
Satya yang curiga justru berjalan mendekati Nia.
Nia semakin gelagapan dan salah tingkah.
“Bajunya… baju gantinya… sepertinya mama lupa menaruhnya.” Kata Nia.
“Benarkah??? Bukankah tadi mama bilang sudah menyiapkannya?” tanya Satya.
“Ta.. tapi.. mungkin mama lupa belum menaruhnya di lemari.”
“Benarkah?? Coba minggir, aku akan membantumu mencarinya.” Kata Satya sedikit mendorong tubuh Nia ke arah sisi lemari.
“Jangan pak… tidak usah..!!!” kata Nia yang sudah terlambat, karena Satya sudah membuka lemari Nia.
Dan sudah jelas terpampang di hadapan matanya berbagai lingerie dengan beragam model dan warna.
Satya sempat terdiam sebelum akhirnya tersenyum lebar dan melihat Nia yang tertunduk malu.
“Jadi ini yang coba kamu sembunyikan??” goda Satya.
“Saya gak tahu kapan itu ada disitu pak.. Pasti mama yang menaruhnya.” Jawab Nia tertunduk menahan malu.
“Selera mama memang tidak peru diragukan lagi.” Kata Satya.
Nia pun menoleh cepat menatap suaminya itu.
Satya berjalan perlahan mendekati Nia. Membuat Nia terpojok di sudut lemari.
Posisi Satya yang sangat dekat membuat degup jantung Nia kembali berdetak kencang. Bahkan deru nafas Satya berhembus di dekat telinganya.
“Aku tidak akan memaksamu. Kita akan melakukannya saat kamu sudah siap.” Bisik Satya lalu mengecup cepat pipi istrinya itu.
Satya lantas berbalik lalu mengambil baju gantinya yang sudah tersusun rapi di bawah lingerie yang tergantung di lemari Nia.
“Aku akan mandi duluan.” Ucap Satya seraya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di sudut ruangan.
Nia hanya sanggup mengangguk tanpa bersuara.
“Hufht… jantung gak aman, jantuung gak aman…” ucapnya lirih.
Nia berjalan menuju lemarinya, untuk mengambil baju ganti. Sempat ia melirik sekilas lingerie merah yang sangat sexy dan transparan yang menarik perhatiannya. Namun sedetik kemudian ia dengan cepat – cepat menutup pintu lemarinya.
Satya keluar dari kamar mandi dan mendapati Nia yang tertidur di sisi ranjang, masih memeluk baju gantinya.
“Sepertinya ia benar – benar kecapekan.” Ucap Satya.
Satya mendekat lalu mencoba membangunkan Nia.
“Nia… ayo bangun… bersih – bersih dulu.. Nia…”
Tetesan air yang berasal dari rambut Satya yang setengah basah berhasil membuat Nia terjaga.
Nia mengerjapkan pandangannya. Samar – samar ia melihat Satya yang berada diatasnya.
Nia pun melompat kaget bahkan hampir mengenai hidung Satya jika ia tidak cepat – cepat menghindar.
“Eh, bapak… saya tidak sengaja tertidur…” ucapan Nia terhenti saat ia baru menyadari sosok Satya yang berdiri di hadapannya terlihat begitu sexy.
Hanya dengan kaos putih dan celana pendek khas rumahan, membuat Satya benar – benar terlihat tampan. Bahkan otot – otot yang bersembunyi di balik kaos putihnya tercetak dengan jelas.
“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Satya sambil mengibaskan rambutnya yang setengah basah, membuat Nia semakin terpesona.
“Ah… tidak apa -apa pak.” Sahut Nia seraya langsung berlari menuju kamar mandi.
Dan lagi – lagi Satya tersenyum lebar melihat Nia yang salah tingkah dan jelas - jelas mengagumi tubuhnya.
__ADS_1
Nia segera berlari menuju kamar mandi, namun baru 2 detik ia kembali keluar. Mengambil baju gantinya yang tertinggal di atas ranjang.
Satya menahan tawa melihat tingkah Nia dan benar – benar tertawa lepas saat Nia sudah berada di dalam kamar mandi.
“Ih… malu – maluin banget deh!!lagian Pak Satya… godain terus…” ucap Nia
tersenyum malu – malu.
Nia keluar dari kamar mandi setelah cukup lama menyelesaikan ritual mandinya.
Pandangannya langsung tertuju pada suaminya yang tertidur pulas di atas ranjangnya.
Perlahan Nia mendekat, lalu ikut naik ke atas ranjang. Memandangi Satya dari jarak yang cukup dekat.
“Wah… ini bukan mimpi!!aku bahkan bisa memegang wajahnya sekarang.” Ucap Nia lirih sambil mengelus pelan pipi Satya.
Nia pun perlahan membalikkan badan beranjak dari ranjang. Namun beum sampai ia berdiri, Satya sudah menarik tangannya dan membuat Nia terjatuh tepat di lengan Satya.
“Akkkhh!!!” pekik Nia.
“Mau kemana? Istirahat dulu sebentar, sebelum kamu bekerja keras nanti.” Ucap Satya yang masih terpejam namun erat memeluk Nia.
