Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-61


__ADS_3

Selepas dari acara pertunangan Gavin muka Aurel masih murung saja di sepanjang perjalanan.


Kevin dan Aurel menuju ke apartemen, udah beberapa hari ini wanita itu merasa merana karena keseringan ditinggal Kevin sendiri dengan alasan ada pekerjaan yang mengharuskan suaminya pulang pagi.


"Kenapa muka kamu kurang bersemangat seperti itu?" tanya Kevin.


"Aku lagi berpikir sampai kapan aku sanggup menjalani pernikahan seperti ini dengan kamu," jawab Aurel.


"Ada masalah dengan pernikahan kita?" tanya Kevin lagi.


"Apa kamu merasa pernikahan ini baik-baik saja?" tanya Aurel dengan muka kesal.


"I think everything is fine," jawab Kevin.


Langsung saja air mata Aurel langsung keluar membasahi pipinya setelah mendengar jawaban suaminya, ternyata Kevin menganggap pernikahan seperti ini baik-baik saja.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Kevin.


Ia sudah tidak bisa menjawab apapun hanya terisak.


"Aurel, dari awalnya harusnya kamu tahu resiko menikah dengan aku. Aku bisa memberikan cinta, hati dan harta hanya satu saat ini yang belum bisa aku berikan mengakui kamu sebagai istriku di depan publik. Aku harus menjaga nama baik keluarga besarku, nama seorang wanita yang harus aku jaga kehormatannya, sekalipun aku tidak mencintai dia tapi ia setia mendampingi aku beberapa tahun ini. Aku mohon kamu mengerti, ia istriku yang aku nikahi secara sah wanita pilihan keluargaku dan ibuku sangat menyayangi dia," ucap Kevin sambil mengacak-acak rambut Aurel.


Ia mengerti apa yang wanita itu inginkan saat ini, namun tidak mungkin untuk Kevin memberikan semua itu.


Teriris hati Aurel mendengar semuanya tapi ini adalah konsekuensi menjadi seorang istri rahasia. Mungkin ia hanya istri yang di pakai untuk memuaskan napsu sex bagi Kevin mungkin ini adalah akibat dari semua keputusan sesaat yang ia buat.


Namun ada misi yang lebih besar di balik keinginannya menikahi Kevin yaitu untuk menjatuhkan lelakiku dan wanita yang baru saja mengumumkan pertunangan mereka.


Hanya Kevin yang bisa membantu dirinya untuk menjatuhkan Gavin dan Kania.


"Aku janji akan memberikan kamu waktu dan perhatian yang lebih sayang, sudah jangan sedih lagi! Kita habiskan malam bersama malam ini, jangan lupa kasih aku service yang terbaik." Ucap Kevin sambil mengelus pipi mulus Aurel.


Aurel berusaha menyembunyikan kesedihannya dan perasaan yang ia rasakan saat ini.


Gavin dan Kania pun tidak boleh bahagia di atas penderitaan yang ia rasakan saat ini, ingin sekali Aurel membalas sakit hatinya kepada dua orang ini secepatnya.


"Sabar Aurel sebentar lagi waktunya akan tiba, jangan terburu-buru!" Ucapnya dalam hati kecilnya.


Seperti janji Kevin pada Aurel malam ini mereka akan menghabiskan malam bersama, lelaki itu akan menginap di apartemen untuk menemani istrinya.


Kevin ingin mengobati rasa bersalahnya kepada Aurel setelah beberapa hari ini meninggalkan wanita itu sendiri di apartemen.


*****

__ADS_1


Setelah selesai acara pertunangan putra sulungnya, Alena semakin sering meminta anaknya sulungnya itu untuk membawa Kania datang ke rumah mereka.


Apalagi setelah Gisel kembali lagi ke London untuk meneruskan pendidikannya, untuk mengusir rasa kangennya terhadap anak gadisnya ia meminta Kania untuk menggantikannya sesekali untuk berkunjung ke kediaman mereka.


Gavin sekarang meminta Kania untuk membantu pekerjaannya di kantor, sekarang Kania sudah lulus kuliah dan ia bisa bekerja bersama Rio di kantor mereka.


Gavin perlu mempersiapkan pengganti Rio yang akan membantu dirinya kelak selepas lelaki itu pensiun.


Sementara ini Kania bisa belajar untuk mengerjakan pekerjaan yang papanya kerjakan.


