
Hari yang di nanti oleh semua orang pun tiba mereka akan mengetahui siapa yang menjadi tunangan Gavin.
Kania sudah masuk ruang ganti untuk di dandani oleh seorang MUA dan wanita itu menggunakan gaun pilihan calon mertua yang di pilih khusus untuk calon menantu pilihan mereka.
Semua keluarga pun bersiap-siap untuk menghadiri acara malam ini, Alena dan Sisil juga tidak mau kalah mereka pun ikut di make up untuk mendampingi putra dan putri mereka nanti dalam acara pertunangan Gavin dan Kania.
Ruang ganti itu penuh dengan wanita-wanita heboh yang tidak mau kalah saing dandanannya.
Grandma Jean dan oma Rita yang sudah sangat tua pun tidak mau kalah saing minta di make up, belum lagi oma Lia dan oma Agnes ikutan juga di make up.
Kebayang kan repotnya para MUA mendandani para wanita yang sudah tidak muda ini, belum lagi cerewetnya mereka ini sudah di atas rata-rata semua.
Para oma-oma hebring yang tidak mau di kalahkan jaman sekalipun tua tetap saja jiwa sosialitanya tidak pernah pudar.
Kini mereka semua sudah selesai di dandani dan siap menunggu di ballroom tempat acara berlangsung.
Mereka sudah cantik-cantik semua berkat tangan handal yang memberikan sentuhan make up sehingga bisa menutupi kerutan di wajah mereka.
Tinggal Kania sedikit lagi sudah selesai di dandani, di dampingi Sisil dan Alena mereka kagum melihat betapa cantiknya gadis itu malam ini.
"Calon menantu mommy cantik banget malam ini," kata Alena.
"Anak gadis mama cantik loh," ucap Sisil.
"Terima kasih buat pujian dari kalian semua," balas Kania sambil tertawa.
"Ayo kita turun bersiap-siap nanti tamu sudah pada datang," ajak Alena pada Sisil.
Tamu-tamu mulai berdatangan Dave dan Rio terlihat gagah menyambut para undangan, dua lelaki itu sudah menggunakan setelan tuxedo berwarna senada untuk menunjukkan kekompakan mereka sebagai calon besan.
Alena dan Sisil pun ikut bergabung di bawah mendampingi suami mereka masing-masing, sedangkan para oma dan opa punya dunianya sendiri.
__ADS_1
Mereka sambil duduk saling membuka cerita dan berbagi kisah mereka.
Dari para undangan yang hadir nampak Kevin datang bersama sang istri yang masih di rahasiakan di sampingnya.
Kevin memberi selamat kepada Dave dan Rio atas pertunangan anak mereka, Aurel yang di sampingnya tersenyum kecut ketika melihat wajah Alena karena belum lama ini mereka harus terlibat perdebatan hanya gara-gara sebuah gaun.
Kevin dan Aurel berjalan mendekati Gavin yang nampak gagah dengan menggunakan tuxedo dan tubuh atletisnya membuat ia tambah sempurna sebagai seorang laki-laki. Pasangan pengantin baru tersebut memberi salam kepada Gavin atas pertunangannya.
Namun Kania masih di tempat persembunyiannya belum waktunya ia harus tampil, ia masih nyaman di ruang ganti duduk sambil menonton di layar televisi jalannya acara pertunangan dirinya malam ini.
Para undangan di persilahkan untuk duduk karena acara akan segera di mulai.
Dengan di pimpin seorang MC profesional acara pertunangan Gavin dan Kania pun di mulai.
Di mulai dari sambutan dari keluarga Dave menyampaikan tujuan mereka untuk mempertunangkan putra mereka dengan putri Rio dan di lanjutkan sambutan dari keluarga Rio menanggapi maksud keluarga Dave lalu baru Kania di persilahkan keluar untuk masuk dalam acara.
Kania sendiri yang akan menjawab apakah ia bersedia menjadi tunangan Gavin.
