
Perut Kania semakin membuncit dan sangat besar, kehamilan kembar ini membuat dirinya sampai sulit untuk berjalan.
Kakinya bengkak bahkan hidungnya dan muka juga seperti membengkak, apalagi saat tidur ia merasakan sedikit kesulitan karena mau terlentang salah, mau miring juga jadi serba salah karena perutnya terlalu besar untuk ukuran tubuh mungilnya.
Apalagi ketika duduk dan akan berdiri ia merasakan benar-benar sedikit kesulitan harus di bantu seseorang, untung saja di rumah baru mereka Gavin sudah memperkerjakan beberapa pembantu untuk membantu pekerjaaan rumah dan membantu menjaga istrinya.
Alena pun setiap hari mengunjungi menantunya sambil mengirimkan masakan buatan tangan tangannya sendiri untuk Kania dan Gavin bisa mencicipinya.
Menjelang hari-hari kelahiran Kania, semua keluarga sangat bahagia tidak terkecuali Rio dan Sisil.
Kania sudah menyiapkan kamar khusus di rumah mereka yang baru untuk kedua orang tuanya jika ingin menginap.
Mereka sudah menentukan tanggal untuk operasi caesar Kania, sudah menjadi sebuah keputusan dari kesepakatan keluarga menimbang besarnya resiko kelahiran kembar akhirnya keluarga memutuskan jalan operasi.
Hari ini Gavin sibuk bekerja di kantor dengan pekerjaan yang menumpuk apalagi sekarang ia tidak diperbantukan Kania sementara waktu, membuat pekerjaannya sangat banyak dan terasa berat.
Berkas-berkas menumpuk di atas mejanya yang belum ia tanda tangani dan di periksa.
Melihat mejanya kerjanya yang sudah berantakan dan penuh dengan berkas membuat Gavin sedikit bad mood, belum ia kerjakan tetapi baru di liriknya sudah membuat ia malas.
Apalagi Kania sebagai penyemangat ia bekerja di kantor sekarang ini sedang cuti membuat ia menyandarkan kepalanya di atas kursi kerjanya dan memejamkannya untuk sedikit menghilangkan kejenuhannya hari ini.
Ternyata ia menyadari kehadiran Kania di kantor mampu memberikan semangat untuk ia bekerja, oleh karena itu ia menginginkan istrinya itu harus selalu mendampingi dirinya.
Kantor terasa sepi selama Kania cuti tapi tidak mungkin ia meminta Kania bekerja saat ini karena kondisi kehamilan Kania yang sudah cukup sulit.
Dave masuk ke ruangan Gavin sambil membawa makanan dari Alena untuk makan siang Gavin.
Sebagai seorang ibu Alena kuatir kalau Gavin terlambat untuk makan siang kalau tidak di perhatikan istrinya.
"Gavin, kamu udah makan siang?" tanya Dave.
"Belum dad," jawab Gavin.
"Ini makanan dari mommy buat kamu," kata Dave sambil menyodorkan rantang di tangannya.
__ADS_1
"Terima kasih ya dad, kalian berdua selalu perhatian sama aku," balas Gavin sambil tersenyum.
Baru saja rantang makanan yang di bawa Dave akan di buka dan Gavin siap untuk menyantap masakan Alena, tiba-tiba Alena menelepon dengan nada panik meminta Gavin dan Dave segera pulang.
Mendengar suara istrinya sedikit panik membuat Dave meminta Gavin menutup kembali rantang yang baru saja hendak ia santap.
"Gavin tutup aja dulu rantangnya, mommy minta kita pulang sepertinya istri kamu mau lahiran sekarang," ucap Dave.
"Kita udah janjian tanggal operasi dengan dokternya dad," sahut Gavin.
"Bisa saja ini meleset dari tanggal perkiraan, ayo cepetan kita langsung ke rumah sakit aja. Biar mommy langsung bawa Kania ke rumah sakit," ajak Dave.
Dengan segera mereka berdua menuju rumah sakit, sedangkan Alena tidak ingin membuang banyak waktu ia langsung membawa Kania menuju rumah sakit sendirian.
Sampai di rumah sakit ternyata benar saja Kania harus melahirkan sekarang, air ketubannya sudah pecah dan ternyata ia mengalami kelahiran maju dari tanggal yang sudah di perkirakan.
