Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-34


__ADS_3

Dira membulatkan bola matanya mendengarkan pernyataan Andre, ia tidak mengenal Gavin maupun Kania.


"Sejak kapan Andre mengakui dirinya sebagai pacar?" Pertanyaan dalam hati Dira.


Dira memberi salam kepada Gavin dan Kania, sedangkan Andre sibuk memeluk pinggang Dira seolah ingin memperlihatkan kemesraan mereka di depan sahabatnya.


"Saatnya aku membalas semua sakit hati ini," pikir Andre.


"Dira putri pertama dari bapak Rudi?" Tanya Gavin.


"Iya betul sekali kak," jawab Dira dengan tersenyum.


Dira bingung dengan sikap Andre yang berubah saat ini, sebelumnya ia dan Andre biasa saja tetapi sekarang lelaki itu menjadi sangat aneh.


Andre memeluk pinggang Dira kemanapun Dira berjalan Andre selalu mengikutinya dan ia terus menggandeng tangan Dira.


Gavin dan Kania melihat Andre dengan perasaan bahagia, akhirnya sahabatnya bisa menemukan pasangan yang cocok.


Berbeda dengan perasaan Andre saat ini, sebenarnya perasaannya tidak karuan melihat Gavin dan Kania berjalan bergandengan dan pria itu memeluk pinggang Kania dengan mesra bukan dengan kepura-puraan seperti yang ia lakukan saat ini.


Kalau ada kesempatan untuk pergi dari tempat ini rasanya Andre adalah orang yang pertama kali pergi tetapi apa daya acara saja belum di mulai mana mungkin ia pergi meninggalkan Dira, pasti gadis itu akan merasa kecewa jika hal itu terjadi.


Andre memilih berpura-pura bahagia dan lari dari kenyataan, ia menjadi pendamping yang baik buat Dira malam ini.


Bahkan Andre harus menyiapkan sebuah jawaban bila besok Dira bertanya kenapa ia mengakui gadis itu sebagai pacarnya.


Di akhir acara hari ini ada ramah tamah, tamu di persilahkan bersantap ria dengan menu yang sudah di persiapkan dengan di iringi musik dan nyanyian.


Kesempatan ini Andre gunakan untuk mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.


Andre naik di atas panggung dan meminta sebuah mic lalu ia membisikkan ke pemusik untuk memainkan sebuah nada, ia mulai menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "Pura-pura lupa" dengan menghayati setiap lirik dalam lagu tersebut.


Semua hadirin yang mendengar terkesima dengan suara merdu Andre dan ia begitu menghayati setiap lirik lagunya.


Gavin dan Kania terkejut mata mereka langsung tertuju kepada Andre, begitu pun Dira yang tidak kalah terkejutnya melihat keberanian Andre berdiri di panggung dan bernyanyi di hadapan orang banyak dengan lagu yang menyayat hati.

__ADS_1


Dira tau kalau Andre suka bernyanyi karena waktu SMP lelaki itu beberapa kali tampil di sekolah untuk bernyanyi.


Syair terakhir dalam lagu itu mengungkap perasaan Andre yang sesungguhnya.


*Jangan datang lagi cinta, bagaimana aku bisa lupa, padahal kau tahu keadaannya, kau bukanlah untukku.


Jangan lagi rindu cinta, ku tak mau ada yang terluka, bahagiakan dia aku tak apa, biar aku yang pura-pura lupa*


Andre melantunkan nyanyian ini dengan segenap hati sampai di akhir baitnya ia menutup matanya dan mencoba mengatur perasaannya kembali sebelum ia turun dari panggung.


Semua orang bertepuk tangan mendengar suara merdunya, Gavin menatap Kania seperti menangkap ada perasaan yang tidak beres dalam diri Andre.


Andre bersahabat dengannya cukup lama pasti Gavin bisa memahami perasaan Andre.


Tetapi bukannya pria itu barusan habis berbahagia memperkenalkan pacar barunya di depan dirinya dan Kania? Kenapa tiba-tiba Andre kelihatan galau lewat lagu yang di nyanyikan barusan? Mungkin hanya sebuah lagu bukan mewakili hati dan pikiran Andre yang sesungguhnya, Gavin mencoba menerka-nerka perasaan sahabatnya tersebut.


