Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-68


__ADS_3

Gavin mengatur napasnya dengan duduk di samping Kania dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Kamu kecapekan kan karena gendong aku," kata Kania.


"Udah gak apa-apa, capeknya cuma sebentar doang," balas Gavin sambil tersenyum.


"Mau aku bantu kamu buka sepatu sama gaun lagi?" tanya Gavin.


"Heem ... mau banget, terima kasih sayang," jawab Kania sambil tersenyum.


Gavin mulai membantu membuka sepatu, membuka hiasan rambut Kania seperti yang ia lakukan tadi siang sekarang ia pun melakukan hal yang sama.


Lalu membuka pengait dan resleting gaun ala Cinderella yang sangat mekar dan cukup berat.


"Udah beres sekarang ayo kita mandi sayang?" kata Gavin.


"Kita??" tanya Kania dengan muka penuh tanya.


"Iya kita, kamu dan aku. Ayo kita mandi sekarang nanti kemalaman nanti masuk angin," jawab Gavin.


"Kenapa harus mandi bareng?" tanya Kania.


"Udah jangan kebanyakan tanya dong sayang, sekarang aku mandiin kamu nanti keduluan masuk angin. Lihat gaun kamu udah terbuka setengah tinggal nyangkut di depan doang," jawab Gavin sambil menggendong Kania ke kamar mandi.


Sekarang kedua manusia itu sudah di kamar mandi dan Gavin sudah menutup pintu kamar mandi siap untuk bergabung dengan Kania untuk bermain air shower bersama.


Bel pintu kamar berbunyi, "Oh shiiiit, siapa lagi yang mengganggu acara mandi bersama dengan Kania?" Umpat Gavin dalam hati.


"Sayang kamu tunggu di sini sebentar, aku mau lihat siapa yang datang. Awas pintunya jangan di kunci karena aku segera kembali," ucap Gavin.


Gavin keluar dari kamar mandi dan membuka pintu kamar ternyata Sisil datang dengan membawa perlengkapan Kania yang di titipkan di kamar orang tuanya.


"Kania mana? mama mau kasih perlengkapan yang dia titip di kamar mama tadi pagi," tanya Sisil.


"Masih mandi ma, kasih Gavin aja nanti aku kasih ke Kania boleh kan ma?" tanya Gavin.


"Boleh dong, mama titip aja ke kamu nanti kasih aja ke Kania. Mama permisi dulu ya," jawab Sisil.


Selepas Gavin keluar dari kamar mandi dengan cepat Kania mengunci pintu supaya suaminya tidak bisa masuk kembali, ia risih kalau harus mandi bareng bersama Gavin.

__ADS_1


Gavin mengambil tas perlengkapan dari Sisil langsung meletakkan di atas sofa dan secepat kilat langsung menyusul ke kamar mandi.


Pas pintu kamar mandi mau di buka posisinya sudah terkunci.


"Sayang, cepat buka pintunya kenapa pake di kunci segala?" teriak Gavin.


"Gak usah teriak-teriak ini bukan hutan rimba, bentar lagi aku udah selesai sabar ya sayang," balas Kania dari balik pintu kamar mandi.


"Mandi bareng aja buka pintunya," teriak Gavin.


"Sabar ... sabar sebentar lagi aku buka pintunya," jawab Kania.


Tidak seberapa lama pintu kamar mandi terbuka "Door ... jangan melamun sayang. Silakan mandi aku udah beres," ucap Kania sambil keluar kamar mandi dengan baju handuknya.


"Kok kamu mandi sendiri gak nungguin aku sih?" tanya Gavin sambil menatap wajah istrinya.


"Takut masuk angin kelamaan di dalam," jawab Kania sambil tersenyum "cup" satu ciuman mendarat di bibir Gavin.


"Awas ya berani menggoda aku, lihat aja nanti," sahut Gavin yang tertawa karena berhasil mendapat ciuman bibir singkat dari istrinya.


Sebenarnya ia ingin marah namun batal karena satu ciuman dari Kania sangat berarti buat dirinya.


Kania sudah rapi dengan piyama tidurnya dan Gavin baru keluar kamar mandi dengan handuk di pinggang yang sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya sehabis mandi.


Lalu Gavin berjalan menuju walk in closet mengambil celana boxer dan memakainya tetapi dadanya di biarkan tetap terbuka.


