Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-67


__ADS_3

Setelah Kania tertidur Gavin hanya tersenyum memandang wajah polos istrinya, ia ingin ikutan tidur namun matanya tidak merasa ngantuk.


Akhirnya ia memilih mengambil benda pipi kesayangannya yang bisa memberikan banyak informasi yang ia butuhkan saat ini.


Gavin mulai membaca-baca artikel tentang bagaimana cara melakukan sex yang aman pada malam pertama.


Karena ia belum pengalaman ia perlu pengetahuan agar tidak melukai dan menyakiti istrinya nanti, setelah membaca ia menjadi tersenyum sendiri.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk dari Andre.


Andre : Bro, udah beres akad nikah lu sama Kania?


Gavin : Udah dari tadi dong.


Andre : Maaf tadi gue gak bisa hadir di acara akad nikah lu ya, nanti malam gue hadir di resepsi bareng Dira.


Selamat bro buat lu sama Kania semoga bahagia selalu sampai maut memisahkan ya.


Gavin : Makasih ya bro.


Andre : Sekarang lagi di hotel lu sama Kania?


Gavin : Benar banget bro.


Andre : Jangan bilang lu lagi senam otot tengah.


Gavin : Ngaco, Kania lagi tidur gue lagi baca-baca artikel tentang melakukan sex aman pada malam pertama.


Andre : Beneran???


Gavin : Yoi bro.


Andre : Lu kalah pinter sama kucing peliharaan gue bro, dia gak buka google tapi bisa kawin pake naluri. Masa lu mesti belajar sama google masa begituan 🤣🤣🤣 percuma ujian biologi lu seratus terus dulu tapi ternyata gak bisa prakteknya ... wkwkwk.


Gavin : Sial lu pake ngeledek gue lagi.


Andre : Pesan gue cuma satu bro, pake perasaan bukan tanya google.


Gavin : Tega lu bro menertawai gue, sekarang gue mau bangunin Kania bentar lagi tukang make up udah mau nyampe mau dandani istri gue.


Andre : Selamat praktek tentang pembuahan ...hehehe.

__ADS_1


Gavin mengakhiri berkirim pesan dengan Andre, sambil mengingat kata-kata dalam pesan Andre tadi membuat ia tertawa sendiri.


Apakah ia terlihat seperti lelaki bodoh? Sampai harus belajar dari google dalam hal seperti ini.


Tetapi masalah seperti ini tidak mungkin ia tanyakan kepada Dave dan Alena sebagai orang tua, bertanya kepada google adalah cara yang paling praktis.


Gavin mendekatkan wajahnya pada Kania, ia harus membangunkan istrinya karena mereka sudah harus bersiap-siap sebentar lagi acara resepsi pernikahan mereka akan di lakukan.


"Sayang bangun dong, kamu udah harus siap-siap nanti terlambat." Ucap Gavin sambil menepuk-nepuk pipi Kania.


Kania membuka matanya perlahan dan menatap wajah Gavin yang sudah berada tepat di depan wajahnya, membuat ia sedikit terkejut.


Kania lupa hari ini ia sudah menjadi istri Gavin, tetapi setelah kesadarannya kembali ia ingat baru saja mereka menjadi suami istri.


"Kamu gak tidur?" tanya Kania.


"Gak, aku jagain kamu," jawab Gavin.


"Kenapa harus di jagain? Aku gak bakalan hilang dan kabur," sahut Kania.


"Aku gak ngantuk sayang," balas Gavin.


Tidak berapa lama bel kamar mereka pun berbunyi, seorang jasa MUA pun sudah berdiri di depan pintu untuk mendandani pengantin wanita yang akan duduk di pelaminan malam ini.


Sebuah gaun yang indah tanpa lengan dengan model bawahnya cukup mekar dan berwarna putih senada dengan Tuxedo milik Gavin yang berwarna sama, mereka memang merancang konsep pernikahan dengan warna putih yang artinya suci.


Dari konsep warna yang mereka pilih Gavin dan Kania ingin menyatakan betapa sucinya cinta mereka berdua.


Kania sudah di dandani ala Cinderella dengan gaun yang ia kenakan, di tambah mahkota hiasan di kepalanya yang menunjukkan dia benar adalah seorang ratu sehari malam ini.


Sebentar lagi acara resepsi akan di mulai Gavin dan Kania sudah siap turun memasuki ruangan acara yang akan berlangsung.


