
Hari ini rombongan akan mengunjungi sebuah air terjun yang sangat indah di pulau Sumba.
Konon katanya banyak traveler dan vlogger yang sudah datang ke tempat ini untuk merekam dan menikmati berendam cantik di air yang biru memberi kesejukan bagi setiap orang yang datang.
Mereka semua sangat senang ingin segera sampai di sana, ada yang sudah mempersiapkan kamera anti air, membawa baju ganti, kapan lagi bisa menikmati alam bebas seperti ini.
Tinggal di kota besar seperti Jakarta membuat anak-anak ini jarang bisa menemukan keindahan alam seperti suasana di sini, alam pedesaan yang indah dan sejuk enak di pandang mata yang membuat mereka menjadi sangat bersemangat.
Setelah menikmati sarapan pagi alias Breakfast mereka sudah harus langsung ke minibus yang akan mengantar mereka sampai tujuan.
Mereka juga harus menyiapkan diri, fisik mereka harus kuat untuk berjalan menjelajahi medan yang lumayan berat dengan bertualang untuk sampai ke air terjun tersebut.
"Sayang jangan pakai sepatu yang licin, pakai sepatu yang ringan enak buat di ajak jalan, karena kita mesti berjalan kaki cukup jauh untuk sampai tempat tujuan," ucap Gavin mengingatkan Kania
"Nanti kalau aku capek gendong ya sayang," sahut Kania sambil terkekeh.
"Bisa encok aku kalau gendong kamu sepanjang perjalanan, pulang dari sini aku jadi bongkok mirip kakek-kakek.
Kamu rela pacar kamu hilang ketampanannya?" balas Gavin sambil memainkan matanya menggoda Kania.
"Ya udah nanti kalau kamu gak mau gendong aku minta orang lain gendong," ledek balik Kania.
"Tidak akan aku biarkan itu terjadi, pokoknya senggol bacok," sahut Gavin sambil tertawa.
Akhirnya mereka semua sekarang sudah berada di dalam mobil yang siap mengantar rombongan ke tujuan destinasi wisata selanjutnya.
Pasangan Kania dan Gavin duduk berduaan, pria itu terus menggenggam tangan gadis yang ada di sampingnya dan meletakkannya di atas pahanya.
Sesekali mengecup tangan mungil itu dan membuat Kania senyum-senyum sendiri melihat sikap Gavin.
"Mau tidur lagi? Sini senderan di dada aku," tawar Gavin.
"Gak ah malu dilihat orang," jawab Kania.
Lalu pria itu mengeluarkan handphone miliknya dan membuka galeri foto, menunjukkan sebuah foto yang dia ambil waktu di pesawat waktu Kania tidur lelap "Kalau kamu begini malu gak?" tanya Gavin sambil tertawa.
"Kamu jahat banget sih, itu foto terjelek aku yang pernah ada. Hapus gak kalau gak kita putus detik ini juga," ancam Kania dengan muka kesal.
"Cie ... cantik amat kalau marah kayak gitu sepuluh tahun lebih tua kelihatannya," sahut Gavin sambil terkekeh.
"Kamu paling menyebalkan, hapus dong sayang aku malu. Jahat banget sih orang lagi tidur di fotoin," rengek Kania.
__ADS_1
"Aku suka lihat kamu seperti itu cantiknya alami. Tapi demi cewek aku yang tersayang udah nih hapus," sahut Gavin sambil menyerahkan teleponnya ke tangan Kania.
Gadis itu tertawa senang, akhirnya foto jeleknya bisa di hapus.
Kalau sampai foto itu beredar luas, ia bisa jadi bahan tertawaan teman-temannya.
Sekarang mobil yang mengantar mereka sudah sampai di lokasi, tetapi untuk sampai di air terjun tersebut masih memerlukan perjuangan yang cukup panjang.
Mereka semua turun dari mobil dan mengambil tas ranselnya masing-masing dan siap menjadi seorang petualang menjelajahi jalan panjang yang melelahkan.
Seorang tour guide siap mengantar dan memandu jalan untuk mempermudah mereka sampai lokasi.
Semua begitu exited, semua orang mulai melangkah dengan membawa perlengkapan masing-masing berjalan mengikuti si pemandu jalan.
