
Gavin dan Rio segera meninggalkan Aurel seorang diri dengan tidak banyak pembicaraan di antara mereka.
Gavin memilih untuk melanjutkan peninjauan proyek secepatnya dan setelah itu meninggalkan lokasi tersebut untuk menjauhi Aurel.
Jimmy yang ternyata mengikuti Aurel dari belakang, ia melihat Aurel menepuk pundak Gavin dari belakang tetapi tidak ada yang aneh menurut Jimmy, mungkin saya gadis itu kenal orang tadi pikirnya.
Jimmy lagi mencari cara untuk bisa dekat dengan Aurel, ia berusaha menarik perhatian gadis itu.
"Aurel kamu sepertinya kenal pria barusan?" tanya Jimmy.
"Kamu menguntit aku Jim?" tanya balik Aurel.
"Aku ngikutin kamu dari belakang tadi, takut gadis secantik kamu kalau sampai di culik," jawab Jimmy terkekeh.
"Jangan mulai ngegombalin aku deh Jim," balas Aurel.
"Aku sedang tidak menggombal tapi ini fakta Aurel," sahut Jimmy.
"Udah balik yuk, bosan aku dengerin rayuan kamu terus," ucap Aurel.
"Baru juga dua hari bersama kamu udah merasa bosan, apakah tampang aku begitu membosankan? Padahal aku masih ingin bersama kamu lebih lama lagi, kalau perlu selamanya." kata Jimmy sambil menampilkan muka yang pura-pura sedih.
"Berhenti untuk menggombal Jim, aku lagi badmood," balas Aurel.
"Lelaki tadi yang membuat kamu badmood?" tanya Jimmy.
"Tau ah ... gak usah di tanya lagi Jim." Muka Aurel berubah menjadi sedikit kesal, memang sikap Gavin sudah merubah mood dirinya.
"Ayo balik tuan putri," goda Jimmy.
Aurel dan Jimmy balik ke lokasi shooting karena sebentar lagi mereka harus kembali untuk melakukan pengambilan video dan foto, tetapi Aurel seperti hilang fokus dan banyak melakukan kesalahan selama proses shooting.
Jimmy yang melihat perubahan Aurel yang tiba-tiba sepertinya mengerti pertemuannya dengan lelaki yang baru ia temui merubah mood Aurel hari ini.
Lelaki itu seperti bukan orang biasa bagi Aurel, sampai-sampai gadis itu seperti hilang gairah setelah bertemu.
Rasa ingin tau tentang sosok lelaki tadi hinggap di hati Jimmy, siapa dia dan apa hubungannya dengan Aurel?
Sedangkan Gavin dan Rio segera melakukan peninjauan proyek segera meninggalkan lokasi dan kembali ke kantor.
Di tengah perjalanan Gavin membuka suara hendak meluruskan perkataannya tadi supaya Rio mengerti alasan ia berkata demikian kepada Aurel.
"Maaf kalau tadi Gavin memperkenalkan om Rio sebagai calon mertua di depan Aurel semua supaya dia berhenti mengejar aku," ucap Gavin.
"Om Rio sudah biasa sebagai artis figuran dari zaman papa kamu dulu dan sekarang gantian kamu lagi," sahut Rio terkekeh.
"Gara-gara itu anak gadis om ngambek kemarin seminggu," balas Gavin sambil tertawa.
__ADS_1
"Sudah biasa kalau Kania ngambek,' kata Rio.
Rio dan Gavin pun tidak lama sudah tiba kembali ke kantor, mereka masuk ke ruangan masing-masing.
Baru saja Gavin duduk di kursi kebesarannya sebuah panggilan masuk di teleponnya.
Ia menatap layar teleponnya di sana ada nama Kania yang sedang memanggil.
Gavin tersenyum lalu mengangkat telepon tersebut.
"Halo," jawab Gavin.
"Halo, kamu lagi sibuk hari ini?" tanya Kania
"Baru pulang dari lapangan meninjau proyek, kenapa kamu kangen aku?" Sahut Gavin.
"Nanti sore bisa jemput aku?" Tanya Kania.
"Boleh, jemput di mana?" Balas Gavin.
"Kampus, terima kasih," kata Kania.
"Udah cuma begitu aja?" Goda Gavin.
"Iya," jawab Kania.
"Muach" balas Kania sambil tertawa.
Sampai sore hari Gavin menghabiskan waktu di kantor, ingat dengan janjinya untuk menjemput Kania ia segera bersiap untuk menuju kampus gadis itu.
