi sebelum bertemu dengan anda...."
"Cukup!" cegah Ayah Kevin tak ingin pria tua itu melanjutkan penjelasanya yang di mana akan menjatuhkan harga dirinya.
Kevin sudah dapat menebak kemana arah pembicaraan pria tua itu. Jika Anna sudah menikah dan punya anak, artinya saat bertemu dengannya perempuan ular itu tidak pera*wan lagi. Tetapi yang mengambil keperawanan Anna adalah dirinya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Kevin mengambil hasil tes DNA itu, dan benar tebakannya Anna hanya Ibu sambung untuk Alvi.
"Terima kasih atas penjelasannya Pak Farhan." Berdiri lalu menarik Anin meninggalkan rumah putrinya tanpa menyapa tuan rumah terlebih dahulu.
Melihat orang tuanya hendak pergi, Alana mengikutinya sampai di depan pintu dan mencegah Bunda Anin pergi dengan mata berkaca-kaca. Sementara Ayah Kevin terlebih dahulu masuk ke mobil.
"Bunda," lirik Alana. "Aku salah apa sama ayah? kenapa ayah nggak kayak dulu lagi, bahkan ayah nggak datang di pesta kelulusan aku tadi, padahal dia ada di kota ini."
Bunda Ani mengusap air mata di pipi putrinya lalu memeluknya.
"Apa aku harus pisah dulu dengan Aa, baru ayah senang dan kembali seperti dulu?"
Bunda Anin mengelus punggung Alana yang bergetar. "Jangan ngomong seperti itu! Bunda janji Ayah bakal balik seperti dulu. Pak Farhan sudah meluruskan semuanya, Ayah hanya butuh waktu untuk berpikir jernih.
...TBC...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan like.