
Setahun sudah pernikahan Gavin dan Kania, tetapi sampai hari ini mereka belum dikaruniai momongan.
Alena dan Dave sudah menyarankan keduanya untuk konsultasi ke dokter kandungan dan memeriksakan kesehatan mereka berdua.
Namun Gavin selalu saja menolak, baginya saat ini adalah saat yang cocok menikmati kebersamaannya Kania.
Kania sebenarnya ingin mengikuti saran mertuanya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan bagaimana caranya supaya cepat hamil, namun Gavin menanggapinya santai ia tidak ingin di buru-buru masalah anak.
Hari ini setelah makan siang di sebuah rumah makan masakan Padang, tiba-tiba Kania merasa perutnya sangat mual.
Mereka berdua sering makan di tempat ini karena letaknya yang tidak jauh dari kantor.
Tapi aneh hari ini sehabis makan perut Kania seperti menolak dan minta di keluarkan lagi.
Kania dengan langkah setengah berlari menuju toilet dan mengeluarkan semua isi perutnya.
Memang seminggu ini sikapnya seperti sedikit aneh, suka marah-marah gak jelas dan yang bikin tambah gak jelas lagi meminta Gavin tidak boleh mandi setiap sore hari, mencium-cium baju bekas pakai suami satu kebiasaan yang bertolak belakang dari biasanya.
Gavin yang melihat istrinya seperti sedang tidak enak badan segera menyusul, hanya saja sayang ia tidak bisa masuk karena Kania ada di toilet khusus wanita.
Jadilah lelaki itu menunggu di depan sambil mendengar suara "hoeek hoeek" dari mulut Kania.
Setelah menumpahkan semua isi perutnya akhirnya Kania keluar dengan langkah lemas karena tenaganya seperti terkuras untuk bisa mengeluarkan dan memuntahkan semuanya makanan yang masuk tadi.
"Sayang kamu kenapa tiba-tiba seperti ini? Muka kamu pucat sekali dan berkeringat seperti itu." Tanya Gavin sambil membantu istrinya berjalan dan mengelap keringat di kening Kania dengan sapu tangan yang ia ambil dari saku celananya.
"Gak tau nih tiba-tiba mual dan kepalaku sedikit pusing. Anterin aku balik ke apartemen aja yuk, aku ingin istirahat saja sayang," pinta Kania.
"Baiklah kita kembali ke apartemen aja supaya kamu bisa istirahat, aku panggil dokter Lukas untuk datang memeriksa kondisi kamu sekarang," sahut Gavin.
"Gak usah sayang aku cuma perlu istirahat sebentar, paling kecapekan dan masuk angin nanti juga baik lagi," balas Kania.
"Kecapekan habis kemarin aku kerjain siang dan malam?" ledek Gavin.
"Kamu sih terlalu mainnya gak pakai rem," ucap Kania tersenyum malu.
"Kamu yang bikin aku pengen lagi dan lagi, sekarang ayo balik." Ajak Gavin sambil membantu istrinya untuk bangun dan berjalan karena Kania merasa sedikit pusing kepalanya.
__ADS_1
Sampai di apartemen Gavin menuntun Kania masuk ke kamar mereka dan membiarkan Kania beristirahat, tetapi sebelumnya ia di minta untuk membantu menggantikan baju kerja istrinya dengan pakaian santai.
Gavin mencoba merebahkan diri di samping Kania dan memeluk istrinya, membelai rambutnya dengan harapan wanita itu cepet tertidur.
Tapi entah mengapa Kania menjadi sedikit aneh malahan minta suaminya mengangkat ketek dan mencium-cium ketek Gavin.
Membuat Gavin tertawa dan bingung kenapa Kania jadi mempunyai kebiasaan aneh menyukai aroma keteknya. Untung saja tadi pagi ia sudah memakai deodorant jadi membuat dirinya sedikit percaya diri saat Kania mencium keteknya.
"Sungguh aneh kelakuan Kania saat ini, kenapa jadi suka aroma ketek?" pikir Gavin yang tidak habis berpikir.
Kania menjadi orang sedikit kurang waras mendengus-dengus di balik ketek suaminya, seperti ia merasa puas ketika sudah melakukan itu.
"Ada apa dengan istriku ya Tuhan?" tanyanya dalam hati.
