
Setelah pulang dari merayakan ulang tahun Kania terpaksa Andre harus menelan pil pahit kesekian kalinya.
Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat, ia belum sanggup menguasai hatinya sendiri dari rasa kecewa. Kenapa Gavin harus mengutarakan niatnya mempersunting Kania di depan mata Andre.
Andre beberapa kali memukul setir mobil dan menarik napas panjang untuk menghilangkan kekesalan dalam hatinya saat ini.
Satu pertanyaan yang muncul di benaknya, "Kenapa nasib baik tidak berpihak kepada dirinya?" Andre begitu menyesali diri kenapa ia tidak mengatakan perasaan yang sesungguhnya kepada Kania lebih awal sebelum gadis itu menerima cinta Gavin.
"Bodoh ... bodoh ... aku memang bodoh" teriaknya dalam hati.
Seandainya waktu bisa di ulang ia ingin segera mengungkapkan perasaan cinta secepatnya kepada Kania.
Kenapa hatinya bisa sesakit ini sekarang?? Mungkinkah Gavin dan Kania memahami perasaan Andre saat ini? Atau Gavin sedang berpesta merayakan kemenangannya karena sudah bisa mengalahkan Andre untuk mendapatkan Kania?
Memikirkan semua itu membuat Andre pusing dan hampir saja mobilnya menabrak mobil yang ada di depannya.
Untung saja pria itu bisa mengerem mendadak dan membuat ia tersadar dari lamunannya.
Mungkin hari-hari ke depan akan menjadi lebih sulit untuk Andre, mampukah ia melupakan Kania seutuhnya dan melihat wanita itu bersanding dengan sahabatnya?
Setelah sampai di apartemen miliknya Andre langsung masuk dan menuju ke kamarnya, langsung saja ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mencoba memejamkan matanya untuk melupakan semuanya.
Tiba-tiba teleponnya yang masih di saku celananya berdering sebuah panggilan masuk.
Andre melirik layar teleponnya ternyata sebuah panggilan dari Dira, ia sengaja membiarkan panggilan itu berakhir tanpa diangkat.
Tidak lama kembali sebuah pesan masuk di telepon Andre, ia membuka pesan tersebut ternyata Dira juga yang mengirim pesannya untuknya.
"Malam kak, apakah kak Andre sedang sibuk sekarang? Dira barusan telepon tidak diangkat, minggu depan kalau kakak ada waktu, Dira mau mengajak kakak untuk menemani menghadiri acara peresmian hotel milik keluargaku di luar kota," Satu pesan dari Dira untuk Andre.
Andre membaca pesan tersebut lalu diam sejenak untuk berpikir, haruskah ia menerima ajakan dari Dira atau menolaknya.
Mereka sekarang memang sudah menjadi teman dekat tetapi sejujurnya Andre tidak miliki perasaan apapun terhadap Dira sampai saat ini "just a friend."
Menemani seorang teman dalam suatu acara tidak berdosa, pikir Andre.
Ia berminat untuk menemani Dira dalam acara keluarganya sekalian untuk membuang pikiran suntuknya.
"Maaf ... tadi tidak keburu diangkat teleponnya sudah putus duluan. Aku siap menemanimu cewek cantik kemana aja." Pesan balasan dari Andre untuk Dira.
__ADS_1
Andre memang suka seperti itu suka menggombal walaupun belum punya perasaan apa-apa tetapi suka mempermainkan perasaan wanita.
Dira yang menerima pesan dari Andre pasti sedang senyum-senyum sendiri karena mendapat pujian cewek cantik.
*Ting* Bunyi telepon satu pesan masuk kembali di kirim Dira.
"Terima kasih kak Andre yang ganteng dan baik hati, aku jadi tersanjung di puji cewek cantik." Pesan balasan dari seorang Dira.
Andre membaca pesan balasan dari Dira menjadi tersenyum sendiri, sedikit terhibur hatinya malam ini habis menggombal Dira.
Padahal dirinya pun sama mendapat gombalan Dira.
******
Seminggu berlalu sekarang Andre dan Dira berangkat keluar kota untuk menghadiri peresmian hotel baru milik keluarganya.
Di sana banyak sekali pengusaha property yang datang dan travel agent yang hadir di acara tersebut.
Property yang bekerja sama dalam membangun hotel tersebut dan travel agent yang bekerjasama memasarkan produk tersebut.
