
Gavin melihat sikap Andre seperti kurang bersahabat setelah mendengar ia dan Kania sudah lebih dulu jadian.
Betul juga tebakan ia sebelumnya, pasti Andre juga sebenarnya menyukai Kania sama dengan dirinya.
"Dek, ada apa dengan kamu sama Andre semalam, sampai kelihatan ia begitu kecewa dan marah?" tanya Gavin.
"Kak Andre ngajak Kania jalan hari ini, tapi aku takut kakak marah jadi Kania bohong mau ketemu oma. Makanya kak Andre sampai marah tadi ketauan bohongnya Kania," jawab Kania dengan muka sedih.
"Udah gak usah sedih gitu juga kali, sini duduk dekat kakak.
Nanti aku bakalan ngomongin semua ke Andre, kamu tenang aja," ucap Gavin sambil meminta Kania duduk di sampingnya.
Kania lalu pindah duduk di sebelah Gavin, lalu pria itu memeluk Kania dan memberi ciuman singkat di pipi Kania "cup" sebuah kecupan berhasil mendarat di pipi gadis itu.
Mendapat ciuman pertama dari pria yang ada di depannya sontak membuat ia kaget setengah mati.
Ini pertama kali ia merasakan di cium oleh seorang laki-laki dewasa selain papanya.
Kania sampai memegang mukanya di mana bibir Gavin tadi menempel di pipinya.
"Pipinya kenapa di pegang aja dek?" tanya Gavin sambil terkekeh.
"Panas kak" jawab Kania malu-malu, warna mukanya menjadi memerah menahan malu.
"Kamu lagi demam?" ledek Gavin sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Bibir kakak rasanya panas,"sahut Kania.
__ADS_1
"Maaf ya kakak abis menyeruput kopi panas," balas Gavin sambil tertawa.
Gavin tertawa melihat tingkah aneh Kania yang baru saja mendapat ciuman darinya.
"Emang kamu belum pernah di cium sama cowok dek?" tanya Gavin.
"Ini ciuman pertama aku sama pria dewasa kakak," jawab Kania sambil menahan malu.
"Serius?? Berarti aku pria yang paling beruntung bisa pertama kali mencium kamu," ucap Gavin sambil terkekeh.
"Kakak suka cium cewek ya, udah berapa cewek yang kakak cium selain aku?" tanya Kania sebel mendengar Gavin terus menertawakannya.
"Hush ... menuduh orang sembarangan aja," ucap Gavin sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Kania.
Seketika reflek gadis itu langsung membuka mulutnya dan menggigit jari telunjuk Gavin, membuat pria itu meringis menahan kesakitan.
"Abis sebel kakak pake langsung pake sentuh bibir aku aja, masih original nih belum tersentuh oleh apa pun," jawab Kania menunjukkan bibirnya sambil menampakkan muka jeleknya.
"Udah sini aku bersihin lagi bibirnya" sahut Gavin sambil mengambil tissue.
Kania berpikir lelaki itu serius hendak membersihkan bibirnya lagi, sebelum sempat tissue itu sampai bibir Kania dengan cepat bibir Gavin sudah nyosor duluan ke bibir gadis itu.
Mata Kania langsung mendelik ke atas, tangannya langsung memegang bibirnya dan ia hampir shock dengan aksi jahil Gavin saat ini.
"Gimana rasanya dek," ledek Gavin sambil terkekeh.
"Kakak kok jahat banget sih pake cium bibir segala," gerutu Kania manja.
__ADS_1
"Kok jahat?? Sayang dek bukan jahat," balas Gavin.
"Jahat ... ciuman gak pake permisi," ucap Kania sebel.
"Jadi kalau permisi boleh nih?" goda Gavin lagi sambil tertawa.
Kania tidak menjawab tetapi malah memanyunkan bibirnya menatap Gavin.
"Mau nambah lagi? Sini aku kasih dek," goda Gavin.
"Iiiih ... kakak nakal dan genit," ucap Kania sambil mencubit lengan Gavin.
"Sama kamu doang kakak begini kalau sama yang lain gak kok," kata Gavin.
"Gak sekali maksudnya," balas Kania sambil menjulurkan lidahnya.
"Gemes lihat kamu dek," ucap Gavin sambil memeluk pundak Kania.
"Udah sekarang cepetan bantuin kerjain skripsi aku," kata Kania sambil memegang laptopnya kembali.
Mereka berdua akhirnya melanjutkan mengetik skripsi Kania lagi, dan sesekali mata mereka saling curi-curi pandang.
Kania masih suka malu-malu kucing kalau menatap Gavin.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Ini aku up lagi ya, tapi cuma sedikit lumayan buat baca mengisi liburan di rumah.
__ADS_1
Happy reading jangan lupa jejak.