Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-83


__ADS_3

Semua keluarga besar ikut bahagia mendengar kabar kehamilan Kania, penantian satu tahun berakhir bahagia.


Apalagi ini merupakan cucu pertama bagi Dave dan Rio mereka sangat excited menerima kabar ini.


Hari ini pertama kali Gavin dan Kania memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan.


Perasaan haru dan bahagia itulah yang di rasakan oleh keduanya ketika melihat ke layar komputer dua titik bulatan kecil calon anak-anak mereka yang nanti akan melengkapi keluarga kecilnya.


"Saya ucapkan selamat ibu Kania positif hamil dan mengandung bayi kembar," ucap Dokter Lisa yang sudah sangat senior.


"Apa dok?" Sahut Kania dan Gavin bersamaan.


"Bayi kembar? Benarkah?" tanya Gavin tidak percaya.


"Benar, istri bapak sedang mengandung bayi kembar. Selamat sekali lagi," ucap dokter Lisa sambil tersenyum.


Mata Gavin dan Kania membelalak ketika dokter mengatakan Kania sedang mengandung anak kembar, masih ada rasa tidak percaya. Lama mereka menanti kehamilan Kania sekali hamil langsung dua anak sekaligus, itulah hebatnya Allah itu dalam menyatakan kuasanya.


Sebentar lagi rumah tangga Gavin dan Kania akan di penuhi dengan tangis dan tawa bayi kembar yang mungil.


Kania sedang mengandung bayi kembar mereka, membuat kebahagian keduanya bertambah.


Mereka berdua akan melihat karya Tuhan yang maha sempurna lewat anak yang di kandung Kania, bagaimana dari titik bulatan kecil yang mereka lihat tadi akan menjadi bayi-bayi yang mungil.


Kania semakin di manjakan oleh suaminya, Gavin mulai posesif menjaga Kania.


Tapi ada yang membuat Gavin patah semangat dan lemas karena ia harus bisa menahan keinginannya untuk melakukan hubungan suami istri terlalu sering.


Karena kehamilan triwulan pertama lebih beresiko tinggi, dalam melakukan hubungan suami istri pun harus hati-hati.


Satu penderitaan batin tingkat dewa buat Gavin harus menahan hasrat setiap malam, sedangkan melakukan hubungan suami istri sebelum tidur bagaikan candu untuk dirinya.


Membayangkannya saja sudah membuat dirinya pusing apalagi menjalankannya ia takut akan khilaf, apakah ia akan sanggup untuk bertahan?


Bikin Gavin tepok jidat berkali-kali ketika dokter mengatakan itu kepadanya, sedangkan Kania seperti mendapat berita surga yang menyenangkan.


"Sayang kamu dengar tadi dokter ngomong apa? Aku harus puasa tiga bulan ke depan, kamu tau bagaimana sedih aku saat ini? Rasanya ingin menangis tak sanggup menanggung penderitaan panjang tidur tanpa belaian, lama-lama aku bisa jadi jablay," ucap Gavin.

__ADS_1


"Emang dokter ada bicara soal puasa? Aku gak dengar suruh puasa, yang aku dengar harus hati-hati dalam setiap berhubungan," sahut Kania.


"Asik jadi aku gak jadi puasa dong, nanti aku akan melakukannya dengan lembuuuut dan super hati-hati," balas Gavin sambil terkekeh.


"Gak boleh keseringan itu pesannya, bukan puasa tiga bulan. Gak boleh minta jatah tiap malam tapi seminggu sekali," ucap Kania.


"Seminggu sekali?" muka Gavin langsung berubah menyedihkan.


Sebenarnya Kania ingin tertawa melihat muka suaminya yang terlihat sangat menyedihkan kalau sudah membahas masalah jatah malam.


Gavin sekarang berubah menjadi lelaki mesum tapi hanya sama istrinya sendiri dia begitu.


"Nanti kalau aku melahirkan puasa kamu empat puluh hari empat puluh malam," kata Kania sambil tertawa.


"Beneran? Kalau begitu aku batal minta anak lima cukup dua saja sayang, aku tidak sanggup untuk puasa empat puluh hari," sahut Gavin sambil terkekeh.


"Heem" jawab Kania sambil mengangguk tertawa mendengar jawaban suaminya.


