
Gavin dan Kania melangkah memasuki mall dengan jalan berdampingan, mereka berdua langsung menuju arena permainan di mall tersebut.
"Dek jalannya gak usah terlalu cepat, sini tangan kamu kakak pegang nanti kalau pas lagi ramai kakak susah nyariin kamu," kata Gavin.
Kania memberikan tangannya untuk di genggam oleh Gavin, mereka melangkah menuju lift dan hendak naik karena tempat tersebut ada di lantai atas mall.
Setelah mereka keluar dari lift sudah terlihat sebuah tempat dengan tulisan di atasnya yang cukup besar sebuah arena permainan yang cukup terkenal, yang mayoritas isinya anak-anak dan kaum muda mudi yang asik bermain.
Gavin dan Kania mengisi saldo power card mereka terlebih dahulu baru mulai bermain.
Setelah saldo terisi mereka berdua baru memulai permainan, Gavin dan kania bermainan berdampingan.
Ternyata Gavin pandai juga bermain pump it up, ia tidak kalah lincah dari Kania, kaki Gavin dan lentur tubuhnya mengikuti irama musik sambil menggerakkan kakinya sesuai dengan arahan lampu panel yang menyala.
"Kak Gavin jago banget mainnya," puji Kania sambil menatap Gavin.
"Kamu juga jago dek," balas Gavin.
"Ayo main lagi kak," ajak Kania.
"Ayo siapa takut, tapi kita buat challenge siapa yang game over duluan harus terima hukuman, setuju gak dek?" tantang Gavin dengan semangat sambil tertawa.
"Siapa takut," jawab Kania sambil tertawa juga.
"Ok ... kita mulai ya dek," ucap Gavin sambil menggesek power card ke mesin pump it up.
Mereka berdua memulai permainan seru, masing-masing pengen menang untuk menghindari hukuman.
Gavin berkonsentrasi untuk menghindari game over demikian juga dengan Kania, wanita itu mati-matian ingin bertahan dan menang karena takut hukuman dari Gavin yang belum tau apa hukumannya.
Namun hingga waktu berakhir Kania harus menerima kekalahan dan Gavin yang menang dalam challenge, berarti Kania harus rela menerima hukuman dari Gavin.
__ADS_1
"Kakak yang menang berarti kamu harus terima hukuman ya dek," ucap Gavin sambil terkekeh.
"Apa hukumannya kak, jangan yang sulit ya," balas Kania.
"Heem" Gavin berpikir sebentar.
"Nanti aja kakak kasih tau kalau kita udahan main ya," kata Gavin sambil tertawa.
"Tolong kakak hukumannya jangan yang sulit ya," rengek Kania.
"Kenapa kamu takut begitu, emang kakak menakutkan di mata kamu?" tanya Gavin sambil terkekeh mengacak-acak rambut Kania.
"Bukan kakak yang menakutkan tetapi hukuman dari kakak bikin Kania takut," jawab Kania.
"Gadis manja," ledek Gavin sambil tertawa.
"Kak kita pulang yuk, Kania gak mau main lagi takut kalah lagi nanti hukumannya berat," kata Kania dengan nada sedikit manja.
"Baru kalah sekali aja udah menyerah," ledek Gavin.
"Ya udah tapi film komedi ya kak, aku gak mau Film misteri atau yang serem-serem aku takut," jawab Kania.
"Gadis manja, cuma nonton film misteri aja takut," Gavin menggoda Kania.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan gadis manja kak," gerutu Kania sambil memajukan bibirnya.
Gavin yang melihat sikap Kania jadi tertawa dan pikirnya Kania emang sedikit manja seperti yang di katakan Rio.
Tetapi bagi Gavin kemanjaan gadis itu semakin menarik di matanya dan ia semakin menyukai Kania.
"Ayo kita nonton sekarang," ajak Gavin di ikutin anggukan persetujuan dari Kania.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya keluar dari arena permainan dan melangkah menuju ke gedung bioskop, Gavin menggenggam tangan Kania dengan alasan supaya mereka tidak terpisah.
Setelah masuk sampai di dalam mereka melihat jadwal film apa saja yang tayang hari ini, Kania memilih film bergenre komedi karena ia sangat menyukai film yang seperti itu.
Demi menyenangkan Kania, Gavin hanya mengikuti pilihan Kania saja.
Sebenarnya ia kurang suka dengan film yang seperti itu dengan pembawaannya yang sedikit cool, film konyol seperti itu bertolak belakang dengan kehidupannya.
Setelah memilih film, mereka berdua membeli tiket dan karena hari libur antriannya lumayan panjang, sekarang tiket telah di tangan Gavin tinggal membeli sesuatu buat cemilan di dalam cinema nanti.
"Dek kita beli minum dulu yuk, kakak haus" ajak Gavin.
"Ayo kak, sama Kania juga haus kita main sampe lupa minum dari tadi," sahut Kania.
Dua anak muda itu langsung ke counter yang menjual aneka snack, lalu mereka membeli sedikit minuman dan cemilan untuk bekal mereka nanti di dalam cinema.
Gavin dan Kania harus sedikit sabar karena harus menunggu sedikit waktu untuk menunggu cinema di buka, akhirnya mereka berdua mencari tempat duduk hanya untuk sekedar bersantai.
"Dek, kakak belum kasih tau hukuman kamu nanti apa, setelah kita selesai semuanya baru kakak akan kasih tau kamu, tapi gak boleh menolak ya," ucap Gavin.
"Apaan itu kak? kasih tau Kania sekarang aja," sahut Kania.
"Nanti setelah kita mau pulang kakak pasti kasih tau, pokoknya kamu harus siap-siap terima hukuman," balas Gavin sambil tertawa.
Kania seperti sedang berpikir keras hukuman apa yang bakal ia terima dari Gavin yang masih menjadi rahasia.
Sekarang waktunya masuk dalam cinema karena sebentar lagi film akan di putar, mereka berdua pun masuk bersama-sama lalu mencari urutan tempat duduk sesuai nomor yang di tertera di tiket mereka.
Kira-kira apa hukumannya hayo ....
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.
Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.