Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-41


__ADS_3

Mendengar sebuah kalimat pengakuan dari Andre membuat mata Dira membelalak kaget dan mukanya sudah seperti tomat matang merah sempurna, sampai ia terbengong tanpa ekspresi.


Andre memukul muka Dira "Kok bengong gitu," ucap Andre.


"Aku gak lagi mimpi kan? Kakak ngomong apa barusan?" tanya Dira.


"Aku cinta kamu Dira." Ucap Andre sambil berteriak sekencang mungkin.


Ada beberapa pengunjung yang sedang mandi dan bermain ombak di pinggir pantai sampai memandang ke arah Dira dan Andre karena mendengar teriakan dari mulut lelaki itu.


"Kakak, malu tuh di lihat orang seperti orang gila teriak-teriak," kata Dira.


"Persetan sama mereka, aku cuma ingin kamu tau kalau aku serius cinta sama kamu," sahut Andre.


"Kak Andre serius ngomong begini? Beneran ini dari hati kakak?" tanya Dira ingin memastikan semuanya bukan sebuah candaan.


Andre mengambil tangan dira dan meletakkan di dadanya "Lihat mata aku Dira apa aku sedang berbohong? Pegang dada aku kalau kamu gak percaya, dan taruh telinga kamu di dada aku dengar detak jantung aku sekarang apa aku sedang bercanda sama kamu? Aku serius Dira sangat serius!! Aku cinta sama kamu, aku sayang kamu!!" ucap Andre tegas.


Muka Dira benar-benar memerah dan jantungnya sudah jumpalitan di dalam sana, ia tidak menyangka Andre akan menyatakan perasaannya hari ini.


Dira malu ingin menjawab dan menyatakan perasaan yang sesungguhnya kepada Andre, kalau ia pun sebenarnya memiliki perasaan yang sama bahkan sangat mencintai lelaki itu sejak dulu.


"Dira, kamu mau jadi pacar aku? Kasih aku sebuah Jawaban!!" Pinta Andre penuh harap.


Mulut Dira terasa kaku untuk menjawab pertanyaan Andre, ia hanya mengangguk perlahan sambil tersenyum.


"Serius kamu mau terima aku jadi pacar kamu?" Tanya Andre lagi untuk meyakinkan perasaannya karena Dira hanya menjawabnya dengan gerakan tubuh.


Dira menggeleng kepalanya lalu menjauh dari lelaki itu, Andre yang melihat gelengan kepala Dira hanya tertunduk lemas.


Mungkinkah ia akan mendapatkan penolakan dari Dira yang katanya mengagungkan dirinya sejak dulu.


Dira yang sedikit bergeser lalu menjauh dari Andre sambil berlari kecil lalu berteriak " Aku gak bisa menolak menjadi pacar kakak." Teriaknya sambil tertawa menjauh


Mendengar teriakan Dira membuat Andre tersentak dan langsung mengejar gadis itu sekuat tenaga.

__ADS_1


Ia menangkap tubuh Dira dan memeluk pinggang ramping gadis itu dan memberi sebuah kecupan di keningnya "terima kasih kamu sudah mau menerima aku menjadi pacar kamu, aku janji akan menjaga hatimu supaya tidak terluka." Satu ucapan tulus dari mulut Andre untuk Dira.


Ada rasa bahagia dan lega di hati Andre setelah ia berani mengungkapkan perasaannya kali ini kepada gadis yang ia cintai.


Di hati Dira penuh dengan bunga-bunga cinta yang bermekaran karena akhirnya cintanya kini tidak bertepuk sebelah tangan, Andre sudah mengakui Dira sebagai pacarnya dan yang paling penting lelaki itu tulus untuk mencintainya.


Dira berharap hari-hari ke depan ia dan Andre akan menjalani hari bahagia sebagai sepasang kekasih dan saling menjaga perasaan masing-masing.


"Sebentar aku mau ambil sesuatu untuk kamu, tunggu di sini jangan kemana-mana," kata Andre sambil berlalu meninggalkan Dira di pinggir pantai.


Gadis itu duduk sambil bermain pasir menunggu Andre kembali lagi untuknya, tidak lama lelaki itu kembali dengan tangan kanan yang di belakang punggungnya.


Sepertinya Andre sudah menyiapkan segala sesuatunya sebelum bertemu hari ini.