“Baiklah…” ucap Nia yang berusaha melepaskan pelukan Satya
“Ssst… jangan banyak bergerak, kamu akan membangunkanku. Sudah begini saja sampai nanti makan malam.”
Nia mengangguk dan tidak berani lagi bergerak. Walau ia tidak tahu arti ucapan Satya yang sebenarnya.
Mungkin karena lelah dan juga nyaman berada di pelukan Satya, Nia pun pada akhirnya ikut tertidur di pelukan Satya.
Justru Satya yang kini tidak bisa memejamkan mata. Hatinya berdebar cukup kencang, karena ini juga pertama baginya berada dalam posisi seperti itu.
Tok… tok… tok…
“Kak Nia….!!!” Seru Tiara dari luar kamar.
“Kak.. Kak Nia…!!!”
Nia tersentak kaget dari tidurnya. Mengerjapkan beberapa kali matanya. Dan lebih terkejut lagi saat mendapati dirinya masih tertidur di pelukan Satya.
Tok.. tok.. tok..
“Kak Nia… disuruh mama turun makan malam, kak!” seru Nia.
Nia perlahan memindahkan lengan Satya yang melingkar di perutnya. Lalu turun dari ranjang.
“Iya, nanti kakak nyusul ya..” ucap Nia membuka sedikit pintu kamarnya.
Nia membalikkan badan dan terkejut karena melihat Satya yang sudah terbangun dari tidurnya.
“Siapa Nia…???”
“Eh, bapak sudah bangun..?? itu Tiara, mereka sudah menunggu kita untuk makan malam.” Kata Nia.
Satya pun menatap jam yang tergantung di tembok kamar Nia.
“Sepertinya tidur kita terlalu lama. Kalau begitu kita harus segera menyusul mereka.” Ucap Satya.
Setelah mencuci muka terlebih dahulu, pasangan pengantin baru itupun turun untuk makan malam.
Walaupun ini bukan makan malam yang pertama bagi Satya di kediaman Pak Wijaya, namun ini adalah makan malam pertamanya sebagai anggota keluarga baru di rumah itu.
Setelah makan malam, semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah untuk bersantai.
Pak Wijaya mengobrol santai dengan Satya, sedangkan Mama Dessy sibuk memberi wejangan pada Nia yang sudah berstatus seorang istri.
__ADS_1
“Ma… Nia naik ke kamar dulu ya, Nia belum packing baju.” Kata Nia.
“Memangnya kamu mau kemana kok pakai packing – packing segala..??” tanya Mama Dessy.
“Lah… kan besok Nia ikut Pak Satya pindah ke apartemen…”
“Oh iya, mama lupa…” ucap Mama Dessy lirih. Wajahnya menyiratkan kesedihan.
Nia terdiam memandangi mamanya.
“Nanti Nia pasti sering kesini kok ma…” kata Nia.
“Atau mama juga bisa main – main kesana kalau sedang bosan di rumah.” Lanjut Satya.
“ Oke, baiklah… ya sudah, kalian naiklah ke kamar!”
Nia dan Satya pun pamit untuk naik ke kamar terlebih dahulu.
“Bawa baju sebagian aja Nia, nanti kita beli lagi untuk disana.” Kata Satya saat mereka sudah berada di dalam kamar.
“Iya pak…” ucap Nia sambil memasukkan bajunya ke dalam koper.
Satya pun melangkah mendekat.
“Sini aku bantu..”
“Tidak usah pak, cuma sedikit doank kok. Bapak duduk aja..” kata Nia.
Satya pun duduk menunggu di tepi ranjang. Nia justru menjadi salah tingkah karena Satya tidak melepaskan pandangan dari dirinya.
“Pelan – pelan saja, tidak perlu terburu – buru.” Kata Satya yang melihat Nia mondar – mandir memasukkan baju satu demi satu.
Saking salah tingkahnya, Nia pun terjegal kakinya sendiri. Jatuh tepat di atas tubuh Satya yang duduk di sebelah koper.
Keduanya cukup lama saling beradu pandang. Dengan posisi Nia berada di atas dada Satya. Dan hidung yang nyaris bersentuhan.
Nia bahkan bisa merasakan degup jantung Satya yang berdebar sama kencangnya dengan jantungnya.
“Eh… itu buku – buku, lupa belum saya masukkan pak..!” kata Nia seraya beranjak dari atas tubuh Satya.
Nia menuju meja belajarnya dan mulai mengambil sejumlah buku.
Saat memilah buku, Satya tiba – tiba saja sudah berada di belakangnya, meremas lembut pundak Nia.
Nia tersentak kaget namun ia merasa ada aliran aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Perlahan Satya menundukkan kepala lalu menciumi tengkuk dan leher Nia. Nia semakin merasakan getaran hebat yang mengalir di darahnya.
“Mau aku bantu memilah bukunya…??” Ucap Satya lembut tepat ditelinga Nia.
Sontak Nia membalikkan badan, berdiri berhadapan dengan suaminya itu.
Tatapan Satya seperti menghipnotis Nia yang hanya diam tidak bergerak sama sekali.
Perlahan Satya mendekatkan bibirnya ke wajah Nia.
“Aku mencintaimu Nia…” ucapnya lembut lalu menyambar bibir ranum Nia yang terpampang di depan wajahnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.