
Orang tua Kevin di buat bingung dengan ulah putranya yang dengan sengaja memutuskan komunikasi dengan mereka.
Sedangkan Siska istri sah Kevin sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, alasan apa yang akan di berikan orang tua Kevin kepada besan mereka kalau menanyakan prihal ketidakhadiran Kevin di tengah-tengah mereka.
Siska dari kemarin mengeluh sakit di bagian perutnya sampai wanita itu pucat pasi akhirnya mertuanya membawanya ke rumah sakit.
Setelah mendapat pemeriksaan ternyata Siska menderita kanker rahim itu yang membuat dirinya sering sekali merasakan sakit di bagian perutnya.
Di saat genting seperti ini Kevin malah menghilang dan tidak tau kemana, hal ini membuat kepala mamanya pusing tidak karuan.
Sedang di rumah sakit berbeda Aurel belum juga menunjukkan kemajuan yang berarti, wanita itu masih nyaman dengan tidurnya dan enggan membuka matanya.
Akhirnya Kevin meminta Tina untuk menjaga Aurel sementara dan ia berjanji akan segera kembali.
Kevin memutuskan untuk menyalakan teleponnya kembali dan memutuskan untuk pulang menemui mamanya.
Tapi alangkah terkejutnya ia melihat banyaknya pesan yang masuk yang mengabarkan Siska sedang dalam perawatan di rumah sakit.
Cobaan apakah yang Tuhan berikan buat dirinya saat ini? Kenapa harus kedua istrinya masuk rumah sakit secara bersamaan?
Kevin segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit di mana Siska sedang di rawat, benar saja di sana sudah sangat ramai keluarga besarnya dan keluarga besar Siska sudah berkumpul.
Ia harus siap dengan seribu pertanyaan dari sang ibu suri yang akan segera intrograsi dirinya dengan seribu pertanyaan.
Kevin harus menjawab dengan sangat hati-hati pertanyaan dari mamanya yang super cerewet apalagi ini mengenai menantu kesayangannya.
Setelah mengetahui sakit yang di derita Siska membuat Kevin menjadi kasihan terhadap wanita itu.
Pasti Siska sangat terpukul ketika mengetahui penyakitnya, membuat pria itu seperti merasa bersalah kepada dua orang wanita yang menjadi korban keegoisan dirinya.
Kalau saat ini ia di minta memilih pasti Kevin tidak akan sanggup untuk memilih salah satu, karena dirinya merasa bersalah terhadap kedua wanita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Kevin bingung harus bagaimana tadi ia sudah berjanji akan segera kembali menjaga Aurel tetapi sekarang ia di hadapkan dengan Siska yang juga terbaring lemah, sungguh ia sangat dilema.
*****
Gavin dan Kania sudah bersiap hendak berangkat ke Bali untuk honeymoon mereka, semua sudah di persiapkan Dave sebagai hadiah pernikahan untuk putranya.
Gavin dan Kania sudah rapi dan langsung turun ke bawah dengan di bantu bi Tini untuk membawa koper-koper mereka berdua.
__ADS_1
Setelah pamit kepada Dave dan Alena segera mereka berdua melangkah ke mobil yang di kendarai pak Eko yang akan mengantar keduanya menuju bandara.
Keduanya kompak mengenakan celana hitam dan kaos putih lengkap dengan topi dan kacamata hitam.
Sekarang mobil sudah melaju menuju bandara, Gavin dan Kania senang bisa nikmati waktu bersama berdua beberapa hari ke depan.
Bersyukur Gavin dan Kania mempunyai orang tua yang sangat pengertian dan sayang kepada mereka berdua.
Sampai di bandara keduanya langsung check in lalu masuk ke lounge bandara sambil menunggu jadwal keberangkatan.
Gavin memesan minuman dan beberapa cemilan untuk untuk mengurangi rasa bete menunggu pesawat datang dan saatnya boarding tiba.
Sambil duduk di sofa tunggu Kania dengan manja menyandarkan kepalanya di bahu Gavin, tangan lelaki itu terus saja membelai rambut panjang istrinya.
Sesekali Kania jadi menguap karena keenakan merasakan belaian dari Gavin.
"Jangan tidur dulu sayang, nanti kalau sudah dalam pesawat baru kamu tidur.
Sebentar lagi kita sudah harus boarding." ucap Gavin.
"Tenang aja aku gak tidur kok," sahut Kania.
Tidak beberapa lama mereka sudah di persilahkan naik ke dalam pesawat, Gavin menggandeng tangan Kania melangkah menuju pesawat.
Setelah membantu memasangkan seatbelt Kania, ia meminta Kania untuk bersandar di dada bidangnya.