Demikian juga dengan Dira, gadis itu sendiri sedang menebak-nebak perasaan Andre saat ini.


Dari mimik mukanya sepertinya Andre sedang sedih, memang kenyataannya Andre sedang sedih melihat Kania berdampingan dengan sahabatnya.


Turun dari panggung Andre langsung melangkah menuju toilet, di sana ia mengeluarkan sapu tangan dan membasuh sedikit air matanya yang sempat mengalir.


"Are you ok bro?" tanya Gavin yang langsung menyusul melihat Andre berjalan menuju toilet.


"I'm ok, don't worry about me." jawab Andre


"Don't lie to your feeling, I'm your friend and I know you very well ! " tegas Gavin.


"Tenang bro, gue baik-baik aja. Gue cuma menyanyikan lagu yang lagi hits," jawab Andre sambil menepuk kembali bahu Gavin.


"Are you sure? You don't lie to me?" tanya Gavin.


"Beneran bro, lu jangan sok-sok perhatian gitu," jawab Andre sambil terkekeh menyembunyikan perasaannya.


"Udah kita balik lagi, nanti timbul pertanyaan dari cewek gue yang kelamaan di tinggal ke toilet," lanjut Andre mengajak Gavin kembali bergabung dengan yang lain.

__ADS_1


Akhirnya kedua pria tersebut kembali ke ruangan acara menghampiri Kania dan Dira yang lagi asik ngobrol.


"Dari mana kalian berdua? Bisa kompak begitu datangnya berduaan?" tanya Kania.


"Kak Andre dari mana? Tadi Dira cari abis dari panggung langsung menghilang?" tanya Dira.


"Wanita kalau bertanya satu belum di jawab yang lain bertanya lagi.


Gimana kalau kita beristri lebih dari satu bro lebih cepat pikun karena memikirkan jawaban untuk pertanyaan mereka," celoteh Andre sambil duduk di sebelah Dira.


Demikian Gavin duduk di sebelah Kania, sedangkan dua wanita yang mendengar celotehan Andre hanya tertawa.


"Kita dari toilet, kalian ini sudah curiga aja," jawab Gavin sambil terkekeh.


Sambil duduk mereka berempat berbincang-bincang, Andre melingkarkan tangannya di pundak Dira.


Sampai acara tersebut berakhir dan mereka berempat harus berpisah, Gavin dan Kania harus kembali bersama kedua orang tua mereka masing-masing sedangkan Andre dan Dira naik keatas karena Dira dan keluarga sedang menginap di hotel baru mereka.


Andre masih tetap bersikap mesra sama Dira, ia menggandeng tangan gadis itu dan membantunya berjalan dengan gaunnya yang sedikit panjang.


Sebenarnya sikap manis Andre saat ini membuat hati Dira mulai berbunga-bunga, ia merasa Andre mulai memperhatikannya.


Atau Andre sudah mempunyai perasaan suka terhadap dirinya? Dira mulai menebak-nebak perasaan Andre yang sesungguhnya.


Tetapi lelaki itu belum pernah mengatakan apapun di hadapannya, hanya pengakuan yang ia dengar dari mulut Andre di hadapan sahabatnya.


Dira pasti akan mempertanyakan semua ini kepada Andre di saat yang tepat, bukan saat ini di saat semua lelah setelah mengikuti acara tadi pasti akan menimbulkan kesalahpahaman di antara mereka.


Andre mengantar Dira sampai di kamarnya lalu kembali ke kamarnya sendiri.


Sampai di dalam kamar Andre langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, sebelum sempat lelaki itu melepaskan apapun yang ia kenakan saat ini.


Ia mencoba memejamkan matanya mencoba mengingat kejadian tadi apa saja yang sudah ia ucapkan "Sungguh konyol sikapku tadi" katanya dalam hati.


Pasti esok akan ada pertanyaan dari Dira membuat kepala Andre pusing memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan.

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat like, komen, dan vote ... happy reading.


__ADS_2