Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Bonus capter 8


__ADS_3

Alvi pulang lebih awal karena merindukan malaikat kecil dan bidadari tak bersayapnya di rumah. Ia mengernyit heran saat tak mendapati siapapun di ruang tamu ataupun ruang keluarga.


"Bi, Alana mana?" tanya Alvi melepas dasi yang serasa memcekeknya.


"Di kamarnya Tuan, Non Alha tadi rewel," jawab Bi Neneng sopan di balas anggukan oleh Alvi.


Laki-laki itu berjalan menuju kamarnya dan mendapati Alana sedang tidur, sementara Baby A bermain. Rasa lelah Alvi seketika menghilang. melihat anak-anaknya.


Alatha tidur di samping Alana, semetara Agatha berada di atas tubuh Alana masih menyesap benda kesukaanya.


"Prinses Daddy di tinggal tidur sama Mommy? Kasian, untung nggak jatuh sayang," gemes Alvi mencumit pipi Agatah yang kini menyembunyikan wajahnya di buah semangka Alana, seperti gadis yang tersipu malu di gombal oleh pacarnya.


"Papapap, mamamama."


"Alha juga mau di cium, hm?" Alvi beralih mencium Alatha yang berusaha meraih tangannya.


Mengigat aturan sang istri bahwa ia tidak boleh mengendong Baby A sebelum bersih-bersih Alvi segera menjauh. Tapi sebelum itu ia mengecup bibir seksi Alana.


Untung saja istri cerobohnya tidak lupa menaikkan pembatas ranjang sebelum tidur atau Baby A akan terjatuh ke lantai.


Usai mandi dan berpakaian santai, Alvi mengendong satu persatu anaknya, merapikan baju juga memeriksa pempres terlebih dahulu sebelum di letakkan di Stroller.


"Mumpung Mommy lagi tidur, kita jalan-jalan sore mau sayang?" tanya Alvi antusias.


"Mamam,"


"Pupupupu."

__ADS_1


Hanya itu respon dari Baby A membuat Alvi tergelak. Malaikat kecilnya sangat mengemaskan. Sebelum pergi ia menghampiri sang istri yang masih terlelap, mungkin kelelahan mengurus anak-anaknya seorang diri.


Alvi kembali mencium bibir Alana juga kening. "Nyenyak banget tidurnya," gumam Alvi. "Aa jalan-jalan sore dulu sama anak-anak ya!"


"Huuhmm," gumam Alana.


Setelah berpamitan dengan istri tercinta, barulah Alvi membawa Baby A keluar kamar, memasuki kotak pergi dari bahan besi itu untuk membawanya ke lantai dasar.


"Bi, kalau Alana nyariin, bilang saya jalan-jalan di taman!" perintah Alvi semberi mendorong stroller yang memuat dua manusia mungil mengemaskan.


"Baik Tuan."


"Arga mana?"


"Tuan Arga di jemput sama Nonya Anin tadi Tuan."


"Pak Alvi, mau kemana? Sendiri aja ya," teriak tetanggah jauh, janda kembang di kompleks elit itu. Janda yang selalu memicu pertengkaran antara dirinya dan Alana.


Alana tidak suka jika ia di ajak bicara oleh janda gantel modelan tetangganya.


"Saya bertiga sama anak-anak saya," ketus Alvi mempercepat langkahnya.


"Berempat sama istrinya, kenapa? Mau godain suami saya lagi?"


Alvi sontak menoleh mendengar suara Alana, dan benar sana wanita tiga anak itu kini berkacak pinging sembari menatap janda gatel yang memakai baju kekurangan bahan.


Ia mengulum senyum, istrinya sangat mengemaskan saat cemburu.

__ADS_1


"Suami saja nggak berselera sama barang obralan. Paha dan Dada kok di pamer kayak ayam di pinggir jalan yang sedang diskonan," cibir Alana membuat tetangganya itu mati kutu.


"Apa senyum-senyum? Senang di godain sama janda? Kalau mau selingkuh minimal yang jauh lebih cantik dari aku, perawan harus!" tantang Alana pada Alvi.


"Tongkat bisbol Aa nggak bisa on kalau nggak di dekat kamu sayang," bisik Alvi setelah Alana memeluk lengannya.


"Mana bisa Aa selingkuh."


"Jelaslah, udah tua juga," gumam Alana.


"Ngomong apa tadi?"


"Aa tampan."


"Tadi bukannya tidur, kok bisa tiba-tiba muncul?" heran Alvi.


"Tadinya mau lanjut tidur, tapi keingat sama tuh janda diskonan, makanya aku buru-buru nyusul."


"Nggak malu sama anak, ngomel mulu, hm?" Alvi menjawil cuping hidung Alana. "Tuh di liatin sama Agatha."


"Kira-kira Atha mikir apa kalau liatin aku gitu A?"


"Kok bisa ya aku punya Mommy kayak gitu," ucap Alvi menirukan suara anak kecil.


"Sembarangan." Mencubit bibir tebal Alvi, membuat pria itu tertawa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2