Gavin mempersilahkan Kania berjalan di depannya dan ia mengikuti dari belakang.
Setiap melewati jalan yang sedikit terjal gadis manja itu minta bantuan untuk Gavin menarik tangannya.
Dengan napas yang sedikit tersengal karena lelah melintasi jalan setapak yang agak sempit dan sedikit menanjak, beberapa kali Gavin harus membantu Kania berjalan.
Karena jalannya yang kurang hati-hati membuat beberapa kali Kania terantuk hampir jatuh untung saja lelaki di belakangnya selalu sigap untuk menjaganya.
Mata mereka di manjakan dengan pemandangan indah dan menyejukkan mata.
Air terjun yang berwarna kebiruan membuat semua mata yang memandang ingin segera menceburkan diri ke dalamnya.
Demikian juga dengan Kania dan teman-temannya, mereka segera bersiap menceburkan diri berendam dan berenang.
Semua pada sibuk turun berenang dan bermain air, Kania dan Gavin pun sama mereka sudah ada di tepian tempat air terjun tersebut.
Gavin memercikkan air ke muka Kania dan gadis itu membalas hal yang sama, lalu dengan perlahan Gavin membawa gadis itu untuk agak ke tengah yang airnya agak dalam. Mereka berdua berenang bersama saling kejar mengejar.
Kania sibuk berenang bersama Gavin tiba-tiba satu insiden terjadi Mila ternyata tidak pandai berenang dan gadis itu hampir tenggelam.
Memang kedalaman air di tempat itu mencapai dua meter, dengan sigap Gavin membantu membawa tubuh Mila ke tepian air terjun untuk mendapat pertolongan.
Kania segera menyusul ia merasa cemburu melihat Gavin membawa tubuh Mila, setelah membaringkan tubuh Mila di tempat yang aman tangan pria itu langsung di tarik Kania.
Gavin menyerahkan Mila ke dalam penanganan pihak penyelenggara tour dan ia mengikuti Kania menjauh dari kerumunan yang ingin mengetahui keadaan Mila.
__ADS_1
Wanita itu hanya sedikit lemas karena sempat menegak banyak air.
Kania dengan wajah cemberutnya berjalan menjauh di ikutin Gavin di belakangnya.
"Kenapa kamu kok tiba-tiba marah sayang?" tanya Gavin.
"Kamu pake gendong Mila segala," jawab Kania dengan kesal.
"Kamu cemburu?" tanya Gavin.
Kania menganggukkan kepalanya dan tiba-tiba Gavin tertawa "Ini bukan masalah cemburuan sayang tapi ini masalah kemanusiaan. Kamu mau lihat teman kamu celaka kalau gak aku tolong. Kalau kamu mau aku gendong sekarang aku siap gendong kamu, mari kita berenang lagi" ucap lelaki itu.
Secepat kilat ia menggendong tubuh Kania dan membawanya kembali berenang ke tengah.
"Ini puas-puasin pelukan sama aku dan gendongan di air biar ringan bebannya. Gak usah cemburuan kalau aku menolong teman kamu," ucap Gavin sambil terkekeh.
"Tapi aku gak suka kamu menyentuh wanita lain," balas Kania dengan muka sebel.
"Bukan menyentuh tapi membantu teman kamu sayang, aku gak berniat menyentuh tapi aku punya hati untuk menolong orang yang memerlukan pertolongan," jelas Gavin.
"Sini mau aku gendong lagi?" lanjut Gavin sambil memberikan punggungnya.
Kania menganggukan dan naik di punggung pria itu, mereka berenang kembali sampai waktunya harus kembali lagi.
Wanita itu sedikit berpikir harus kembali lagi dengan menempuh medan yang berat lagi baru sampai ke mobil yang membawa mereka ke tujuan selanjutnya.
"Gendong," ucap Kania.
"Jalan gak usah manja," balas Gavin sambil terkekeh.
Kania hanya mendengus kesal sambil melanjutkan langkahnya mengikuti rombongan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat like, komen, dan vote ya.
Maaf agak terlambat up hari ini dengan segala kesibukan di dunia nyata.
Yang penting aku tetap up ya ... happy reading.
Gak crazy up tapi aku panjangin ceritanya di sini aja ya.
__ADS_1