
Aurelia semakin hari kariernya di modeling kian melejit, banyak stasiun televisi yang rebutan untuk meliput berita tentang dirinya.
Bahkan ia banyak membintangi iklan produk merek-merek dagang terkenal yang ingin menggunakan jasanya sebagai brand ambassador.
Kehidupan glamor ala-ala selebritis pun di jalani Aurel, gosip miring tentang kehidupannya pun banyak di angkat dalam tayangan gosip seputar selebritis tanah air. Termasuk kehidupan masa lalu Aurel banyak di congkel dan di angkat menjadi berita murahan untuk mendulang rupiah.
Akun sosmed milik Aurel pun banyak di kepoin oleh penggemar yang selalu mengagumi dirinya maupun para haters yang selalu mencari kesalahannya.
Untung saja Gavin sudah lebih dulu menghapus foto-foto kebersamaan mereka dahulu sebelum semuanya terjadi, kalau tidak maka pasti ia sudah menjadi bulan-bulanan para pemburu berita yang ingin mengetahui sejauh apa hubungan mereka.
Satu hari Aurel mendapat satu tawaran iklan dari perusahaan property besar untuk memasarkan perumahan mewah yang sedang mereka bangun.
Perumahan elite yang letaknya strategis hanya bagi kaum atas yang mampu untuk membeli rumah di daerah tersebut.
Satu perumahan yang memiliki banyak fasilitas di dalamnya dari sport club, sekolah, taman bermain untuk anak-anak sampai mall besar sudah di persiapkan untuk penghuni perumahan tersebut.
Tentu saja kesempatan seperti ini tidak mungkin datang dua kali untuk bisa mendapatkan job besar dari perusahaan ternama di tanah air, manager Aurel yang bernama Tina langsung menerima dan menandatangani kontrak kerjasama selama setahun wanita itu menjadi bintang iklan untuk perumahan tersebut.
Setelah kontrak di tanda tangani Aurel harus melakukan shooting dan sekaligus pemotretan di lokasi perumahan tersebut untuk promosi.
Hari ini adalah menjadi hari yang melelahkan untuk seorang Aurelia, bagaimana tidak dari pagi ia sudah berada di lapangan untuk keperluan pemotretan dan pengambilan gambar di lokasi perumahan.
Ia harus rela berpanas-panasan guna mengikuti shooting dan pemotretan yang di lakukan di outdoor.
Entah berapa kali ia harus break untuk memperbaiki make up dan Tina harus membantu aurel membersihkan keringat yang terus mengucur di bawah terik matahari.
Biasanya kalau mengikuti fashion show ia hanya di dalam gedung tidak perlu berpeluh seperti sekarang ini.
"Semangat Aurel tinggal sedikit lagi selesai," ucap Jimmy.
Jimmy adalah model lelaki dalam iklan tersebut lawan main Aurel, ia juga seorang model terkenal dan sudah membintangi beberapa sinetron.
"Aku minta break sebentar ya Jim, capek banget ternyata harus melakukan kegiatan di outdoor seperti ini menguras tenaga." Sahut Aurel sambil tertawa.
__ADS_1
Jimmy melihat senyuman Aurel sepertinya manis sekali, ia memang terkenal sebagai playboy di kalangan selebritis. Banyak cerita yang menulis tentang percintaannya dengan beberapa wanita, bahkan tidak sedikit dari mereka yang berprofesi sebagai DJ.
"Resiko pekerjaan Aurel, demi rupiah dan demi karier kita melakukan semua ini," balas Jimmy sambil terkekeh.
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Jimmy.
"Pacar? Jangan ngomongin pacar Jim, gue malu masih jomblo," jawab Aurel.
"Bohong, kamu dari London memulai karier dan kamu cantik masa jomblo?" Ucap Jimmy mencoba mendekati Aurel dengan cara membangun komunikasi di antara mereka.
"Kenapa gue harus bohong? Emang kenyataannya begitu Jim, gue gak punya pacar dan lagi menikmati karier aja dulu," balas Aurel.
"Bisa gue minta nomor telepon kamu, siapa tau kita bisa bertemu di job berikutnya," kata Jimmy.
Aurel lalu memberikan nomor teleponnya dengan cara memasukkan nomornya ke handphone milik Jimmy.