Gavin dan Dave yang baru saja sampai di rumah sakit melangkah dengan langkah yang terburu-buru hendak menghampiri istrinya.
Sedangkan Kania sudah meringis menahan sedikit mulas, setelah dibantu Alena yang lebih pengalaman dalam hal ini mengurus segala administrasi dan sebagainya Kania sudah bersiap masuk ruang isolasi.
Gavin memberi semangat untuk Kania dan memberi sebuah ciuman di kening istrinya sebelum berpisah, karena Kania yang harus masuk ruang isolasi terlebih dahulu sebelum masuk ruang operasi.
"Be strong for me and the Kids," ucap Gavin melepas istrinya yang sudah di dorong perawat untuk masuk ruangan isolasi.
Sekarang Gavin beserta kedua orang tuanya dan mertuanya menunggu di ruang tunggu, sebagai suami ia menunggu dengan perasaan cemas apalagi ini pengalaman pertama baginya mendampingi istri melahirkan.
Alena yang mengerti kecemasan putranya menepuk pundak Gavin dan memberikan semangat berusaha menenangkannya.
"Tenang aja semuanya baik-baik aja, mereka semua akan keluar dengan selamat," ucap Alena.
"Terima kasih mom, tapi Gavin perasaannya cemas menunggu seperti ini," sahut Gavin.
"Wajar semua orang juga di posisi kamu pasti merasakan hal yang sama," balas Alena sambil memeluk Gavin.
Setelah beberapa lama mereka menunggu seorang perawat mempersilakan Gavin untuk masuk melihat anak mereka yang sudah lahir.
__ADS_1
Gavin masuk mengikuti perawat dan ia melihat dua bayi mungil yang sedang di bersihkan, hatinya menjadi terharu.
Bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu sedang menangis kencang.
Begitu bahagianya Gavin saat ini sampai harus menetes air mata, akhirnya ia bisa merasakan menjadi seorang ayah untuk dua anak sekaligus.
Setelah bayinya rapi ia berdoa buat kedua anaknya karena sudah lahir dengan selamat saat ini dan mengecup kening kedua bayinya dengan rasa haru.
Gavin mencari keberadaan Kania tetapi ia tidak menemukannya, setelah bertanya kepada perawat kemana kini Kania berada? Ternyata wanita itu masih berada di ruang pemulihan untuk sementara waktu sampai siuman nanti.
Kini ia kembali bergabung dengan keluarga besarnya di luar, mereka mengucapkan selamat kepada Gavin atas kelahiran putra dan putrinya.
Setelah Kania siuman segera perawat memanggil Gavin kembali karena istrinya ingin bertemu.
Gavin masuk menemui istrinya itu sebelum di pindahkan ke ruang perawatan.
"Kamu sudah siuman sayang? Aku sudah melihat anak-anak kita, mereka cantik dan ganteng mirip kamu dan aku. Terima kasih kamu sudah melahirkan mereka untuk aku membuat aku merasa menjadi pria paling sempurna karena memiliki kalian bertiga," ucap Gavin sambil mencium kening Kania.
"Aku juga ingin melihat anak-anak kita," sahut Kania.
"Nanti setelah di ruang perawatan pasti suster akan membawa mereka kepadamu, jadi bersabarlah," balas Gavin sambil terkekeh.
Sekarang Kania sudah di ruang perawatan dan Gavin yang menunggu Kania selama di rumah sakit. Ia ingin menjadi hot daddy buat istri dan anak-anaknya dan selalu ada buat mereka ketika membutuhkan kehadirannya.
Lima hari Kania di rawat di rumah sakit baru setelah itu ia bisa kembali ke rumah mereka bersama bayi kembarnya.
Gavin sudah mempersiapkan jasa baby sitter untuk membantu Kania mengurus si kembar, ia tidak ingin istrinya menjadi lelah dan kecapekan apalagi setelah melakukan operasi caesar memerlukan istirahat yang cukup untuk masa pemulihan.
Gavin dan Kania berbahagia dengan keluarga kecilnya apalagi di tambah dengan kehadiran di kembar di tengah-tengah mereka, membuat hari-hari keduanya semakin berharga.
Si kembar yang pertama si ganteng Yohan Excello Gabrian dan si cantik Yoana Aretha Gabrian, dua bayi mungil kesayangan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat like, komen dan vote setelah membaca dan happy reading.
__ADS_1