Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Berkabar dengan Dewa


__ADS_3

Laura hanya diam membisu sepanjang jalan, tak biasanya seperti itu. Dirga hanya melirik sekilas, sambil terus fokus menyetir.


Dirga menyalakan radio di mobil untuk memecah keheningan mereka.


Sayup sayup lagu terdengar, Laura hanya menganggukkan kepala mengikuti irama lagu.


"La..."


"Ga.."..


Ucap mereka berbarengan. Membuat Dirga tersenyum sambil menatap Laura.


"Astaga!" Batin Laura tiba tiba bergejolak melihat tatapan Dirga.


"Lady first!" Ucap Dirga.


"Ah... Tuh kan, jadi lupa mau ngomong apa!" Ucap Laura, sambil menepuk jidatnya. Ia berpura pura lupa, karena belum siap untuk menanyakan pada Dirga.


Membuat Dirga tertawa melihat tingkah Laura. Sejenak ia menatap Laura, entah apa yang ada dalam pikirannya. Tatapan Dirga membuat jantung Laura berdetak lebih cepat dari biasanya. Tak biasanya ia seperti itu saat berdekatan dengan Dirga.


Laura segera menepis pikiran itu jauh jauh. Ia ingat akan Lisa, sahabatnya yang menjadi kekasih Dirga saat ini. Ia tak ingin menjadi seperti Dina yang merebut Pras dari Laura.


"Baiklah. Kamu sudah mendapat kabar dari Lisa?" Tanya Dirga.


"Kabar apa?" Tanya Laura sambil mengerutkan keningnya.


"Bulan depan ia akan mulai syuting pembuatan film di Yogya." Ucap Dirga.


"Wah, aku sepertinya ketinggalan berita banyak ya soal Lisa. Padahal tiap hari aku ketemu dia." Ucap Laura sambil menjebikkan bibirnya.


"Sepertinya baru kok. Ia baru dikabari oleh Mas Andre, managernya hari ini tadi. Film komedi katanya." Sambung Dirga.


Laura hanya mengangguk anggukkan kepalanya, mengerti.


"Dirga..?"


"Ya..?" Dirga sekilas menatap Laura yang hanya memegang tali seat belt mobil dengan tak tenang. Seolah ada yang ingin ia tanya atau ungkap, namun tak terucap.


Dirga hanya terdiam untuk selanjutnya. Sesekali ia melirik ke arah Laura yang masih dalam posisi semula. Dirga pun memutuskan untuk diam saja mengikuti Laura. Hingga akhirnya mereka tiba di rumah Laura.


Mobil Lisa telah terparkir di garasi.

__ADS_1


"Sepertinya Lisa sudah pulang." Ucap Dirga.


"Ya. Terima kasih telah mengantar pulang." Ucap Laura sambil melepas seat beltnya, Dirga hendak membantunya, namun yang terjadi adalah Dirga menggenggam tangan Laura. Sesaat mereka hanya saling memandang. Detik itu juga, Laura menepis tangan Dirga, dan membuka pintu mobil, lalu masuk ke rumah, tanpa menoleh kembali ke belakang.


Dirga menatap punggung Laura hingga masuk dalam rumah. Lalu ia menjalankan kembali mobilnya, untuk pulang ke kamarnya.


Sepanjang jalan ia teringat akhir akhir ini sikap Laura sedikit berubah. Terutama padanya.


Permintaan Eyang di Yogya, dan saran dari Laura. Dan trauma saat di Yogya semasa dia menjelang remaja dulu. Lalu... Tiba tiba ia teringat kejadian waktu itu. Ia dan Laura.


"Aarrrrggghhh....!!" Pekiknya dengan kesal sambil memejamkan matanya.


Tin.. Tin.. Tin..


Tiba tiba suara klakson mobil menyadarkan lamunannya.


Ia mengatur kembali emosinya, dan kembali fokus untuk mengemudi, hingga ia memasuki parkiran hotel bintang lima milik Papanya.


Dirga, masuk ke dalam hotel, lalu masuk lift menuju kamarnya.


Ia segera masuk ke kamar dan menuju kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya dengan shower. Namun, kilatan kilatan ingatan itu tiba tiba muncul kembali. Ia melihat wajah Laura tersenyum sambil melambaikan tangan, lalu. Kepala Dirga mendadak pusing sekali. Bagai dihantam dengan sebongkah batu atau kayu. Setiap ia mengingat itu, rasa pusing itu kian menjadi.


Mengapa Laura selalu ada di mimpinya akhir akhir ini. Seakan ada bagian yang hilang dalam ingatannya.


****


Lisa mendengar Laura pulang, namun ia tak mendengar suara mobilnya. Saat ia memeriksa, Laura sedang mandi. Lisa sengaja membuka kamarnya, supaya Laura tau ia sedang ada di kamar.


Namun, setelah mandi dan masuk ke kamar, dan tidak keluar lagi. Mungkin ia sedang lelah.


Lisa lalu menutup kamarnya, dan mengambil naskah barunya, yang latar tempat nya di Yogya. Ia memfoto dan memberi tulisan.


"New projects..!"


Ia lalu mengunggah pada story instagramnya. Lalu ia berselancar melihat lihat feed di Instagram, dan memberi like pada unggahan teman temannya.


Ia berhenti pada unggahan terbaru Dewa. Fotonya bersama beberapa rekan kerjanya dengan tulisan "New home", Lisa memberi like pada postingan Dewa.


Tak selang lama, ia mendapat tanda cinta pada postingan ceritanya tadi. Ternyata Dewa salah satu yang memberikan tanda cinta itu.


Sambil tersenyum ia menuliskan ucapan terima kasih pada Dewa melalui pesan instagramnya.

__ADS_1


Terima kasih...


Sama sama. Selamat ya buat pekerjaan barumu.


Selamat juga, buat pekerjaan atau rumah baru kah itu?


Itu kantor baru kami. Lebih bagus sekarang.


Iya. Kantor barunya di mana yang baru?


Di daerah pinggiran Yogya. Memang tidak di tengah kota lagi, seperti yang lama. namun, tempatnya kekinian. Ada cafenya juga di sini. Kapan kapan kalo main ke Yogya aku ajak ke sini.


Bener ya..πŸ˜€


Iya lah, apalagi artis terkenal seperti kamu, pasti bakal heboh tempatnya.


Oya, besok film terbaruku, syuting di Yogya.


Benarkah?


Iya.


Wah, pasti seru. Jangan lupa mampir ke rumah ya?


Janji kamu mau jadi tour guide buat aku.


Siap! Aku siap sedia, jika mengajak gadis cantik keliling Yogya.


Wah, pinter gombal nih πŸ˜…


Gak, serius bahkan ✌️Besok aku tanyakan, Lisa itu emang cantik atau tidak. Jika cantik, berarti aku serius, jika nggak, berarti aku ngegombal.😎


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Udah dulu ya, aku mau istirahat dulu, soalnya besok ada jadwal syuting lagi.


Selamat istirahat ya, jangan lupa mimpi indah ya.


Kamu juga πŸ˜€


Lisa tersenyum sambil membaca kembali DM nya dengan Dewa.


Bak anak remaja sedang kasmaran, ia masih melihat lihat Instagram milik Dewa.

__ADS_1


Entahlah sejak bertemu Dewa, terkadang ia memikirkan pemuda itu juga. Atau dia sudah mulai bosan dengan Dirga.


"Dirga akhir-akhir ini sibuk, lalu apakah aku salah berkomunikasi dengan Dewa?" Ucapnya sambil bermonolog menatap ponselnya.


__ADS_2