Setelah melakukan hal tersebut barulah ia bisa tidur dalam pelukan suaminya, sedangkan Gavin masih memikirkan perubahan dalam diri istrinya yang menurutnya sungguh-sungguh aneh dan sedikit lucu buatnya.
Perubahan yang sedikit membingungkan dan baru-baru ini saja Kania melakukan hal seperti ini.
Kemeja Gavin habis pulang kerja yang hendak di masukin ke keranjang cucian malah di rebut Kania untuk di cium terlebih dahulu baru di letakkan di mesin cuci.
Ingin dia menelepon Sisil mertua perempuannya untuk menanyakan apa memang Kania punya kebiasaan seperti itu dari dulu.
Karena setahun menikah baru sekarang perempuan ini bersikap sedikit aneh, tapi Gavin senang-senang saja melakukannya walaupun kadang ia harus tertawa melihat istrinya asik mencium keteknya dan menahan sedikit rasa geli.
Dipandanginya wajah polos Kania yang sedang tertidur membuat Gavin tersenyum-senyum seperti orang gila.
Sampai ia mencoba memejamkan mata dan tertidur di samping Kania.
Gavin kembali harus terjaga karena rupanya Kania sudah terbangun dan sedang mencium gemas suaminya dan biasa cium-ciuman ketek lagi.
"Sayang kenapa kamu jadi punya kebiasaan baru suka cium ketek aku sih?" tanya Gavin sambil tertawa.
"Gak tau nih, aku juga bingung sama diri sendiri kenapa aku suka hal aneh begini sih?
Aku juga malu loh ... tapi kepinginnya begitu cium ketek kamu, aku aneh ya?" tanya Kania dengan muka sedikit bingung.
"Jangan-jangan kamu hamil sayang, coba kita periksa yuk," ajak Gavin.
__ADS_1
Kania sedikit berpikir apa benar kalau ia sudah terlambat datang bulan, setelah menghitung-hitung ternyata benar saja ia sudah terlambat haid.
"Aku sudah terlambat haid dua minggu, apa benar aku hamil ya?" tanya Kania.
"Aku beli testpack aja dulu kamu tunggu di sini," ucap Gavin antusias.
Langsung saja ia mengambil kunci mobil dan melajunya menuju apotik terdekat membeli testpack untuk Kania.
Kebiasaan Gavin adalah membeli semua merk dari pada salah membeli dan ia malas harus balik lagi.
Sampai di rumah seperti biasa Kania ingin teriak melihat lima merk testpack di dalam kantong belanjaan.
"Buat apa beli testpack sebanyak ini sayang, kamu kebiasaan kalau beli pake borongan," gerutu Kania.
"Udah buat stok nanti anak pertama sampai anak kelima," ucap Gavin sambil tertawa.
"Sekarang coba kamu test dulu," perintah Gavin.
"Aku baca aturan cara menggunakannya dulu sayang, aku belum pernah takut salah pakai," sahut Kania.
Setelah itu Kania langsung masuk kamar mandi dan melakukan test kehamilan dengan menggunakan testpack dan ternyata hasilnya menunjukkan dua garis yang sangat jelas.
"Sayaaaang ... coba lihat" teriak dari dalam kamar mandi.
Gavin langsung membuka pintu kamar mandi yang sengaja tidak di kunci dan menerima hasil testpack dari tangan Kania.
"Hah, akhirnya perjuangan satu tahun pagi, siang dan malam kita membuahkan hasil juga sayang. Kamu hamil Kaniaaa ... sebentar lagi kita akan punya anak." ucap Gavin senang sambil menggendong Kania karena ungkapan rasa bahagianya karena kehamilannya istrinya.
"Udah semua gaya kita coba dan hasilnya sekarang positif," lanjut Gavin.
Gavin menggendong Kania keluar dari kamar mandi, hari ini perasaannya sulit untuk di ungkapkan karena pertama kali mendapatkan kabar akan menjadi seorang ayah itu merupakan hal yang sangat membahagiakan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa untuk memberi komentar, like dan vote ... happy reading.
Jangan bilang ngidamnya aneh, emang orang ngidam suka yang aneh-aneh. Aku juga dulu begitu...hahaha
__ADS_1