Saat Kania keluar dan menampakkan diri dengan balutan gaun yang sangat indah pilihan calon mertuanya dan riasan wajah serta rambut yang sangat serasi dengan kulitnya, membuat mata para undangan tertuju kepadanya.
MC memberikan sebuah mic kepada Gavin untuk menyampaikan maksudnya malam ini.
"Kania maukah kamu menjadi tunangan saya mulai saat ini dan hidup berbahagia bersama nanti setelah kita menikah dan juga menjadi ibu dari anak-anakku kelak?" ucap Gavin mantap menatap wajah Kania yang sedikit menunduk menahan sedikit nervous yang ada dalam dirinya.
Kini mic berpindah ke tangan Kania untuk menjawab pertanyaan Gavin.
"Iya, saya mau menjadi tunangan kamu mulai saat ini dan hidup berbahagia berdua setelah kita menikah nanti dan saya siap menjadi ibu dari anak-anak kita." Jawab Kania sambil malu-malu diiringi tepuk tangan dari para hadirin yang hadir.
Bagi keluarga Dave dan keluarga Rio mendengar putra mereka saling menerima membuat haru, bahkan Alena dan Sisil sampai meneteskan air mata akhirnya pertunangan anak mereka bisa berjalan dengan lancar.
Kevin pun memberi tepuk tangan hanya Aurel yang terlihat tidak bersemangat, berbeda dengan respon Andre dan Dira yang juga berada di sana mereka sangat bahagia dan tersenyum penuh haru.
__ADS_1
"Kapan kita menyusul Dira?" tanya Andre.
"Jalani dulu aja by, enggak usah buru-buru karena napsu," jawab Dira sambil tersenyum.
"Tapi aku juga pengen seperti mereka, sepertinya bahagia sekali Dira," balas Andre.
"Aku masih ingin pacaran yang lama dengan kamu." Sahut Dira sambil mencubit lengan Andre.
"Auw" pekik Andre sambil menutup mulutnya menahan sakitnya cubitan Dira.
Sedangkan wanita itu hanya tertawa melihat sikap Andre yang kadang suka terburu napsu.
Lalu Gavin memakaikan cincin di jari manis Kania dan sebaliknya Kania pun memakaikan cincin di jari manis Gavin lambang mereka sudah saling mengikat satu sama lain sebagai tunangan.
Dan laki-laki itu memberikan satu bucket bunga kepada Kania dan memberikan kecupan mesra di bibir Kania yang diiringi tepuk tangan kembali dari para undangan.
Semua orang nampak berbahagia bukan hanya Gavin dan Kania, mereka bisa merasakan bagaimana perasaan kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu.
Dan sekarang semua orang jelas mengetahui siapa wanita yang sudah memenangkan hati Gavin, dan Kania tampil di depan publik bahwa dialah nanti yang layak menjadi menantu keluarga Dave.
"Seharusnya aku yang berbahagia berdiri di sana mendampingi kamu sayang," kata Aurel dalam hatinya.
Wajahnya nampak muram sekalipun sudah menjadi istri Kevin tidak sedikitpun ia bahagia sekarang.
Sering kali ia harus di tinggalkan sendiri di apartemen dengan alasan Kevin sedang sibuk dengan pekerjaannya, karena sadar akan posisinya saat ini ia hanya bersabar dan menerima dengan lapang dada.
Ia berusaha menghabiskan waktu dengan bekerja dan menerima banyak job untuk mengusir kesepiannya.
Di saat acara ramah tamah, Aurel berusaha tetap di samping Kevin namun mereka tidak terlalu berani menampakkan kemesraan di depan umum karena lagi-lagi statusnya yang masih disembunyikan oleh sang pengusaha.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Jangan lupa buat kasih like dan komentar setelah selesai membaca.
Jika suka bisa bantu vote ... selamat membaca dan bermalam minggu.