Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-59


__ADS_3

Hari Pertunangan Gavin dan Kania pun tinggal menghitung hari, acara akan berlangsung secara sederhana di hotel milik keluarga Dave dan Alena.


Mereka hanya mengundang keluarga terdekat, sahabat dan kerabat, karena acara akbar akan mereka adakan pada saat pernikahan nanti, rencananya Gavin dan Kania akan menyelenggarakan pesta pernikahan mewah.


Semua sudah di persiapkan dengan baik, grandma, grandpa dan Gisel pun sudah tiba dari London.


Sebentar lagi keluarga, kerabat dan relasi akan melihat bahwa Kania adalah wanita yang di pilih untuk menjadi tunangan bagi Gavin.


Andre dan Dira pun sudah menerima undangan pertunangan dari sahabatnya itu.


Sebagai sahabat ia cukup senang mendengar kabar gembira ini dan hati Andre pun sudah melupakan dan merelakan Kania untuk Gavin sejak kehadiran Dira di sisinya.


Pria itu pun sedang menikmati indahnya hari-harinya bersama Dira saat ini, menurut Andre selama menjalani hubungan gadis itu ia sangat bahagia.


Dira gadis yang baik, sabar dan cukup perhatian menghadapi sikap Andre yang kadang menjengkelkan susah di ajak untuk bicara serius.


Gavin tidak mengirim undangan untuk Aurel, ia tau Alena kurang menyukai gadis itu.


Gavin mengirimkan undangan pertunangannya kepada Kevin yang menjadi relasi bisnisnya selama ini, karena sudah beberapa proyek yang berhasil berkat kerjasama perusahaan mereka.


Sisil dan Alena sibuk mengurus dekorasi gedung yang akan mereka pakai nanti pada saat acara pertunangan. Nampaknya tidak sulit untuk mereka berdua bekerjasama untuk menentukan warna dan corak dekorasinya karena selera kedua wanita ini hampir sama.


Kania dari kemarin sibuk mempersiapkan wisuda dirinya, sekarang lega semuanya sudah selesai.


Gavin yang seharian ini sibuk di kantor hampir melupakan waktu makan siangnya setelah seharian sibuk dengan laptop dan tumpukan kertas


Sambil satu bunyi satu pesan masuk masuk ke dalam handphone menyadarkan dia sejenak untuk berhenti dari semua kegiatannya.


Pesan Kania, "Lagi sibuk ya? Tumben seharian gak ada kabarnya, jangan lupa makan siang jaga kesehatan. Ingat acara pertunangan kita tinggal menghitung hari sayang."


Pesan balasan Gavin, "Hari ini banyak pekerjaaan di kantor, maaf jadi lupa memberi kabar. Aku hampir melupakan makan siangku, terima kasih kamu sudah mengingatkan aku sayang. Kamu memang calon istri yang perhatian dan pasti kamu sudah tidak sabar untuk segera menjadi tunangan aku ya? Menyesal aku pakai tunangan segala, mending kita langsung menikah aja ... hehehe."


Pesan Kania lagi, "Cepetan makan dulu, jangan banyak menggombal."


Pesan balasan Gavin, "Pengen di suapin kamu, aku ngiri sama mommy and daddy aku mereka aja makan pake suap-suapan. Kesini dong sekarang suapin aku makan."


Pesan Kania, "Kamu manja banget belum jadi suami aja manjanya gak ketulungan, makan aja sendiri sekarang nanti kelamaan nungguin aku datang."

__ADS_1


Pesan balasan Gavin, "Enggak mau, aku tungguin kamu datang buat suapin aku. Kalau kamu tidak datang aku gak mau makan."


Pesan Kania, "Iya udah tungguin aku jalan sekarang sekalian beli makanan untuk kamu."


Gavin tertawa membaca pesan terakhir Kania akhirnya wanita itu datang juga ke kantor menuruti permintaannya.


Ia benar-benar sudah menjadi pemaksa ulung yang selalu membuat Kania tidak berkutik dan mengikuti saja permintaan dirinya.


Sambil menunggu kedatangan kekasih hatinya, ia melanjutkan pekerjaannya kembali.


