Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Frea


__ADS_3

Di sudut negara bagian di Amerika seorang wanita berambut pirang sedang menghisap sebatang rokok sambil menikmati pemandangan dari balkon apartemennya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya seorang Pria yang lebih tua itu pada wanita berambut pirang itu.


"Aku ingin kembali ke Indonesia, Pa. Aku bosan dengan kehidupan di sini. Tubuhku seakan tak laku lagi di tempat ini. Kalah dengan model model yang lebih muda. Setidaknya, jika di Indonesia, aku masih dapat job, meski hanya model untuk majalah dewasa." Ucapnya sambil masuk ke dalam ruang apartemen itu, menuju mini bar, mendekati seseorang yang dipanggil Papa olehnya.


"Ya terserah kamu saja. Tapi kamu harus tetap berhati-hati. Papa yakin, Dimas masih tetap mencariku, karena kematian Kakaknya. Jika saja istri sopir itu tidak buka mulut, pasti semua akan lancar. Dan juga kamu!" Ucap lelaki, yang bernama Ivan pada Frea, putrinya.


"Aku?" Tanya Frea sambil menatap Papanya.


"Jika saja kamu mendekati Max sesuai rencana, dan dapat masuk dalam rumah mereka untuk menghilangkan bukti bukti yang masih mereka simpan selama ini, kita tidak akan seperti ini. Tapi kamu malah mendekati adiknya yang bodoh itu." Keluh Ivan.


"Jadi semua ini salahku? Kenapa papa tidak menyalahkan dirimu sendiri. Karena kecerobohan kalian memperkosa gadis itu dengan kejam, sehingga membuat bisnis kalian kacau, dan polisi jadi menyelidiki kasus ini. Itu karena kebodohanmu sendiri yang tak dapat menahan nafsu!" Hardik Frea pada Papanya, karena ia sangat kesal, selalu jadi alasan mereka harus sembunyi di negara lain dari kejaran polisi di Indonesia karena masuk dalam jaringan gembong narkoba.


Plakk...


Sebuah tamparan mendarat di wajah Frea, dan Ivan menatapnya dengan tajam.


"Dasar anak sialan! Terserah kamu mau kemana saja. Yang pasti aku tak akan menolong jika sesuatu terjadi padamu!" Ivan berkata dengan keras.


"Aku juga tidak akan pernah minta tolong padamu!" Frea balas membentak Papanya, dan langsung berlalu masuk ke kamarnya membereskan barang barang yang akan ia bawa pergi.


Ivan hanya diam saja, dia hanya duduk sambil menikmati sebotol bir pada mini bar.

__ADS_1


Frea menyeret kopernya keluar dari kamarnya, lalu ia membuka pintu apartemen tanpa menoleh ataupun berpamitan pada Papanya. Ia sudah tidak peduli lagi terhadap Papanya. Sudah cukup baginya untuk menuruti semua permintaan Papanya yang selalu mengatur dirinya, bahkan kehidupannya. Lalu ia menutup kembali pintu itu dengan kasar. Terus berjalan melalui koridor apartemen tua itu. Ia ingin menjalani kehidupan yang dia inginkan, tanpa campur tangan Papanya.


Frea tak memiliki ibu sejak ia kecil, papanya selalu bergonta ganti pasangan, yang membuatnya bingung. Papanya adalah orang kepercayaan seorang pengusaha dan pemilik perkebunan kopi. Papanya bekerja sebagai tangan kanan Papanya Radit.


Namun karena ia gemar berpesta dan berpetualang dengan para gadis gadis murahan di klab malam, membuatnya mengenal salah satu gembong narkoba. Dan ia tertarik untuk menjadi bagian dari bisnis itu, dan mencoba menjalankan sebagai bandar kecil, lalu lama kelamaan, Ivan mulai mengenal beberapa anak orang kaya, dan artis muda, dan menjadi pemasok bagi mereka.


Namun, lama kelamaan pekerjaan gelap Ivan diketahui oleh Papanya Radit. Dan mengancamnya akan melaporkan pada polisi, jika tidak segera berhenti dan keluar dari jaringan gembong narkoba itu.