Ternyata Kania sudah lebih dahulu menunggu kedatangan Gavin di depan kampus.
Melihat mobil sport Gavin sudah berhenti di depannya dengan cepat Kania langsung masuk ke dalam mobil.
"Emangnya kamu udah kangen lagi, pake acara minta aku jemput?" ledek Gavin.
"Aku mau mengajak kamu pergi ke traktirannya Andre dan Dira, tadi dia telepon mau traktir kita." sahut Kania.
"Aku kira mau kangen sama aku," kata Gavin sambil terkekeh.
Mereka sampai di satu resto di sana sudah ada Andre dan Dira yang menunggu lebih dulu, wajah Andre tampak berseri.
Gavin senang yang melihat wajah sahabatnya seperti sedang berbahagia.
"Ada angin barat ya lu pake acara traktiran dadakan segala," canda Gavin.
"Gue lagi baik hati makanya traktiran," celutuk Andre.
__ADS_1
"Baik hati atau senang hati abis jadian?" tanya Gavin
"Kok lu tau? Jangan bilang lu mata-matain gue bro," jawab Andre.
"Gue udah pasang CCTV di badan lu bro," sahut Gavin sambil tertawa.
Mereka bercanda sambil tertawa sebagai sahabat Gavin ikut senang mendengar Andre yang sudah jadian benaran dengan Dira.
Demikian juga dengan Kania nampak akrab berbincang-bincang dengan Dira, mereka berdua menjadi cepat akrab karena Dira juga anaknya ramah dan asik buat teman ngobrol.
Suasana di antara mereka kembali menjadi hangat, Gavin dan Andre bisa menjadi sahabat seperti dulu.
Di saat mereka berempat sedang larut dalam keakraban dan bersenda gurau, datang dua orang tamu yang tidak lain adalah Jimmy dan Aurel yang menjadi sepupu Andre ikut bergabung bersama.
Rupanya Andre mengundang sepupunya juga bertemu hari ini, karena ia sendiri tidak mengerti bagaimana hubungan antara Gavin dan Aurel yang sesungguhnya.
Andre menganggap Aurel teman main sekaligus sepupu yang layak untuk mendengar kabar bahagia dari dirinya dan Dira. Ia bangga dan ingin menyatakan kalau mereka berdua sekarang adalah sepasang kekasih.
Tidak demikian dengan Gavin dan Kania, apalagi mereka baru mengakhiri perang dingin akibat ulah Aurel seminggu lalu yang dengan berani mencium Gavin.
"Hi Aurel ayo gabung, kayaknya gue gak asing wajah teman lu," kata Andre.
"Jimmy gue teman Aurel, wajar kalau kalian gak asing sama wajah gue karena bolak-balik masuk infotainment gosip artis." Sahut Jimmy sambil menyalami Andre dan kawan-kawan dengan pedenya.
"Sayang, duduk di sini sebelah aku." Ucap Gavin sambil menepuk kursi di sebelahnya dan meminta Kania untuk pindah.
Setelah Kania pindah dari sebelah Dira dan duduk di sebelah Gavin, sengaja pria itu memeluk bahu Dira untuk memperlihatkan kemesraannya di depan Aurel supaya menutupi bahwa ia dan Kania baik-baik saja selepas insiden kemarin.
Aurel melihat kemesraan dua orang yang ada di depannya membuat ia jengkel, kehadiran Jimmy di sampingnya seolah tidak ia pedulikan.
Aurel banyak diam dan tertunduk menahan rasa sakit di hatinya melihat kemesraan yang sengaja di tunjukkan Gavin.
Jimmy melihat ada sesuatu yang tidak beres dalam diri Aurel, apalagi yang ia tau Gavin adalah pria yang tadi siang bertemu dengan Aurel di lokasi shooting.
"Are you okay Aurel?" Bisik Jimmy di telinga Aurel.
"I'm fine Jim don't worry about me." Jawab Aurel dengan suara yang sangat kecil.
Sekalipun Aurel berusaha menyembunyikan perasaannya saat ini namun Jimmy yakin Aurel menyimpan sesuatu.
Wajahnya nampak murung dan sedih bahkan ia menghindar menatap Gavin dan Kania, karena ada perasaan sakit di hatinya yang sulit ia pungkiri.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa untuk selalu memberi like dan komen sehabis membaca dengan itu kamu membuat para author untuk rajin up.
Bila suka dan ikhlas kamu bisa memberi vote ... happy reading.
__ADS_1