
Pagi-pagi Alena sudah bangun ia langsung mengerjakan rutinitasnya seperti biasa adalah menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
Kania turun dari kamar Gavin dan langsung bergabung bersama mertuanya ke dapur membantu membuat sarapan untuk mereka.
"Morning Mom" sapa Kania.
"Pagi banget menantu mommy udah bangun," sahut Alena.
"Iya mom, Gavin mau ke kantor katanya hari ini," balas Kania.
"Siapa yang mengizinkan pengantin baru masuk kantor?" tanya Dave.
"Biar urusan kantor daddy yang urus dulu, kalian pergi honeymoon aja," lanjut Dave.
"Kamu aja yang langsung ngomong sama anak kita sayang," kata Alena.
"Iya nanti aku yang ngomong kalau Gavin sudah turun," balas Dave.
Tidak lama Gavin turun dengan menggunakan pakaian kerja yang sudah rapi.
"Kamu mau kemana hari ini?" tanya Dave.
"Kerja dong dad," Jawab Gavin.
"Siapa yang mengizinkan kamu kerja sekarang? Daddy sudah menyiapkan tiket honeymoon buat kalian berdua, nikmati aja dulu waktu berduaan sama istri jangan mikirin kerja terus," ucap Dave.
"Kapan dad?" tanya Gavin.
"Besok kamu sama Kania berangkat ke Bali untuk honeymoon, nanti kamu atur waktu ajak istrimu ke Paris nikmati waktu berdua," jawab Dave.
"Baiklah dad, aku dan Kania akan berangkat ke Bali besok. Aku juga minta izin sama mommy and daddy kalau kami berencana ingin pindah ke apartemen mungkin setelah pulang dari Bali nanti," kata Gavin.
"Kenapa harus pindah ke apartemen? Rumah kita cukup besar kalian bisa tinggal di sini bersama mommy sama daddy. Nanti mommy kesepian kalau kamu harus pergi dari sini," sahut Alena dengan muka sedih.
"Mommy nanti kami akan sering menginap di sini kalau weekend. Gavin sama Kania janji akan sering mengunjungi kalian berdua," balas Gavin.
"Kania janji akan sering kesini dan nanti kalau mommy mau jalan bareng pasti Kania temenin," sambung Kania.
"Sayang jangan sedih, biarlah anak kita mandiri. Mereka sudah menikah dan tidak harus lagi tinggal bersama kita, kalau nanti kalian mau beli rumah cari yang dekat-dekat sini aja biar nanti mommy kamu gak kesepian bisa main sama cucu-cucunya," kata Dave sambil memeluk bahu Alena dan mencium pucuk kepala istrinya.
"Ya udah mommy izinin tapi janji harus sering datang kesini karena kami pasti sangat merindukan kalian berdua," ucap Alena.
__ADS_1
"Terima kasih mommy, pasti aku dan Kania akan sering main ke sini dan kami pun sama pasti merindukan kalian," balas Gavin sambil memeluk Alena dan Dave secara bergantian.
Kania pun melakukan hal yang sama memeluk kedua mertuanya secara bergantian.
"Udah kalian di rumah aja, daddy mau siap-siap ke kantor sekarang," ucap Dave sambil beranjak pergi menuju ke kamar ia dan Alena untuk siap-siap berangkat bekerja menggantikan tugas Gavin untuk sementara karena sedang cuti.
Alena berjalan menyusul suaminya masuk dalam kamar mereka, ia menyiapkan segala keperluan Dave.
Sementara lelaki itu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian kerja.
"Nanti siang mau di masakin apa sayang? Nanti aku antar ke kantor," tanya Alena.
"Apa saja yang kamu masak pasti enak, nanti siang aku tunggu di kantor," sahut Dave.
Setelah rapi berpakaian dan mengambil tas kerjanya, Dave langsung memeluk istrinya.
"Aku tinggal pergi bekerja dulu, sampai jumpa nanti siang di kantor," ucap Dave sambil memeluk Alena dan mencium bibir istrinya.
"Jangan merindukan aku," ledek Dave sambil terkekeh.
Akhirnya Dave berangkat ke kantor untuk menggantikan tugas Gavin sementara waktu.
Sedangkan pengantin baru sibuk menyiapkan perlengkapan mereka untuk berangkat ke Bali besok pagi.
"Jangan bawa pakaian banyak-banyak, nanti bisa beli di sana sayang," ucap Gavin.