Para tamu sudah mulai berdatangan semua keluarga, kerabat, sahabat dan relasi bisnis mendapat undangan, entah berapa puluh ribu undangan yang mereka sebarkan.


MC profesional sudah siap di atas panggung diiringi lagu "beautiful in white" membawa Gavin dan Kania masuk ke ruangan acara berlangsung dengan berjalan di atas karpet merah.


Mereka berdua melangkah setapak demi setapak dengan tangan yang menggenggam satu dengan yang lain sambil melemparkan senyuman kepada semua tamu yang hadir dan sudah siap menyambut kedua mempelai.


Kedua orang tua mereka masing-masing mengiringi putra putrinya berjalan menuju pelaminan.


Sebelum semua acara di mulai pasangan pengantin melakukan cheers secara bersamaan dengan semua para tamu yang hadir.

__ADS_1


Gavin dan Kania terus mengembangkan senyuman di bibir keduanya untuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.


Diantara para tamu ada pasangan Rudi dan Almira yang menjadi teman Alena dan Sisil, mereka memberikan ucapan selamat buat temannya dan tidak menyangka ternyata keduanya bisa menjadi besan.


Ada juga Kevin dan Aurel yang hadir bersama namun saling menjaga jarak supaya hubungan mereka tidak terlihat di mata orang lain.


"Pernikahan seperti ini yang sebenarnya aku inginkan namun sekarang aku hanya menjalankan pernikahan semu bersama Kevin," kata aurel dalam hati.


Dira dan Andre pun datang berdua, melihat temannya sudah duduk di pelaminan membuat lelaki itu tersenyum sendiri membayangkan chat mereka tadi siang.


Sambil memberikan ucapan selamat atas pernikahan Gavin, Andre iseng membisikkan sesuatu di telinga Gavin.


"Ingat pesan gue pake perasaan jangan pake seruduk banteng," ucapnya sambil tertawa.


Gavin yang mendengar perkataan Andre menjadi tertawa, temannya itu memang paling iseng.


Sampai tengah malam baru semua undangan pamit untuk pulang, di tutup dengan makan malam keluarga besar Dave dan Rio sebelum mereka kembali ke kamar hotel.


Dari wajah Gavin dan Kania nampak mereka berdua sangat kelelahan setelah seharian mereka harus mengikuti acara akad nikah dan resepsi pernikahan yang mengharuskan mereka berdiri cukup lama.


Kania yang menggunakan sepatu high heels cukup tinggi untuk mengimbangi tingginya tubuh Gavin membuat semua kakinya menjadi pegal-pegal semua.


Rasanya untuk menapakkan kakinya untuk memasuki kamar hotel pun ia sudah tidak mampu.


Ia harus membuka sepatu high heels yang ia gunakan saat ini untuk mempermudah kania berjalan menuju kamar hotel.


Melihat hal tersebut tanpa pikir panjang Gavin langsung menggendong istrinya ala bridal style itu keluar dari ballroom hotel menuju kamar mereka.


"Lepasin aku sayang, malu di lihat orang lain kamu gendong seperti ini," ucap Kania.


"Udah jangan banyak bicara kalungkan tangan kamu di leher aku sekarang, aku akan menggendong kamu sampai kamar," sahut Gavin dengan posisi Kania sudah dalam gendongannya.


"Wuiiih, itu anak orang bukan karung beras ya." Ledek Dave yang melihat tingkah putranya menggendong menantu mereka sambil tertawa.


Aksi Gavin sontak mengundang gelak tawa dari mereka yang melihatnya, sedangkan kania dengan muka yang memerah seperti cabe keriting matang tidak kuasa menolak karena Gavin langsung mengangkat tubuh mungilnya dan melangkah meninggalkan semua keluarga besar yang sedang berkumpul.


Ternyata lumayan pegal juga dan Gavin harus sedikit berkeringat untuk menggendong Kania sampai kamar, lebih berat dari karung beras dan membuat napasnya sedikit tersengal-sengal.


Sampai di dalam kamar Gavin mendudukkan Kania di atas sofa dan dirinya duduk tepat di sebelah Kania sambil mengatur napasnya kembali.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan like dan komen setelah membaca.


Kalau kamu suka bisa bantu vote dan selamat membaca.


__ADS_2