Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Papa Mama kembali bersama


__ADS_3

You're broken down and tired


Of living life on a merry go round


And you can't find the fighter


But I see it in you so we gonna walk it out


And move mountains


We gonna walk it out


And move mountains


And I'll rise up


I'll rise like the day


I'll rise unafraid


And I'll do it a thousand times again


And I'll rise up


High like the waves


In spite of the ache


And I'll do it a thousand times again


For you


For you

__ADS_1


For you


For you


When the silence isn't quiet


And it feels like it's getting hard to breathe


And I know you feel like dying


But I promise we'll take the world to its feet


And move mountains


Bring it to its feet


And move mountains


And I'll rise up


I'll rise like the day


I'll rise unafraid


And I'll do it a thousand times again


Lagu Rise Up terdengar di radio mobilnya, Laura mengikuti setiap lirik dan iramanya. Terdengar syahdu, membuatnya merasa harus bangkit kembali.


Kejadian demi kejadian, membuatnya semakin berpikir, Tuhan pasti punya rencana sendiri untuk dirinya. Ia pun percaya di balik awan hitam mendung kelabu akan ada pelangi yang indah.


Laura merasa akhir pekan ini sebaiknya ia memanjakan tubuhnya. Ia berniat memanggil terapis dan kapster salon dari tempat Madam Lulu untuk memanjakan tubuhnya di rumah saja. Setelah itu ia akan membuat makanan, untuk memanjakan lidahnya seperti dulu lagi. Atau bahkan ia akan menghabiskan waktu untuk menonton film di Netflix seharian.


Laura melahap semua pekerjaan yang menumpuk di mejanya, beberapa karyawan tambahan membuat pekerjaannya menjadi lebih ringan. Ia hanya bagian memeriksa saja, lalu tanda tangan. Membuatnya dapat mengerjakan beberapa laporan untuk kegiatan amal Madam Lulu.

__ADS_1


Sore itu, Laura menuju tempat Madam untuk menyerahkan laporan pekerjaannya. Tentang pengerjaan sekolah gratis, dan beberapa kegiatan amal yang akan diselenggarakan kembali.


Laura memarkir kendaraannya ditempat biasa, kali ini ada sebuah sedan mewah terparkir di sana.


Madam Lulu jarang menerima tamu di rumah, saat tidak ada event, hanya teman atau orang dekat yang datang ke rumah. Tapi, mungkin ini orang penting, batin Laura.


"Apa Madam Lulu ada?" Tanya Laura pada seorang asisten Madam.


"Ada di atas. Ada tamu." Jawab asisten Madam.


"Siapa?"


"Mantan suami Madam, Bu. Mereka sepertinya sedang di ruangan Museum Gwen."


"Oh, baiklah. Saya ke sana saja."


Laura tersenyum saat mengetahui hubungan Madam dan mantan suaminya membaik, terakhir ia bertemu di kedai kopi milik Nora.


Laura menaiki anak tangga menuju ruangan yang dulu sebagai kamar Gwen, saat ini dibuat menjadi tempat untuk mengenang Gwen. Semua karyanya tersimpan di sana. Baik foto, maupun film film yang pernah dibintanginya.


"Aku mencintaimu, Lu! Sungguh! Aku ingin menikah kembali denganmu."


Laura mengintip dari pintu ruangan yang terbuka, Papanya Gwen, sedang berlutut di hadapan Madam Lulu sambil menunjukkan sebuah cincin.


Madam Lulu, hanya terdiam, masih menatap mantan suaminya itu.


"Aku melamarmu, di ruangan ini. Aku percaya putri kita Gwen menjadi saksiku, betapa aku mencintaimu. Dulu kita hanya terlalu bodoh, terlalu egois, bahkan menyakiti perasaan putri kita dengan perpisahan yang seharusnya dapat kita hindari." Ucapnya bergetar menahan tangis.


"Aku pun berharap Gwen masih ada. Aku merasa dia masih ada di sini." Ucap madam terisak, sambil berlutut memeluk mantan suaminya.


"Kamu mau menerimaku lagi? Aku ingin menghabiskan masa tuaku bersamamu. Aku ingin kita membangun sekolah bagi anak anak, dan mempunyai banyak anak supaya tidak kesepian. Atau kita bisa mencoba program bayi tabung atau metode lain cara punya anak." Tanya Nico, mantan suaminya.


Madam Lulu menatapnya kembali, dan menganguk.

__ADS_1


"Ya.. aku mau menerimamu kembali Nic..." Jawab Madam Lulu. Belum selesai ia melanjutkan ucapannya, Nico segera mendaratkan ciuman di bibir Madam Lulu, dan mereka pun seakan larut dalam romansa kisah cinta mereka kembali.


Laura menyaksikan semuanya seolah tak percaya. Papa Mamanya akan bersatu kembali. Ia mundur dan berbalik, lalu menuruni tangga, hendak pulang.


__ADS_2