"Terima kasih cantik, nanti aku hubungi kamu. Namanya dunia entertainment seperti ini pasti kita akan bertemu lagi entah nanti sebagai bintang iklan atau Bintang tamu di sebuah program acara, jangan lupakan aku," goda Jimmy.
"Mana mungkin aku melupakan orang sekeren dan setenar kamu Jim," sahut Aurel sambil tertawa.
"Ayo kita mulai lagi biar cepat selesai," ajak Aurel.
"Kamu udah bosan ketemu aku mintanya cepat selesai aja, aku masih betah di temani cewek secantik kamu." Rayu Jimmy sambil mengedipkan sebelah matanya.
Tidak bisa di pungkiri Jimmy punya pesona cukup menggoda, secara fisik ia tergolong tampan dengan body tinggi dan senyumannya bisa membuat kaum hawa tergoda.
Di tambah Jimmy suka sekali mengeluarkan rayuan maut untuk menarik perhatian kaum wanita, karena itu tidak sedikit kaum wanita yang jatuh dalam pelukannya.
Tapi bagi Aurel biasa saja, di dalam dunia pekerjaan yang ia lakoni saat ini banyak sekali lelaki buaya seperti Jimmy.
Tidak sedikit kaum Adam yang berusaha menggoda dan mengambil hatinya, tapi baginya Gavin punya pesona dan daya tarik tersendiri.
Gavin cinta pertamanya dan ia sudah menjalani hubungan lebih dari tiga tahun selama di London banyak cerita yang tidak mudah untuk di lupakan.
__ADS_1
Akhirnya Aurel dan Jimmy harus menyelesaikan shooting dan pengambilan gambar kembali, tidak terasa hari sudah malam saatnya mereka harus selesai.
Mungkin masih ada esok untuk melanjutkan kembali semua pekerjaan yang belum selesai hari ini, Jimmy bersemangat dirinya masih bisa bertemu dengan Aurel lagi.
"Aurel, kamu pulang sama siapa?" tanya Jimmy.
"Sama Tina manager aku Jim," jawab Aurel.
"Mau pulang bareng aku? Nanti aku anterin kamu, kita cari makan dulu, dari tadi kerja perut udah lapar nih," ajak Jimmy.
"Terima kasih Jim buat tawarannya, tapi kasihan Tina kalau aku tinggal. Lain waktu nanti aku minta kamu traktir," jawab Aurel.
"Ayo dong temenin aku makan, biar si Tina pulang duluan aja sendiri" pinta Jimmy.
"Kamu maksa Jim, nanti coba aku tanya Tina dulu apakah dia setuju pulang sendirian," sahut Aurel.
Setelah Aurel berembuk dengan Tina akhirnya mereka sepakat untuk Tina pulang sendiri dan Aurel pergi makan berdua dengan Jimmy.
Lelaki itu mengembangkan senyum di bibirnya, jarang ada wanita yang menolak jika di ajak pergi olehnya, bahkan tidak sedikit wanita yang justru menawarkan diri mengajak Jimmy pergi.
Bisakah ia menaklukkan hati Aurel seperti ia menaklukkan hati wanita-wanita yang lain? Itulah pikiran Jimmy saat ini.
Aurel sudah berganti pakaian casual dan siap menemani Jimmy untuk makan malam ini, mereka berdua meninggalkan tempat shooting dengan menggunakan mobil Jimmy.
Lelaki itu curi-curi pandang melihat wajah manis Aurel, menurut Jimmy wajah Aurel tidak membosankan untuk di pandang.
Akhirnya mereka berdua memasuki sebuah resto, seperti tempat ini sudah menjadi langganan bagi Jimmy.
Sebuah pelayan sudah mengenal lelaki itu, mereka menyapa ramah lalu mengantar Jimmy dan Aurel masuk di satu ruangan sendiri.
"Maaf aku harus membawa kamu makan ke tempat ini supaya kita enak buat ngobrol tanpa harus terganggu.
Nasib jadi publik figur apapun yang kita lakukan tidak jauh dari pengawasan kamera dan masuk berita," kata Jimmy sambil terkekeh.
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat tinggalkan like, komen setelah membaca dan kalau suka bantu vote, dengan cara itu kalian para author semangat untuk terus berkarya...happy reading.