Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-55


__ADS_3

Setelah acara malam itu Gavin melihat perubahan sikap Kania, sepertinya omongan Aurel benar-benar sudah meracuni hati gadis itu untuk meragukan seriusan hubungan mereka.


Kania takut Gavin suatu hari nanti akan meninggalkan dirinya seperti ia meninggalkan Aurel, padahal hubungan mereka saat ini sangat berbeda.


Kania adalah wanita yang memang di harapkan dan di setujui oleh kedua orang tuanya untuk mendampingi hidup Gavin.


Berbeda dengan Aurel yang sangat tidak mungkin di setujui karena profesi dirinya.


Untuk membuktikan keseriusan hubungan mereka akhirnya Gavin membawa kedua orang tuanya untuk menyambangi kediaman Rio dan Sisil, guna membicarakan keseriusan hubungan anak mereka.


Apalagi satu minggu ke depan Kania sudah wisuda jadi sudah saatnya mereka juga memantapkan hubungan keduanya.


Rio dan Sisil yang mendapat kabar tentang rencana kunjungan Dave dan Alena ke rumah mereka tentunya ini adalah berita yang menyenangkan.


Selain keluarga mereka yang sudah saling mengenal lama, mereka merasa tenang anak gadis satu-satunya yang Rio dan Sisil miliki bisa menjadi istri dari anak sahabatnya sendiri.


Apalagi selama ini Rio mengenal Gavin sebagai pemuda yang cukup bertanggung jawab, bisa menjaga dan rajin di dalam bekerja seorang pekerja keras seperti Dave.


Gavin juga tidak menjadi tinggi hati dengan posisi yang ia pegang saat ini walaupun kadang sikapnya ada yang sedikit kaku.


Gavin dan kedua orang tuanya sampai di kediaman Rio.


"Selamat siang om, Gavin kesini bareng daddy and mommy guna membicarakan hubungan aku sama Kania yang lebih serius.


Sepertinya anak gadis om dari kemarin kurang yakin sama aku, karena abis menelan racun omongan Aurel," kata Gavin sambil memandang wajah Kania yang sedari tadi menunduk.


"Iiih apaan sih, aku biasa aja," sahut Kania sambil malu-malu.


"Aku kesini bareng orang tua aku, kalau sampai aku mengingkari berarti bukan cuma aku yang malu tetapi juga keluarga aku.


Aku ingin membuktikan kepada om Rio, tante Sisil dan Kania kalau aku serius untuk membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius.


Aku mau kita tunangan dua Minggu lagi setelah kamu selesai wisuda dan menikah tiga bulan ke depan," ucap Gavin.


Dave dan Alena sengaja membiarkan Gavin yang mengutarakan niatnya kepada orang tua Kania untuk membuktikan anak mereka adalah lelaki sejati.


Dave dan Alena hanya tersenyum mendengarkan ucapan anak mereka yang secara tegas menyampaikan maksud dan rencana ke depan.


"Kalau masalah itu kami sebagai orang tua hanya menyerahkan kepada kalian berdua, om Rio dan tante Sisil yang sebentar lagi kamu panggil papa dan mama ini, juga orang tua kamu hanya menjadi pendengar sekaligus saksi buat rencana kalian.

__ADS_1


Tetapi nanti kalau kalian ada masalah baru berhadapan dengan kami sebagai orang tua untuk kita sidang benar gak pak Dave?" tanya Rio.


"Betul itu, kalau ada masalah baru kami terjun dan turun tangan. Kebahagian kalian itu di atas segalanya bagi kami sebagai orang tua, kalau kalian yakin akan hubungan ini lanjutkan kami mendukung," jawab Dave.


"Kita besanan Sil," selah Alena sambil tertawa.


"Siapkan acara tunangan mereka dua minggu!" Perintah Dave sambil melirik istrinya.


"Sudah tua kita sebentar lagi udah jadi oma dan opa," ucap Sisil sambil tertawa.


"Nanti Kania cari gaun buat tunangan dan menikah sama mama aja gak usah sama Gavin. Nanti ribet seperti papanya dulu bikin kesel, biar jadi urusan kita wanita aja Sil," kata Alena.


Tiga lelaki itu hanya menggeleng kepala melihat para wanita mereka yang meributkan persoalan gaun.


