
Gavin ingin menyapa Dira tetapi ia takut gadis itu terganggu dan sengaja membiarkan Dira duduk berdua dengan teman prianya tersebut.
Dave, Rio dan Gavin memang memilih tempat duduk private room untuk mereka bertiga yang di sekat dengan kaca, sedangkan Dira dan teman lelakinya itu memilih tempat duduk di ruangan terbuka.
Gavin terus mengawasi Dira yang sedang asik mengobrol dengan temannya tersebut, sesekali mereka tertawa-tawa bersama.
Gavin ingin menghubungi Andre namun ia berpikir tidak akan membuat keadaan lebih baik, justru akan memperkeruh hubungan Andre dan Dira karena kesalahpahaman yang terjadi.
Gavin berpikir demikian pun karena sebenarnya ia tidak mengerti bagaimana sejauh mana hubungan Andre dan Dira saat ini, padahal mereka berdua belum ada hubungan apapun.
Dira hanyalah pacar setingan bagi Andre, untuk membalas sakit hatinya kepada Gavin dan Kania.
Dira yang sedang bersama Leon teman kuliah satu jurusannya sedang asik bercanda.
Mereka berdua emang teman dekat sejak lama dan Leon adalah orang yang mengantar Dira ke mall waktu pertama kali bertemu Andre.
Leon adalah anak seorang pengusaha yang saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis yang bernama Zira yang berprofesi sebagai artis, Zira sendiri tidak lain adalah teman Dira sendiri.
Tujuan Leon sebenarnya ingin menjemput Zira karena ternyata gadis itu belum selesai shooting sebuah iklan, akhirnya Leon mengajak Dira untuk makan siang lebih dulu dan meminta Zira untuk menyusul ke tempat tersebut.
Mereka adalah tiga sahabat yang sudah lama mengenal satu dengan yang lain.
Di tengah candaan Dira dan Leon tiba-tiba Andre mengirim pesan kepada Dira.
"Kamu lagi dimana? Mau makan siang bareng gak? Kalau mau aku jemput sekarang." Sebuah pesan masuk dari Andre untuk Dira.
Dira yang membacanya sambil tersenyum, pikirnya Andre sudah mulai sedikit perhatiaan sekarang.
Lalu ia mengetik sebuah pesan balasan kepada Andre.
__ADS_1
"Lagi mau makan siang bareng Leon di resto xx, kalau kamu mau makan siang bareng langsung menyusul aja kesini karena kita juga lagi menunggu Zira katanya mau menyusul juga." Pesan balasan dari Dira untuk Andre.
"Okey ... tungguin aku menyusul sekarang." Satu lagi pesan dari Andre untuk Dira.
Sedangkan Dira hanya tersenyum-senyum sendiri membaca semua pesan Andre. Ia sengaja membuat Andre yakin akan perasaannya kepada dirinya baru ia mau menjadi pacar lelaki itu sesungguhnya.
"Kenapa lu senyum-senyum sendiri? Habis baca pesan dari pacar lu ya?" tanya Leon.
"Belum menjadi pacar kita baru penjajakan, gue ingin dia memantapkan hatinya dulu. Gue enggak ingin cuma menjadi pacar cadangan buat dia, benar gak bro?" jawab Dira.
"Iya dong, lu tuh cantik, menarik dan secara materi berkecukupan jangan takut gak menikah. Kalau mau pacar cadangan ngapain sama orang lain jadi pacar cadangan gue aja sekalian," tegas Leon.
"Gue belum yakin aja sama hati Andre, selama gue kenal dia sih kelihatannya anaknya baik tapi biarlah dia memantapkan hatinya dulu. Dia cinta pertama gue bro ... hehehe," sahut Dira sambil tertawa.
Sambil menunggu kedatangan Andre dan Zira yang akan menyusul, mereka berdua terus saja ngobrol asik sambil bercanda dan saling meledek satu dengan yang lain.
Dua orang pria paruh baya itu terus saja mengobrol karena mereka cukup lama juga tidak bertemu, banyak cerita yang bisa mereka bagikan.
Gavin membayangkan sepertinya kalau ia jadi menikahi Kania cerita lama akan terulang kembalinya.
Dave dan Rio akan sama seperti hubungan Grandpa James dan Opa Bram dari sahabatan akhirnya menjadi besanan.
Membayangkannya saja sudah membuat Gavin tersenyum-senyum sendiri.
Setelah puas menikmati semua makanan yang sudah di pesan, piring-piring di atas meja pun sudah nampak kosong ketiga lelaki itu sudah siap meninggalkan resto.
Gavin sudah mengeluarkan dompetnya untuk membayar semua pesanan mereka, melihat itu Dave tersenyum dan mengeluarkan candaan yang membuat semua menjadi tertawa.
"Mentang-mentang di depan calon mertua, pake ngeluarin dompet buat bayar traktiran. Coba pergi sekeluarga pasti daddy yang di suruh bayarin," cibir Dave sambil tertawa.
__ADS_1
"Daddy buka kartu aja, malu-maluin aku," balas Gavin sambil terkekeh.
Mereka melangkah hendak keluar resto, Dave dan Rio sudah jalan di depan lebih dahulu sedangkan Gavin masih di depan meja kasir.
Setelah membayar semuanya Gavin hendak kembali menyusul Rio dan Dave, tetapi di depan pintu keluar ia bertemu dengan Andre yang mau masuk resto dengan terburu-buru.
"Bro ketemu lagi di sini," sapa Gavin.
"Eh ... kok lu sendirian bro?" balas Andre.
" Gue sama bokap dan om Rio, mereka sudah jalan duluan ke parkiran," jawab Gavin.
"Gue mau ketemu cewek gue dulu di dalam udah nungguin dari tadi, gue tinggal dulu ya," sahut Andre sambil berlalu.
"Sabar bro gue mau ngomong kapan kita bisa bertemu berdua, ada yang mau gue bicarakan sama lu," ucap Gavin sambil menarik tangan Andre.
"Lu atur aja, kontak gue kapan sempatnya aku siap aja," balas Andre.
"Ya udah nanti gue kabari lu dan gue cabut duluan nanti kelamaan bokap nungguin di parkiran," kata Gavin sambil melepas tangan Andre.
Andre dan Gavin pun berpisah, Andre segera masuk ke dalam menemui Dira dan Gavin segera menyusul ke parkiran ada dua pria yang sudah menunggunya saat ini.
Gavin sedang memikirkan cara untuk menyampaikan maksud ia bertemu dengan Andre nanti, supaya tidak ada kesalahpahaman di antara mereka di kemudian hari.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa membudayakan memberi komen dan like setiap selesai membaca karena gratis tidak bayar.
Kalau suka kalian bisa kasih vote dengan cara itu berarti kalian memberi semangat para author untuk terus berkarya... happy reading.
__ADS_1