
Pagi ini Aurel sedang sendirian di apartemen, semalaman Kevin tidak kembali.
Ketika bangun tidur kepalanya terasa pusing dan perutnya sangat mual, badannya seperti remuk redam pegal semua seluruh tubuhnya.
Aurel ingin ke kamar mandi tapi seluruh tenaganya seperti hilang sehingga tidak ada kekuatan untuk ia bangun dan berjalan.
Aurel berusaha untuk bangun sekalipun ketika mulai berdiri pandangan menjadi kabur tubuhnya mulai limbung.
Untung saja ia segera memegang tembok sehingga bisa bertahan supaya tidah terjatuh, sampai merasa ada sedikit kekuatan ia mulai berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi sendirian.
Tapi Aurel merasakan kepalanya benar-benar pusing, beberapa kali di depan wastafel ia harus memijat keningnya untuk menghilangkan sedikit rasa pusingnya.
Belum lagi perutnya seperti ingin mengeluarkan semua yang ada di dalam sana.
Setelah memuntahkan isi perutnya sampai keringat dingin mulai keluar membasahi tubuhnya.
Kali ini tubuhnya mulai limbung lagi dan pandangannya benar-benar gelap ia tidak punya kekuatan untuk berdiri, tubuh Aurel ambruk di kamar mandi.
Tidak lama Kevin datang membuka pintu apartemen, seringkali pria itu lakukan kalau malam hari ia tidak menginap di apartemen Aurel maka paginya ia akan menyempatkan untuk mampir melihat istri rahasianya tersebut.
Pria itu heran biasanya Aurel sudah bangun dan bersiap untuk berangkat kerja, namun pagi ini dalam apartemen nampak sepi seperti belum adanya tanda-tanda kehidupan.
Kevin langsung menuju kamar mereka, lampu kamar masih gelap namun tempat tidur masih berantakan dan AC kamar masih menyala. Dimana istrinya saat ini?
Ia membuka pintu kamar mandi untung saja pintunya tidak terkunci sehingga dengan mudah pria itu bisa membukanya.
Aurel sudah terkapar di kamar mandi dengan darah terus mengalir nampak jelas dari selangkang*n wanita itu.
Kevin sangat terkejut dan kaget melihat kondisi Aurel saat ini, muka wanita itu nampak sangat pucat pasi.
Segera ia meminta sang sopir menyiapkan mobil dan Kevin dengan sigap mengangkat tubuh Aurel untuk di bawah ke rumah sakit.
"Pak, rumah sakit terdekat," ucap Kevin panik.
Ia terus memeluk tubuh Aurel sepanjang perjalanan, sedangkan wanita itu masih pingsan belum sadarkan diri.
Untung saja tidak jauh dari apartemen ada sebuah rumah sakit.
"Berhenti langsung depan IGD aja pak!" Pintanya pada sang sopir.
__ADS_1
"Baik pak," jawab pak sopir.
Sampai depan IGD Kevin segera mengendong Aurel masuk untuk mendapatkan pertolongan dengan segera.
Aurel segera di periksa sedangkan Kevin mengurus segala keperluan administrasi.
Tidak lama dokter memanggil pihak keluarga untuk memberikan penjelasan tentang sakitnya wanita itu.
"Bapak keluarganya?" tanya sang dokter.
"Iya dok, saya suaminya," jawab Kevin cepat, akibat panik lupa kalau saat ini ia sedang merahasiakan tentang pernikahan mereka.
"Bisa ikut saya ke ruangan pak, ada yang mau saya jelaskan!" Pinta sang dokter.
Pria itu mengikuti dokter itu menuju ruangan dokter untuk mendengarkan penjelasan tentang sakit istrinya.
"Apakah istri bapak sedang hamil?" tanya sang dokter.
"Hamil??" Saya tidak tau dok karena istri saya tidak pernah memberitahu tentang kehamilannya," jawab Kevin.
"Istri bapak sedang hamil dan kehamilannya sudah dua belas minggu karena itu tidak boleh terlalu lelah dan banyak pikiran. Apalagi kehamilan istri bapak sangat lemah dan di haruskan bedrest sampai keadaannya benar-benar pulih," sang dokter berusaha memberi penjelasan kepada Kevin.
