
"Maaf, Nona. Apa diantara kalian ada keturunan kembar?" tanya Dokter Yuni setelah pemeriksaan USG selesai.
Kini mereka kembali duduk berhadapan. Alana menatap Alvi, begitupun sebaliknya, lama saling menatap hingga menggeleng bersama. Wanita hamil itu beralih menatap dokter Yuni.
"Nggak ada dok, kenapa? ada yang aneh dengan kandungan saya?" tanya Alana dengan raut wajah sedikit was-was.
"Tidak, Nona. Saya hanya bertanya. Sepertinya nona akan menjadi pembuka keturunan kembar," ungkap Dokter Yuni.
"Kembar?" beo Alana.
"Iya Nona, anda hamil anak kembar, tetapi jenis kelamin salah satunya belum di ketahui. Saya sarankan anda lebih banyak mengonsumsi makanan begizi dari biasanya, karena anda mengandung anak kembar," jelas Dokter Yuni meresepkan vitamin ibu hamil untuk Alana.
"Dokter, tolong resepkan makanan bergizi untuk ibu hamil, dan kirimkan pada dokter Angga! Semuanya tanpa ada tersisa, baik itu cemilan atau makan pokok!" perintah Alvi.
__ADS_1
"Aa!" tegur Alana merasa Alvi terlalu berlebihan.
"Untuk keluhan yang anda sebutkan tadi, itu normal bagi ibu hamil, dan mungkin saja akan lebih dari ini karena istri anda hamil anak kembar. Di usia kandungan 4 bulan, anda jangan kaget saat merasakan sesuatu yang bergerak di dalam perut anda. Itu pertanda bayi anda sehat dan aktif."
Setelah Dokter Yuni memberikan beberapa vitamin, Alana hendak bangkit tetapi dengan gesit Alvi menahannya. Laki-laki itu belum selesai berkonsultasi, masih banyak yang harus ia ketahui tentang ibu hamil.
Alvi mengaruk tengkuknya, salah tingkah sendiri akan menanyakan sesuatu yang bersifat privasi pada dokter Yuni. Sebelum berbicara, Alvi terlebih dahulu menutup telinga Arga yang sedari tadi sibuk ngemil.
"Ada yang ingin di tanyakan, Tuan?"
"Anda jangan khawatir Nona. Anda pasien VVIP jadi saya harus melayani anda sebaik mungkin."
"Dokter, apa keseringan menjenguk berbahaya untuk keselamatan mereka? Gaya apa saja yang bisa di lakukan agar nyaman untuk ibu hamil?" ujar Alvi sangat cepat, dokter Yuni belum menjawab saja, telinganya mulai panas, merasa malu dengan pertayaannya sendiri.
__ADS_1
Alvi meringis saat merasakan cubitan sangat keras di area pahanya, ia nyengir tak dosa pada bumil yang memperlihatkan wajah kesal.
Awalnya dokter Yuni tidak mengerti dengan pertanyaan Alvi, tetapi melihat raut wajah suami istri di depannya, membuatnya langsung mengerti. Berusaha manahan senyuam demi menghargai pasiennya. Dokter Yuni mulai menjelaskan apa-apa saja, bahkan sampai gaya yang bisa di lakukan Alvi dan Alana saat berhubungan.
"Tidak ada yang salah berhubungan saat hamil. Berhubungan saat hamil juga ada manfaatnya, tapi jangan terlalu sering."
Usai berkonsultasi dengan dokter Yuni, Alvi pamit undur diri, kini mereka mengunjungi kakek Farhan di ruangan lain. Kondisi kakek Farhan sedikit lebih baik dari empat tahun yang lalu. Tetapi pria tua itu tidak boleh keluar dari rumah sakit. Dokter Anwar hanya bisa mencegah penyebaran tanpa bisa menyembuhkannya.
Lama Alvi dan Alana di ruangan kakek Farhan, membagikan kabar bahagia yang menghampiri rumah tangga mereka secara bertubi-tubi.
"Kita belanja besok aja, hari ini kamu terlihat sangat lelah," ujar Alvi setelah mereka meninggalkan rumah sakit.
Jika biasanya mereka akan pergi berdua saja dengan Alvi. Sekarang keadaannya berbeda, Alana sedang hamil, dan juga kahadiran Arga yang kelewat aktif membuat Alvi membutuhkan sopir pribadi. Tidak mungkin ia membiarkan istrinya memangku Arga dengan keadaan perut yang lumayan besar walau umur kandungan masih empat bulan lebih.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa komen, Vote dan like. Mampir juga di cerita baru dedek "Cinta dan Masa Lalu."