Di sisi lain, Frea yang sedari kecil mengenal keluarga Radit, telah jatuh hati pada Radit, dan sangat menyayangi mamanya Radit yang cantik dan baik. Dan selalu menganggap Max seperti kakak baginya.


Namun karena keserakahan Papanya, ia menculik Max saat mereka sekeluarga berlibur di puncak. Dan ternyata saat itu Max bersama dengan Nora kekasih masa kecilnya. Lalu kejadian buruk itu menimpa Nora.


Lalu sang penculikan yang terlibat akhirnya tertangkap, ternyata salah satu sopir yang bekerja di keluarga Nora juga terlibat. Namun ia hanya dipenjara selama beberapa tahun.


Akhirnya kejahatan mereka terbongkar, dan gembong narkoba itu marah. Dan menyuruh Ivan untuk membereskan Papanya Radit yang telah melaporkan penemuan itu pada polisi.


Lalu saat Papa dan Mamanya sedang dalam perjalanan hendak menjemput Max dan Radit yang sedang berlibur di puncak, Ivan sengaja menyabotase mobil dengan merusak remnya.


Dan terjadilah kecelakaan itu, yang menyebabkan orang tua Radit meninggal dunia


Lalu Dimas, pamannya mulai mengambil alih semua usaha Kakaknya itu, dan betapa terkejutnya ia dengan foto foto dan beberapa bukti penemuan Papanya Radit tentang keterlibatan Ivan pada kasus penemuan pabrik narkoba.


Saat Dimas hendak menyelidiki, Ivan dan Frea telah meninggalkan rumah dan mereka tinggal di tempat bos mafia itu. Kini Ivan bekerja di sana, dan Frea harus mengikuti smeuanya.

__ADS_1


Frea terbiasa hidup dengan minuman, narkoba, dan wanita wanita penghibur.


Lalu Ivan mengikuti gembong narkoba itu ke Amerika dan penjadi salah satu pemasok yang besar.


Frea yang saat itu telah lulus sekolah di Indonesia, akhirnya tak meneruskan sekolahnya, namun menjadi model atau penari striptis di klub malam.


Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis yang sedang berpesta bersama teman temannya di klub, dan ternyata kekasihnya adalah teman sekamar Radit selama kuliah di Amerika.


Frea yang masih mencintainya, akhirnya berteman dengan gadis itu. Dan pada hari itu ia menemani gadis itu mengunjungi kekasihnya, dan ternyata ada Radit di sana.


Radit telah lupa padanya, karena Frea telah banyak merubah penampilannya. Mereka mengobrol dan minum. Frea sengaja membuat Radit mabuk dan mereka melakukan hal dewasa itu, namun, sebelum ia mendapatkan Radit sepenuhnya, Laura datang untuk memberikan kejutan.


Dan detik itu juga kesadaran Radit muncul dan mengusir Frea dari rumahnya. Hingga saat ini ia tak pernah berhubungan dengan Radit. Namun, ia masih mengingat dengan jelas wanita yang telah menggangunya saat bersama Radit waktu itu. Ia tak melupakannya.


Ia mengambil sisa uang dalam tabungannya, dan membeli tiket menuju tanah air yang telah lebih dari sepuluh tahun ia tinggalkan.


Frea telah menunggu pesawat yang akan membawa dirinya kembali ke Indonesia, setelah sekitar satu jam melalui urusan administrasi.


Ia sudah tak sabar untuk menjalani kehidupan barunya. Ia tak sabar ingin bertemu dengan Radit. Namun, masalahnya, ia tak mengenal seorangpun di Indonesia, dan akan tinggal di mana setelah tiba di sana.


Frea menghela napas panjang menyadari kebodohannya yang tergesa-gesa pergi ke Indonesia tanpa memikirkan ke depannya. Kini ia hanya dapat pasrah, dan berdoa mendapat pertolongan.


Setelah sekitar empat puluh menit menunggu, akhirnya pesawat yang akan membawanya terbang ke Indonesia datang.

__ADS_1


Frea masuk ke dalam pesawat, dan memilih duduk di dekat jendela. Lalu pesawat itu lepas landas terbang melalui lintas benua menuju tanah air. Frea menikmati perjalanan kali ini, kali ini Papanya tidak dapat lagi mengatur hidupnya, meskipun dia tak tau bagaimana ke depannya.


__ADS_2