Salah satu modus dari Gavin juga sebenarnya supaya Kania tidak jauh-jauh dari pantauannya dan bisa dekat-dekat terus dengan wanita itu.


Kania kini sudah mulai bekerja di kantor Gavin, untuk sementara ia masih di tempatkan satu ruangan dengan papanya supaya mempermudah proses belajar apa yang harus di kerjakan.


Tapi kadang-kadang Gavin suka modus untuk bertemu Kania, ia pura-pura minta di anterin file ini dan itu, supaya ia bisa melihat wajah Kania.


Sebenarnya Rio mengetahui akal bulus calon menantunya itu, Gavin hanya ingin melihat dan bertemu anak gadisnya, namun laki-laki itu memilih diam sambil geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Dasar anak muda zaman now banyak saja akalnya," bisiknya dalam hati.


Kania yang sedang asik di depan laptop tiba-tiba di minta mengantarkan berkas ke ruangan Gavin.


Kania masuk ke ruangan Gavin dengan membawa map yang sudah berisi berkas yang di minta.


"Ini berkasnya," kata Kania.


"Aku harus segera balik ke ruangan lagi sebelum papa nyusul, sepertinya papa tau ini cuma alasan kamu aja pengin ketemu aku," kata Kania sambil tertawa.


"Biarin aja, papa kamu juga pernah muda pasti merasakan hal yang sama waktu pacaran sama mama Sisil," balas Gavin sambil terkekeh.


"Aku pingin di cium kamu," lanjut Gavin.


"Gak ada cium-ciuman di kantor," sahut Kania.


"Terus gak boleh ciuman di kantor mau ciuman di mana?" tanya Gavin.


"Gak usah pake ciuman sampai nanti kita menikah," jawab Kania.


"Cium doang, gak ngapa-ngapain. Masa gak boleh? Pelit amat jadi tunangan," balas Gavin.


" Mau kamu di tangkap basah ciuman di sini sama papa aku?" tanya Kania.


"Papa kamu kayak polisi aja sih, pake tangkap basah segala orang lagi ciuman. Apa kita suruh papa kamu pensiun sekarang juga gimana?" tanya Gavin sambil terkekeh.

__ADS_1


"Boleh papa pensiun sekarang dan aku juga resign sekarang!" ancam Kania.


"Enggak ... enggak cuma becanda," jawab Gavin sambil tertawa.


"Udah ya aku mau balik entar di cariin sama papa," ucap Kania.


"Cium dulu dong sekali pelit amat sih ciuman aja gak boleh, tinggal beberapa bulan lagi kita menikah," sahut Gavin.


Gavin berdiri dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Kania langsung di ciumnya bibir wanita itu, sedikit di hisapnya bibir manis Kania.


Baru segitu saja muka Kania sudah merah merona, bibir bekas ciuman itu di tutupnya dengan telapak tangannya.


Gavin yang melihatnya menjadi tersenyum nakal, ia jadi tergoda untuk menggoda Kania.


"Kenapa begitu? Mau minta lagi durasinya agak lama biar tambah hot?" goda Gavin.


"Mau aku laporin papa kamu cium paksa aku," sahut Kania sambil memajukan bibirnya.


"Maaf bibir kamu bengkak sayang." Ucap Gavin membuat Kania panik.


"Beneran?" tanya Kania.


"Heem" jawab Gavin sambil mengangguk.


"Gimana dong?" tanya Kania panik.


"Sini coba aku lihat dan aku obati," jawab Gavin.


Kania mendekatkan bibirnya untuk di obati dan di periksa Gavin, dengan cepat Gavin langsung memangut bibir Kania dan menciumnya kembali.


Sontak gadis itu terkejut dan membelalak.


"Udah sembuh," ucap Gavin.


Kesal dengan keisengan dan kenakalan Gavin reflek membuat tangan Kania mencubit gemas pipi tunangannya.


"Auw sakiiiit" pekik Gavin sembari menahan sakit dan meninggalkan sedikit tanda bekas cubitan di pipinya


"Rasain" sahut Kania kesal sambil meninggalkan ruangan Gavin.


Bukannya marah Gavin malah tertawa sudah berhasil mengerjai dan membuat kesal wanita itu.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Jangan lupa buat like dan komen setelah membaca tinggalkan jejak kamu.


Kalau suka bisa vote dan selamat hari minggu.


__ADS_2