"Iya tante Kania setuju aja," jawab Kania sambil tersenyum.


"Panggil mommy aja mulai membiasakan diri sebentar lagi kamu akan menjadi anak kami juga," sahut Alena.


"Baik mom," balas Kania.


"Curang kamu Panggil mommy aku mom, aku masih panggil mama kamu dengan panggilan tante Sisil," celetuk Gavin sambil terkekeh.


Mereka yang mendengar celetukan Gavin menjadi tertawa.


"Maaf kalau anak mommy mungkin tidak seromantis pria pada umumnya karena itu sudah DNA dari daddynya begitu," ucap Alena sambil terkekeh.


Ucapan istrinya mendapat lirikan tajam dari Dave sambil tersenyum, mengingat mereka pernah gagal karena sikap cuek darinya.


"Mommy ngomong apa sih, Gavin romantis sama Kania mom," sahut Gavin.


"Romantis apaan tukang maksa, jadian juga dipaksa terus lupa bawa cincin apa itu namanya romantis?" cebik Kania.


Semua yang mendengar menjadi tertawa dan Alena cukup memahami anaknya paling tidak sedikit sifatnya mirip suaminya.


Gavin tertawa dan mukanya menjadi merah karena kartu merahnya terbuka.


"Jadi dua minggu ke depan kita akan di sibukkan untuk mengurus pertunangan mereka berdua," kata Dave melirik istrinya.


"Itulah tanggung jawab orang tua belum berhenti kalau anaknya belum menikah, semoga semua bisa berjalan lancar sesuai rencana," kata Rio.

__ADS_1


Setelah hari ini akan menjadi hari yang sibuk buat dua keluarga ini untuk mempersiapkan hari pertunangan anak mereka.


"Mantan kamu di undang gak?" ledek Kania.


"Tidak perlu, supaya kamu tidak sakit hati dan dia juga tidak sakit hati," jawab Gavin cepat.


*****


Kania harus membuat gaun yang di pakai di hari pertunangannya dengan Gavin dengan di antar oleh Alena dan Sisil ketiga wanita itu menuju sebuah boutique seorang perancang mode terkenal.


Di sana ketiga wanita itu memilih gaun untuk Kania, Alena dan Sisil sibuk melihat-lihat yang cocok dan bagus untuk di kenakan di hari pertunangan putri mereka.


Setelah sedari tadi mereka sibuk memilih ada beberapa gaun sepertinya yang menjadi pilihan, tinggal mereka coba di ruang pas mana yang paling cocok untuk gadis itu.


Tiba-tiba datang seseorang wanita yang masuk sedang mencari gaun untuk dirinya, sepertinya wanita ini juga sudah menjadi pelanggan tetap di boutique ini.


Wanita itu tidak lain adalah Aurel sang foto model.


Kania, Sisil dan Alena sudah menentukan pilihan mereka, dengan di bantu oleh beberapa pelayan akhirnya mereka akan membawa gaun tersebut di ruang ganti.


Aurel melihat Kania menatap dengan perasaan tidak suka, apalagi ia tau salah satu dari wanita paru baya tersebut adalah orang tua Gavin.


Kania berjalan di tengah antara Alena dan Sisil mereka menuju ruang ganti untuk mencoba mana yang cocok untuk Kania.


"Sepertinya yang ini paling cocok sesuai dengan bentuk body kamu kan," kata Alena.


"Mommy suka yang ini? Kania setuju aja mom," sahut gadis itu.


Aurel yang tidak jauh dari tempat mereka mencoba gaun tidak sengaja mendengar pembicaraan dari ketiga wanita itu sejak tadi.


"Pasti kamu akan kelihatan jauh lebih cantik dengan memakai gaun itu nanti di hari pertunangan kalian. Tambah membuat anak mommy semakin tergila-gila," kata Alena.


"Mommy bisa aja," balas Kania.


Sontak membuat Aurel menjadi kaget, "Tunangan?? mereka akan tunangan?" katanya dalam hati.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa untuk like dan komen setelah selesai membaca supaya memberi semangat kepada para author untuk mengetik lagi.

__ADS_1


Kalau suka kamu boleh vote & happy reading.


__ADS_2