"Wanita itu keperluannya banyak gak seperti lelaki, udah kamu duduk aja aku bisa beresin semuanya," balas Kania.
"Aku mau bantuin istri aku tersayang biar gak capek takut nanti malam gak di kasih jatah," ledek Gavin.
"Iiih, pikiran kamu mesum terus sekarang," kata Kania sambil mencubit perut Gavin abis gemes dengerin mulut omes suaminya.
"Mesum aku cuma sama kamu sayang, gak dosa kan?" godanya.
"Tau ah, kamu jadi gesrek sekarang," balas Kania.
"Gesrek itu virus yang menyerang pasangan pengantin baru sayang, tenang saja itu tidak berbahaya," jawab Gavin cepat.
"Kamu bikin gemes, pinter banget ngeles," sahut Kania sambil menggoda suaminya dengan mencium mesra bibir Gavin.
Jangankan di goda duluan, tidak di goda pun sebenarnya dari tadi Gavin sudah tergoda untuk melahap Kania cuma ia masih menahannya.
__ADS_1
Sekarang Kania malah menggodanya sudah sekalian saja di selesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tanpa menunggu instruksi langsung hajar lagi.
Persetan dengan koper mereka yang masih berantakan, nanti juga bisa di sambung lagi untuk merapikannya.
Sekarang lebih baik menghajar istrinya habis-habisan sampai babak belur, pikirnya salah siapa yang menggoda macan sedang kelaparan.
*****
Di ruangan perawatan rumah sakit kelas VVIP ini Aurel mendapat perawatan, wanita itu masih tergolek lemah dengan muka yang pucat dan belum ada tanda-tanda ia akan sadar.
Ini yang membuat Kevin begitu mengkhawatirkan Aurel sampai sekarang.
Kevin sampai harus meninggalkan pekerjaannya dan memilih untuk menunggu Aurel di rumah sakit, hanya Tina sang manager yang bisa ia minta tolong untuk membantu menjaga istrinya.
Ia tidak ingin rahasianya terbongkar kalau sampai banyak orang yang mengetahui kondisi Aurel saat ini.
Telepon Kevin dari semalam terus berbunyi karena mamanya meminta dia untuk kembali ke rumah karena istrinya juga sedang sakit.
Namun Kevin masih enggan untuk meninggalkan Aurel demi alasan kesehatan wanita itu dan ia memilih untuk tidak mengaktifkan telepon genggamnya.
Kevin fokus dengan kesehatan Aurel dan sedikit mengabaikan kesehatan istri sahnya, pikirnya memang ia tidak mencintai wanita itu. Pernikahannya bisa berlangsung hanya karena permintaan mamanya yang menjodohkan mereka, jangankan hamil menyentuh istrinya pun ia belum pernah.
Tapi ia tidak akan menceraikan wanita itu karena tidak ingin mengecewakan mamanya yang sangat ia sayangi.
"Sayang, bangun dong. Kamu buat aku takut dengan cara kamu tidur lama seperti ini," ucap Kevin sambil memegang tangan Aurel.
"Sayang kamu harus kuat dan bertahan, ada anak kita di dalam rahim kamu. Apa kamu tidak bahagia? Bangun ya jangan buat perasaanku semakin bersalah Aurel," lanjut Kevin sambil mencium tangan Aurel.
Sedangkan Tina sedang memikirkan cara bagaimana harus mengatasi masalah ini, karena Aurel masih terikat beberapa kontrak sedangkan wanita itu terbaring di rumah sakit.
Apabila Tina jujur mengatakan yang sesungguhnya pasti para pencari berita akan menyerbu rumah sakit untuk mencari informasi, lantas alasan apa yang tepat untuk ia berikan supaya berita ini tidak menyebar luas.
Sedangkan di dalam rumah yang super luas dan sangat megah, rumah kediaman Kevin dan keluarga besarnya, mereka semua sedang bingung dengan telepon pria itu dari semalam tidak bisa di hubungi.
Nyonya besar itu sedang mencari-cari keberadaan putranya, ia menghubungi perusahaan di mana Kevin setiap hari bekerja namun kabar yang ia dapatkan bahwa putra tidak berada di kantor sejak kemarin.
Lantas kemana putranya saat ini?
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa sehabis membaca untuk memberi komen, like dan vote.
__ADS_1
Beri dukungan kamu kepada para author dengan cara demikian supaya kami rajin untuk mengetik dan up lagi ... happy reading.