"Sini aku peluk, kamu tidur dulu aja perjalanan masih lama lumayan lama kamu bisa pakai buat istirahat sayang," ucap Gavin sambil mencium singkat bibi istrinya.
Seorang pramugari cantik yang sempat menyaksikan Gavin mencium bibir Kania menjadi tersenyum tersipu malu, namun pria itu bersikap biasa saja.
Hanya Kania yang membalas senyum sang pramugari tersebut dengan cara tersenyum balik.
Perjalanan Jakarta Bali lumayan memakan waktu, mereka harus menghabiskan kurang lebih dua jam dalam pesawat.
"Kamu juga tidur, jangan melirik pramugari terus," goda Kania.
"Cantikan istri aku dong, ngapain melirik pramugari, bening juga kamu di mata aku," ledek Gavin.
"Kamu gombal tengik sekarang," sahut Kania.
__ADS_1
"Habis kamu gemesin sih, udah sekarang tidur buat ngumpulin tenaga. Ingat tujuan kita ke Bali untuk bulan madu sayang," bisik Gavin ke telinga Kania di akhiri satu ciuman mendarat di pipi Kania.
"Aku juga tau, siapa yang bilang ke Bali buat pegang cangkul," balas Kania di telinga Gavin dan membalas ciuman di pipi Gavin dan sontak memancing senyum para pramugari yang sedang duduk di depan karena pesawat sedang take off.
"Udah tidur, pejamkan mata kamu sekarang dan aku juga mau tidur biar gak melihat yang cantik-cantik berdiri di depan," ledek Gavin.
Akhirnya pengantin baru itu memejamkan matanya selama di perjalanan, pramugari yang membagikan makanan dari maskapai pun sepertinya sudah tidak di respon lagi.
Sampai pesawat berhasil landing dengan baik di bandara internasional Ngurah Rai Bali Gavin dan Kania bersiap untuk turun.
Gavin menurunkan koper mereka dari bagasi atas dan langsung melangkah keluar pesawat bersama Kania.
Di luar sudah ada seorang yang menunggu untuk menjemput dengan membawakan kertas bertuliskan nama Gavin dan Kania, ia adalah orang suruhan Dave untuk mengantar kemana pun perginya mereka berdua.
Setelah menghampiri orang tersebut, mereka segera menuju mobil yang siap mengantar keduanya menuju hotel.
Dave sengaja tidak meminta Gavin dan Kania untuk menempati villa mereka yang ada di Bali, tetapi dengan memesan hotel yang cocok untuk suasana bulan madu di sana.
Gavin dan Kania di antar menuju sebuah Hotel and Resort di Bali yang terletak di pinggir pantai.
Dave memilih resort yang di lengkapi dengan privat pool, pemandangan pantai dan lautan tepat di depannya, tempat yang tepat untuk anak dan menantu mereka berbulan madu.
Tempatnya tidak terlalu ramai karena memang hanya kalangan terbatas yang bisa menginap di sini mengingat harga sewanya yang tidak murah.
Ada beberapa pasangan kebanyakan bule yang merupakan turis di Bali yang sedang menikmati liburan di sini, rata-rata mereka yang memang sedang menikmati keromantisan berdua dengan pasangannya.
Gavin dan Kania di antar memasuki resort dan setelah melihat semua fasilitas di dalam resort membuat kedua mengangguk puas.
Gavin mengirim pesan ucapan terima kasih kepada Dave atas hadiah bulan madu yang ia terima bersama Kania.
"Daddy kami sudah sampai resort dan terima kasih buat hadiahnya. Kami suka dan senang dengan suasana di sini pas banget untuk honeymoon. Suasananya tenang dan kesan romantisnya dapat banget sekali lagi terima kasih daddy ... love you," sebuah pesan Gavin buat Dave.
Tidak lama sebuah pesan masuk berbunyi di handphone Gavin " Selamat bersenang-senang di sana, gak usah mikirin oleh-oleh buat kami cukup buatkan saja seorang cucu yang lucu dan menggemaskan kami sudah bahagia." pesan balasan dari Dave.
Membaca pesan dari Dave membuat Gavin tersenyum, daddy Dave memang seorang ayah yang sangat pengertian dan sayang keluarga. Dapatkah ia seperti dengan Dave??
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Jangan lupa buat kasih like, komen dan vote setelah membaca.
__ADS_1
Terima kasih buat reader yang sudah mengikuti kisah ini dari awal dan makasih banget saran dari kalian. Tenang aku gak akan kasih konflik yang terlalu berat, karena bacaan ini sekedar buat hiburan bukan buat orang strees membacanya.
Ikutin aja alurnya dan kalau kalian fokus baca dari awal aku selalu memberikan penekanan dalam setiap konflik ... pokoknya aku padamu readers muach ππ€