Lelaki itu mendengar penjelasan dari dokter sambil bengong karena ia sendiri masih tidak menyangka Aurel akan hamil anaknya.
"Pak, jangan bengong ! Kenapa bapak kaget mendengar berita ini? Seperti sebuah kejutan buat bapak ya?" tanya sang dokter.
"Eeeh iya dok, saya gak menyangka istri saya hamil," jawab Kevin setengah gelagapan.
"Sekarang istri bapak harus di rawat di rumah sakit sampai keadaannya baik baru nanti di lanjut bedrest di rumah?" ucap sang dokter.
"Lakukan yang terbaik saja dokter untuk keselamatan anak dan istri saya." sahut Kevin.
Setelah mendengar perkataan dokter tersebut Kevin keluar dengan langkah lemas, bagaimana nanti Aurel harus menjawab pertanyaan banyak orang tentang kehamilannya karena mereka belum mengumumkan tentang pernikahan ia dan Aurel.
Bagaimana keluarga besarnya kalau sampai mendengar Kevin mempunyai istri simpanan, dan pasti istri sahnya akan sangat sedih sekalipun wanita yang menjadi istri pertamanya itu sangat mengerti kalau Kevin tidak pernah mencintainya sampai saat ini.
Kalau di tanya apakah ia bahagia menyambut kehamilan Aurel? Jujur ia sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah, karena ini pertama kali ia akan menjadi ayah.
Aurel sudah di pindahkan masuk ruangan perawatan, wanita itu masih belum sadarkan diri.
__ADS_1
Sedang di tangannya sudah terpasang jarum infusan, untuk memasukkan beberapa obat untuk menguatkan kandungannya saat ini.
Kevin duduk di pinggir ranjang Aurel sambil memegang tangan wanita itu sambil memikirkan jalan terbaik untuk ia dan Aurel.
Sepertinya mau tidak mau ia harus meminta Aurel untuk meninggalkan tanah air sementara waktu dan menetap di negeri tetangga demi menutupi status mereka.
Perasaannya bingung bahkan sangat bingung kalau Aurel jauh darinya harus bagaimana ia memantau kesehatan istrinya yang sedang hamil. Sedangkan tadi pagi saja hampir ia kehilangan istri dan anaknya jika terlambat saja datang ke apartemen.
Sekarang melihat Aurel terbaring lemah saja sudah membuat ia takut setengah mati.
Bagai makan buah simalakama Kevin saat ini mau jujur ia belum sanggup membayangkan akibatnya tetapi kalau tidak jujur ia kasihan Aurel akan menanggung semuanya dan nantinya anak yang di kandung Aurel yang menerima akibat perbuatannya.
*****
Sekarang Gavin dan Kania sudah sampai di kediaman Dave.
Rencananya ia dan Kania akan pindah ke apartemen sementara waktu sampai nanti mereka sudah membeli rumah.
Kania lebih memilih tinggal di apartemen ketimbang menempati rumah yang besar, alasannya kesepian kalau hanya berdua.
Untuk pasangan yang baru menikah apartemen bisa menjadi pilihan yang tepat buat Gavin dan Kania menata rumah tangga.
"Wah, pengantin baru sudah kembali dari hotel. Gimana sukses proyeknya?" tanya Dave.
Gavin dan Kania yang baru saja masuk hanya senyum-senyum mendengar candaan Dave.
"Emang pernah proyek pengantin baru yang gagal dad? Kalau ada pasti itu daddy orangnya," ledek Gavin sambil tertawa.
"Kamu sekarang udah pinter jawab ya," sahut Dave sambil tertawa.
"Tapi gak sampai Kania pingsan kan?" ledek Dave.
"Gavin yang pingsan dad, Kania garang banget," jawab Gavin ngasal sontak pipinya di cubit istrinya karena malu.
Muka Kania sudah memerah menahan malu karena jawaban Gavin yang suka ngasal.
Dave dan Alena tertawa melihat sikap Kania yang malu-malu, gimana coba tidak membuat putra mereka gemas.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Jangan lupa buat like, komen dan vote setelah membaca.
Kalau sempat aku usahakan double up - selamat membaca.