Gavin masih sibuk menyetir mobil sepulangnya mereka dari rumah sakit, sedang Kania sibuk melirik ke kanan ke kiri melihat para pedagang yang berjualan di pinggir jalan.


"Kamu pengin beli apa sayang? Sepertinya kamu sedang mencari sesuatu, pandangan matamu mengisyaratkan ada sesuatu yang hendak kamu beli," tanya Gavin.


"Aku pengin buah mangga yang mengkal warna kekuning-kuningan pake bumbu rujak. Tap aku tidak suka dengan mangga yang asam, aku ingin mangga yang manis" jawab Kania.


"Ya udah kita cari jangan sampai anak kita nanti ngeces, kalau mau beli sesuatu bilang sama aku sayang," ucap Gavin.


Gavin menyetir dengan kecepatan sangat pelan di kiri jalan sambil melihat-lihat yang gerobak penjual rujak yang memajang mangga mengkal yang sudah di kupas sesuai permintaan sang istri.


Tidak jauh tangan telunjuk Kania menunjuk sebuah gerobak yang ada di depan yang menjual rujak dan buah-buahan segar, Gavin memarkirkan mobilnya di pinggir dan singgah sebentar untuk membeli pesanan sang istri.


Pria itu kembali dengan sebuah tentengan yang berisi mangga mengkal lengkap dan bumbu rujak, melihat keinginannya kesampaian membuat wajah Kania berbinar-binar bahagia.


"Gimana rasa mangganya manis atau asam?" tanya Gavin melihat Kania yang langsung memakannya.


"Manis, kamu mesti cobain," jawab Kania sambil menjulurkan tangannya yang memegang mangga ke mulut Gavin.


"Iya manis, kok kamu ngidamnya suka mangga manis bukan mangga muda yang asem seperti kebanyakan wanita lain sih sayang?" tanya Gavin.

__ADS_1


"Sesuai dengan diriku yang manis ini dan aku ingin melahirkan anak-anak yang manis juga buat kamu," jawab Kania sambil terkekeh.


"Terima kasih sayang kamu wanita hebat, bisa memberikan aku dua anak sekaligus, aku bahagia sekali mendengar kamu sedang hamil bayi kembar," ucap Gavin pada Kania dan ia menarik kepala Kania mendekat kepadanya dan mengecup kening wanita itu.


Sampai di apartemen mereka Kania meminta Gavin untuk membuka bajunya.


"Sayang kalau di dalam rumah kamu gak boleh pake baju begitu kecuali kaos oblong tanpa lengan, biar aku gampang cium ketek kamu," pinta Kania malu-malu.


"Sekalian aja aku telanjang dada terus sayang biar seksi di depan kamu," jawab Gavin sambil tertawa.


Kania sudah masa bodo yang ia mau sekarang adalah ketek suaminya yang bagaikan candu baginya semasa kehamilan ini, tanpa malu ia mencium-cium ketek suaminya.


Di dekati istrinya dengan dada terbuka seperti ini membuat sedikit ketegangan di bawah sana, si tedung mulai bangun dari tidurnya. Salah siapa coba yang memulainya? Bukankah istrinya yang dari tadi meminta ia membuka bajunya dan mencium-cium keteknya, sekarang urusannya jadi panjang karena si tedung bangun dari tidurnya dan mencari mangsa.


"Sayang," ucap Gavin sambil menunjuk bagian tengahnya.


Kania yang melirik sambil meringis karena mengerti yang di maksud oleh suaminya.


"Pelan-pelan ya." Rayu Gavin pada Kania sambil mendekati istrinya dan langsung melum*t bibir mungil Kania.


Belum sempat Kania menjawab ia sudah membungkamnya dengan ciuman.


"Malu ada pembantu lihat kita di sini," bisik Kania.


"Udah di sini saja, pembantunya udah pulang sekarang hanya kita berdua," balas Gavin.


Mereka memang menggunakan jasa pembantu yang bekerja hanya dari pagi sampai siang saja.


Sudah tidak tahan dan memilih sofa sebagai tempat mereka melampiaskan napsu siang ini.


Sesuai janjinya Gavin melakukan dengan gerakan pelan dan sangat hati-hati supaya memberikan rasa aman kepada Kania dan bayi-bayi mereka.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote setelah membaca.


Selamat membaca dan selamat beraktivitas.

__ADS_1


__ADS_2