Kania bersiap-siap hendak menuju kantor Gavin, memesan taksi online dan memintanya untuk berhenti sebentar ke resto untuk membeli makanan untuk Gavin sekalian juga buat Rio dan Dave yang kebetulan hari ini berada di kantor.


Baru setelah itu ia segera menuju ke kantor Gavin karena di sana pasti pacar tukang pemaksanya sudah menunggu kedatangan dirinya.


Taksi sudah berhenti di depan lobby, Kania sudah mengabarinya kalau sesaat lagi dirinya akan tiba di kantor Gavin.


Benar saja lelaki tampan yang menggunakan kemeja berwarna navi lengan panjang dengan celana berwarna hitam yang sangat gagah sudah menunggu Kania di depan lobby.


Melihat wanitanya sudah tiba segera ia membukakan pintu taksi dan mempersilahkan Kania turun, Gavin membantu membawakan makanan yang wanita itu belikan tadi.


Gavin memegang tangan Kania berjalan kearah lift untuk menuju ke ruangan kerjanya, sebelah tangannya membawa paper bag yang isinya makanan untuk mereka.


Setelah keluar dari lift ia dan Kania menuju ke ruangan Rio dan Dave terlebih dahulu untuk mengantar makanan untuk mereka karena ruangan dua lelaki itu pun berada di lantai yang sama.


Setelah itu baru mereka berdua masuk ke dalam ruangan kerja Gavin, ruangan yang cukup luas yang di dominasi warna hitam putih menunjukkan betapa maskulinnya sang pemilik ruangan tersebut.


Ini adalah pertama kali Kania mendatangi ruangan Gavin, ruang kerja yang cukup nyaman namun dari warnanya ini bukan selera untuk wanita.


Seperti ruangan CEO lain pada umumnya di ruangan ini ada sebuah kamar untuk istirahat dan sebuah sofa panjang untuk sang pemilik ruangan menjamu tamu perusahaan saat berkunjung.


Kania dan Gavin duduk di sofa tersebut sambil wanita itu membuka dan merapikan makanan yang ia bawa.


"Enaknya kalau setiap hari bisa makan berdua begini dan di suapin kamu sayang," kata Gavin.


Kania yang sudah selesai merapikan makanannya dan Gavin sudah siap menerima suapan dari wanita tercintanya yang sudah di tunggunya sejak tadi.


"Aak buka mulutnya!" perintah Kania.

__ADS_1


Dengan cepat lelaki itu membuka mulutnya dan menerima suapan dari Kania, ia menguyahnya pelan-pelan.


Kania terus menyuapi Gavin dengan telaten dan dengan manjanya lelaki itu terus menerima suapan demi suapan.


"Ini yang enak makanannya atau karena suapan dari kamu sayang?" goda Gavin.


"Udah gak usah lebay gitu," jawab Kania.


"Kok muka kamu biasa aja, harusnya tersipu malu gitu dong habis dengar rayuan aku," kata Gavin.


"Rayuannya kurang maut, udah buka lagi mulut kamu," kata Kania sambil tersenyum.


Nampak dari balik pintu dua pria separuh baya yang ingin bergabung makan bersama dengan anak-anak mereka.


"Hayo kalian berdua ngapain pake suap-suapan?" tanya Dave.


"Daddy sama om Rio ngapain di sini? Gangguin orang lagi mau mesra-mesraan aja," jawab Gavin.


"Gangguin kalian berdua," jawab Rio santai.


Gavin mendengus kesal melihat kedatangan Rio dan Dave yang dengan sengaja mengacaukan acara mereka berdua.


"Papa juga mau di suapin sama Kania," ledek Rio sambil terkekeh.


"Daddy di suapin Gavin aja," lanjut Dave.


Hari ini semuanya kacau gara-gara ulah kedua pengacau yang sengaja mengganggu acaranya dengan Kania bermesraan.


Akhirnya mereka berempat makan bersama di ruangan Gavin sambil tertawa dan melemparkan candaan melihat muka lelaki itu setengah jengkel.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa untuk like dan komen setelah membaca.


Kalau suka kamu bisa bantu vote ... happy reading.


Maaf hari ini up agak siang satu part dulu ya.

__ADS_1


__ADS_2