Gavin menyusul Kania untuk naik ketempat tidur menarik selimut.


"Kamu tidur kok kayak gitu sih sayang, seksi banget," ucap Kania.


"Sengaja, kalau perlu gak pake apa-apa," sahut Gavin.


"Iiih jorok," kata Kania sambil mencubit lengan Gavin.


"Ayo kita main Adam dan Hawa aja ya sayang" ajak Gavin sambil tertawa.


Langsung aja Gavin menarik Kania mendekat kepadanya, mencium rambut Kania yang masih wangi sampo habis keramas lalu turun ke kening lalu turun ke bibir mungil Kania.


Dalam hal ciuman ia sudah fasih karena sudah beberapa kali ia melakukan dengan Kania.

__ADS_1


Gavin melum*t bibir Kania, memagutnya dan memainkan lidah supaya istrinya sedikit membuka mulutnya lalu lidah Gavin menyelinap masuk dalam rongga mulut Kania.


Lidah mereka sambil membelit, bibir Kania terasa keny*l dan manis membuat ia memberi sedikit gigitan kecil.


Sekarang ciuman itu turun ke leher membuat wanita itu menggeliat, mendesah, mengerang dan Gavin menggigit kecil membuat tanda kepemilikan di atas dan tengah leher sebagai tanda malam ini Kania sah menjadi milik kepunyaannya.


Membuka satu demi satu kancing piyama istrinya terlihat jelas dua gundukan gunung kembar Kania yang mulus dan ini pertama kali lelaki itu melihatnya dan membuat napsunya semakin bergemuruh hebat.


Wanita itu terus mengeluarkan desahannya yang seksi, suara erangannya membuat Gavin semakin bersemangat untuk membuat tanda kepemilikan di sela-sela jarak antar gunung yang satu dengan yang lain.


Mengul*m dan menghis*p titik hitam di atas gunung yang membuat wanita itu semakin hebat mengerang panjang.


Sampai beberapa kali Kania harus menarik rambut Gavin karena tidak kuat menahan nikmat dari setiap sentuhan dari Gavin.


Sekarang tangan Gavin membuka piyama yang dipakai istrinya menariknya dan melemparkannya ke lantai dan ia mulai mengeksplor bagian bawah istrinya.


Memainkannya dengan jari tengah dan membuat Kania semakin tidak kuat dan tidak perlu waktu lama wanita itu sudah mengerang panjang dan cairan bening dan kental sudah keluar membasahi bagian berharga istrinya.


Sekarang Gavin melepas boxer miliknya melemparkan jauh ke sudut ruangan, ular tedung yang semenjak tadi bangun dan bergerak-gerak sudah tidak tahan akan mencari gua persembunyiannya.


"Sayang tahan dikit ya," kata Gavin sambil mengarahkan kepala ular itu menuju mulut gua.


Kania meringis dan merintih karena rasa sakit dan perih menjadi satu, air matanya keluar menahan sakit.


"Maaf ini sedikit sakit tapi nanti akan hilang sebentar saya," katanya sambil melum*t bibir Kania dan setelah si ular tedung mampu menerebos pintu gua dan tubuh mereka sudah bersatu dengan perlahan ia mulai memaju mundurkan pinggulnya dengan gerakan memompa.


Awalnya Gavin melakukan dengan sangat pelan ia takut Kania terluka dan sakit, tetapi setelah mendengar desahan yang memancing hasratnya kembali kemudian gerakannya menjadi sedikit cepat, semakin lama semakin cepat tidak perlu waktu lama untuk ia sudah mencapai puncak kenikmatan.


Kania dan Gavin mengerang panjang bersama, bibit unggul benih pria itu berhasil di semprotkan ke rahim Kania dan ini pengalaman pertama bagi mereka berdua melakukan hal seperti ini.


Gavin terkapar lemas di atas tubuh Kania, baru setelah si ulat tedung jinak dirinya sadar sudah menindih istrinya dan lupa untuk mengeluarkannya kembali dari sarangnya.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat komen, like setelah membaca.


Kalau suka bantu vote juga.


Maaf aku gak pinter melukiskan yang hot-hot πŸ˜€ apa terlalu hot ini?

__ADS_1


Intinya bonus maljum


__ADS_2