Andre duduk di depan Dira "Ini buat kamu wanitaku yang sudah mau menerima aku menjadi kekasih hatimu. Yang sudah bersedia menemani hari-hariku ke depan ... I love you," ucap Andre sambil memberikan sebuah buket bunga kepada Dira.


Mendengar ucapan Andre membuat hati Dira menjadi terharu, ada setetes cairan bening seperti embun pagi yang keluar dari sudut mata indahnya "I love you too," balasnya.


Dira dan Andre sama-sama berdiri dan mereka berpelukan satu dengan yang lain, entah berapa kali Andre mencium pucuk kepala Dira untuk mengungkapkan rasa bahagianya karena cintanya bisa di terima oleh gadis yang sedang bersamanya saat ini.


Cerita indah Andre dan Dira mungkin akan berawal dari sini, Andre memeluk Dira dari belakang meletakkan kepalanya di bahu Dira sebagai tempat untuk bersandar.


Mata Dira fokus memandang ke depan melihat ombak di lautan yang saling kejar mengejar seperti dua insan yang sedang di mabuk cinta, sampai senja menyadarkan mereka untuk segera kembali.


*Kruuuk... kruuuk* perut Dira berbunyi.


"Ya ampun kamu lapar?" Tanya Andre yang melupakan mengajak Dira untuk makan siang, karena sibuk dengan perasaan masing-masing.


Dira begitu malu karena perutnya yang tidak bersahabat sehingga mempermalukan dirinya ketauan saat ini dirinya seperti penderita busung lapar.


Dengan tertawa Dira menjawab "aku lapar dan haus kak," ucapnya dengan malu-malu.


"Astaga, aku sampai lupa mengajakmu makan dan membeli kamu minuman. Lelaki seperti apa aku ini baru sehari menjadi pacar sudah membuat kamu kelaparan dan kehausan." Kata Andre dengan muka kaget karena ia benar-benar tidak menyadari akan hal ini.


Ia menggandeng tangan Dira menuju sebuah counter yang menjual kelapa muda dan aneka minuman dingin.

__ADS_1


Andre memesan kelapa muda untuk mereka berdua, setelah itu Andre segera membawa Dira untuk pergi dari tempat itu dan mencari resto untuk mereka makan berdua.


*****


Aurelia sekarang sudah menetap di Indonesia dan ia melanjutkan karier modelingnya di sini.


Tidak terlalu sulit bagi dirinya untuk mendapatkan job baru, berbekal pengalamannya dan relasi yang ia miliki kariernya sebagai modeling boleh di bilang cukup bagus.


Sepertinya bayang-bayang Gavin masih melekat di ingatannya, rasanya ia ingin kembali menjalin kasih dengan pria itu.


Apalagi setelah sampai di sini ia baru mengerti bahwa keluarga Gavin bukanlah keluarga sembarangan, sangat bahagia apabila ia bisa di terima sebagai menantu di keluarga Dave dan Alena.


Gavin sudah menjadi seorang CEO yang punya karier cemerlang, ia seperti membuang berlian di dalam hidupnya membiarkan lelaki itu memutuskan hubungan mereka karena Aurelia lebih memilih berkarier di London.


Sore ini setelah mengikuti sebuah pemotretan untuk cover sebuah majalah, Aurelia menghabiskan waktu dengan berjalan bersama manager yang mengcover semua pekerjaannya di sebuah mall.


Ia melihat lelaki yang pernah ia cintai sedang duduk sendiri dengan laptop di depannya dan mata Gavin sedang fokus menatap layar laptop tersebut.


Aurelia berniat menghampiri lelaki itu dan ia meminta managernya untuk meninggalkannya sendiri.


Ia berjalan ke arah Gavin dan berdiri tepat di depan meja Gavin.


Lelaki itu kaget melihat kalau Aurelia sudah berdiri di hadapannya saat ini.


"Apa kabar sayang," ucap Aurelia sambil tersenyum manis.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat kasih like dan komen setelah membaca supaya penulisnya lebih bersemangat untuk up lagi.


Kalau kamu suka bisa kasih vote ... happy reading.


Selama menunggu up kalian readers bisa juga membaca ceritaku yang lain, udah up dan banyak bab di sana...mampir ya.


__ADS_1


__ADS_2