Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-24


__ADS_3

Kania dan teman-temannya berencana ingin pergi traveling bersama ke Sumba sebelum acara wisuda nanti.


Karena setelah lulus kuliah nanti sebagian teman-temannya ada yang berangkat keluar negeri dan ada yang harus kembali ke kampung halaman.


Kania belum mengantongi izin dari orang tuanya maupun dari pacar pemaksanya itu.


Ia sedang mencari alasan untuk Rio dan Gavin memberinya izin untuk gabung bersama teman-temannya.


Mungkin papanya masih gampang memberi izin kepadanya tetapi tidak dengan Gavin, belum menjadi suami saja pria itu agak protektif dalam menjaga Kania.


Sifat protektif Gavin yang membuat Kania suka sebal, membuat ia merasa terkekang.


Kania harus extra hati-hati untuk menyampaikan niatnya ini, sepertinya ia harus bertemu langsung dengan Gavin daripada menyampaikannya lewat telepon atau sebuah pesan.


Akhirnya mereka berdua pun janji bertemu, Gavin tidak pernah menolak kalau di ajak bertemu pacar manjanya itu.


"Sayang, Minggu depan aku mau berangkat ke Sumba bareng sama teman-teman kampus," ucap Kania.


"Dalam rangka apa ke Sumba?" tanya Gavin.


"Acara sebelum perpisahan nanti setelah wisuda kita pasti berpisah satu dengan yang lain, makanya sekarang kita mau merayakan kebersamaan kita," jawab Kania.


"Kamu udah izin sama papa dan mama kamu?" tanya Gavin lagi.


"Belum, nanti kamu bantuin aku izin ke papa dan mama aku ya sayang?" sahut Kania.


"Heem ... tapi ada syaratnya," balas Gavin.


"Pake syarat-syarat segala sih sayang," gerutu Kania.


"Mau di bantuin gak? Kalau gak mau ya udah," cebik Gavin.


"Apaan dulu syaratnya?" tanya Kania sambil menatap Gavin dengan muka keselnya.

__ADS_1


"Aku ikut, kalau kamu sendiri aku gak akan izinin dan nanti aku yang ngomongin ke om Rio. Setuju gak?" tanya Gavin.


"Ini acara kampus masa aku bawa pacar sendiri, nanti apa kata teman-teman aku.


Tolong mengerti dong sayang," jawab Kania.


"Mau aku bantuin gak? Nanti kalau aku bilang gak boleh pasti papa kamu gak ngizinin kamu pergi," ancam Gavin.


"Tapi ini acara kampus gak mungkin aku bawa pacar, aku malu jadi ledekan teman-teman aku nanti sayang," sungut Kania.


"Ya udah gak usah pergi, Sumba itu jauh aku gak rela pacar aku pergi jauh-jauh tanpa aku di sampingnya," kata Gavin.


"Aku juga gak rela pacar aku ikut nanti kamu jadi perhatian teman-teman aku yang cewek, terus mereka pasti cari perhatian gitu sama kamu," balas Kania.


"Jadi kamu batal ikut teman-teman kamu?" tanya Gavin.


"Enggak gitu juga kali, aku pengen pergi sendiri tanpa kamu," jawab Kania.


"Aku dah bilang kamu gak bisa pergi tanpa aku yang jagain, kenapa kamu harus malu kalau aku ikut dan kenalin aku sama teman-teman kamu?" tanya Gavin.


"Kamu cemburu ceritanya nih," goda Gavin.


"Siapa juga yang cemburu, aku gak bilang begitu," sahut Kania sambil memajukan bibirnya.


"Gak ngomong tapi tersirat dari cara bicara kamu. Kalau aku jujur, aku cemburu kalau kamu pergi tanpa aku," kata Gavin.


"Terus gimana dong, masa aku sendiri yang gak ikut acara bareng teman-teman," balas Kania.


"Kamu boleh pergi asal ada aku di sampingnya, aku cuma pingin menjaga kamu karena aku gak mau lihat pacar aku lecet sedikit pun," ucap Gavin sambil mengedipkan matanya.


"Susah berdebat sama kamu sekalipun ngomong seharian tetap aja aku kalah, ya udah kamu ikut dan kamu yang izin sama papa," Kania akhirnya mengalah sulit baginya berdebat dengan Gavin.


"Siap sayang, nanti aku yang minta izin sama papa kamu. Tenang aja semua pasti beres, senyum dong calon istri kesayangan," goda Gavin.

__ADS_1


Kania tersenyum malu mendapat godaan Gavin setelah mereka sempat berdebat membahas izin ke Sumba.


"Awas aja sampai di sana nanti kalau kamu di godain sama teman-teman cewek aku," ancam Kania.


"Aku gak akan menggoda mereka, bagi aku kamu jauh lebih dari segalanya, kecuali mereka yang godain aku," ledek Gavin.


"Jangan buat aku sakit hati melihat kamu di godain mereka, kamu kan gak tau gimana reaksi teman-teman aku kalau lihat cowok ganteng," kata Kania.


"Berarti aku ganteng nih, terima kasih buat pengakuan dari kamu," goda Gavin.


"Kepedean kamu mah," sahut Kania sambil mencebik.


"Kamu sendiri barusan yang ngomong," balas Gavin sambil menjulurkan lidahnya.


Gavin mengambil telepon dan saku celananya dan mengirim pesan buat seseorang, tidak lama kemudian seorang datang mengantarkan sebuah buket bunga mawar merah kepada Gavin.


Lalu Gavin menyerahkan bunga tersebut kepada Kania.


"Terima kasih kamu sudah mau menerima aku menjadi pacar kamu, walaupun aku sedikit memaksa kemarin tapi benaran aku cinta banget sama kamu sejak kita SMA.


Terima kasih kamu udah mengizinkan aku ikut ke Sumba bareng sama kamu, i love you," ucap Gavin sambil menyerahkan buket bunga kepada Kania.


"Beneran ini dari kamu sayang? Ide dari mana bisa romantis kayak begini?" tanya Kania.


"Kamu yang ngajarin aku mesti romantis," jawab Gavin sambil terkekeh.


"Terima kasih sayang aku jadi terharu, sini aku peluk," kata Kania sambil merentangkan tangannya.


"Asik." Gumam Gavin.


"Tiap hari aja aku kirim bunga biar di peluk sama kamu," kata Gavin sambil membalas pelukan Kania.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Jangan lupa jejak kasih like dan komennya habis baca.


Bantu vote juga ya ... happy reading.


__ADS_2