Dira lengkap dengan semua keluarganya hadir dalam acara tersebut, Dirga kakeknya yang sudah tua pun tetap menghadiri acara ini.
Dira yang mengajak Andre datang di acara tersebut sudah berdandan rapi dengan gaun yang mahal dan indah, Andre menggunakan setelan tuxedo tampil menawan.
Tamu mulai berdatangan memberi salam dan selamat buat keluarga Dira karena keberhasilan mereka mendirikan sebuah hotel baru yang di perkirakan akan memajukan perekonomian di bidang pariwisata di kota itu.
Andre tampil percaya diri mendampingi Dira di acara tersebut, mereka berjalan berdampingan dan karena gaun yang di pakai Dira agak panjang membuat jalannya agak sedikit sulit.
Andre membantunya berjalan dengan menggandeng tangan Dira, gadis tampil sangat cantik malam ini.
Gaun yang yang di pakai membentuk lekuk tubuh ramping Dira, dengan flawless makeup yang natural tidak memberikan warna yang berlebihan membuat kecantikan Dira semakin terlihat.
Mereka berjalan berdua dengan tangan yang bergandengan, setiap mata yang memandang akan menyangka kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih walaupun faktanya tidak demikian.
Keluarga Dira pun sibuk menyapa dan menyalami semua tamu yang datang, diantara tamu yang hadir nampak Dave dan Alena hadir di acara tersebut.
Mereka yang baru pulang dari London pun menyempatkan hadir untuk memberi ucapan selamat kepada teman sekaligus rekan bisnisnya.
Datang juga bersama Dave dan Alena ada Sisil, Rio, Gavin serta Kania.
__ADS_1
Mereka semua datang bersamaan, Dave yang sudah menjadi pria separuh baya tetap tidak hilang kharisma dalam dirinya.
Dia berjalan menggandeng Alena memasuki gedung acara di ikuti Rio dan Sisil.
Gavin dan Kania berjalan paling belakang menggandeng tangan gadis itu dengan sangat posesif.
Kania tidak kalah dengan dandanannya, gadis yang bertubuh kecil tersebut tampil dengan gaun sederhana tetapi tidak menghilangkan keindahannya dengan menggandeng seorang pria yang tampan tampil menawan dengan setelan tuxedo model terbaru.
"Pegang tangan aku dan jangan pernah jauh dari pandanganku, jangan biarkan kecantikan kamu di lihat orang lain," ucap Gavin memperingatkan Kania.
Gadis itu hanya tersenyum "Dasar si tukang cemburu," bisik Kania di telinga Gavin.
Setelah memasuki gedung tersebut banyak yang datang menyapa dan menyalami Dave dan keluarganya tidak terkecuali Rio dan Sisil.
Para kolega bisnis mengenal Rio sebagai orang yang penting dalam perusahan keluarga Dave setelah puluhan tahun ia mengabdi di perusahaan tersebut.
Mata Gavin tertuju pada satu sosok yang ia kenal yaitu Andre, kenapa Andre bisa berada di tempat yang sama saat ini?
Apakah hubungan Andre dengan keluarga atau perusahaan Dirga yang selama ini sering bekerja sama dengan perusahaan keluarganya.
Gavin mengajak Kania untuk menghampiri Andre.
"Sayang temenin aku menemui Andre di sana," ucap Gavin sambil menunjuk keberadaan Andre.
"Bro ... lu ada di sini juga?" tanya Gavin sambil menepuk bahu Andre.
"Eeh, lu bro sampai kaget gue," sahut Andre.
"Kita kok bisa ketemu di sini bro? Gue hadir karena perusahaan mereka adalah partner bisnis. Lu sama siapa bro?" tanya Gavin.
Andre sebenarnya agak kaget bisa bertemu lagi sama Gavin di tempat ini, dunia terasa sempit sekali bertemu kamu lagi dan kamu lagi.
Melihat Gavin datang bersama Kania membuat hatinya sedih kembali, dari pada sakit hati mending ia membalas saja kali ini.
"Kenalin ini cewek gue namanya Dira, hotel ini adalah milik keluarganya," ucap Andre sedikit lega bisa membalas Gavin walaupun harus sedikit berbohong.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa vote, komen, dan jempolnya dong pencet like ... happy reading.
__ADS_1