Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-29


__ADS_3

Kania akhirnya melakukan perintah Gavin, ia menyuapi sang tuan muda yang kejam itu sesuap demi sesuap sampai nasi di dalam piring habis.


Gavin pun melakukan hal yang sama, sesekali ia menyuapi makanan ke mulut Kania disertai senyuman di bibir lelaki itu.


"Aaaa ... buka mulut kamu !!" perintah Gavin.


Wanita itu hanya menurut saja membuka mulutnya sambil menerima suapan dari Gavin.


Tidak ada perbantahan sedikitpun atau penolakan yang keluar dari mulut gadis itu kecuali hanya ikut perintah Gavin.


"Cie ... enak banget yang punya pacar, kapan kita bisa kayak gitu," ledek Mila sambil tertawa.


Sontak membuat semua mata semua orang tertuju pada Gavin dan Kania, sampai mulut wanita yang sedang terbuka menerima suapan dari pacarnya tersebut lupa di tutup seperti orang bengong.


Asri yang melihat wajah lucu Kania langsung mengambil gambar lewat kamera handphone miliknya, di sambut tertawaan dari semua rombongan termasuk Gavin.


Kania baru tersadar langsung ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya sambil mengunyah makanan yang masih penuh dalam mulutnya, di iringi gelak tawa dari teman-temannya membuat muka wanita memerah menahan malu.


Selesai makan siang mereka di antar ke tujuan pertama destinasi wisata Sumba yang cukup indah.



Sebuah pantai yang sangat indah membuat semua mata yang memandang berdecak kagum.


Melihat karya Tuhan yang begitu indah di bumi Sumba, pantai dengan laut yang biru dan pasir putih dengan sebuah batu yang berlobang menyerupai sebuah pintu gerbang menambah keindahannya.


Semua rombongan yang baru turun dari minibus yang mengantar mereka langsung berlarian di pinggir pantai.


Termasuk Kania dan Gavin, mereka berjalan dengan bergandengan tangan menyusuri bibir pantai.

__ADS_1


Kania melepaskan tangannya dari genggaman Gavin dan berlari-lari kecil di pinggir pantai.


Gavin mencoba mengejar setelah mendekat ia menarik Kania dan memeluk gadis itu dari belakang, menyandarkan kepalanya di tengkuk leher gadis itu.


Kania membiarkan tangan Gavin melingkar di pinggangnya, napas pria itu di belakang lehernya memberikan sensasi tersendiri baginya.


Lagi asik-asiknya mereka berpelukan di pinggir pantai tiba-tiba "Wuiiih ... bikin iri yang jomblo, jangan merasa dunia milik berdua aja dong dan kita di anggap numpang," ledek Mila dan Sari.


"Ayo kita kabur ... dari pada jadi nyamuk pengganggu buat mereka," sela Asri sambil terkekeh.


"Heran gue, lu orang mengganggu aja, pantang lihat gue senang dikit," gerutu Kania di iringi ketawa Gavin.


"Kalau gak mau di gangguin pergi berdua jangan ramai-ramai dong," balas Sari.


"Berisik sana pergi, jangan ganggu orang lagi pengen mesra-mesraan," kata Kania mengusir teman-temannya yang super iseng.


"Jangan ngusir kita, kayaknya lu butuh bantuan kita. Sini kamera lu kita fotoin lu berdua, yang keren gayanya mirip foto prewed gitu," goda Mila sambil terkekeh.


Lalu ia menyerahkan kamera ke tangan Mila untuk memotret ia dan Gavin dengan berbagai gaya.


Dari gaya Kania di depan dan Gavin di belakang memeluk pinggang gadis itu sampai gaya mereka tiduran di atas pasir berdua semua mereka lakukan.


"Sekarang coba kalian saling berhadap-hadapan, pacar lu memeluk pinggang lu dan hidung Kalian saling menempel satu dengan yang lain," Mila berusaha menjadi pengarah gaya buat Kania dan Gavin.


Mereka berdua melakukan sesuai arahan Mila dan memang hasil jepretannya cukup bagus, seperti temannya memang punya bakat sebagai pengarah gaya.


"Terima kasih Mila, hasil jepretan lu gak kalah bagus dari fotografer. Tapi udah sana bubar jangan buntutin gue sama pacar gue terus, kita butuh waktu berdua," ucap Kania sambil terkekeh.


"Habis manis sepah di buang, nasib jomblo sekarang kita di usir lagi," sahut Mila sambil pura-pura marah.

__ADS_1


Membuat Gavin dan Kania mendengarnya menjadi terkekeh dan ketiga teman wanita Kania berjalan kembali menyusuri pantai meninggalkan mereka berdua.


Setelah kepergian temannya Gavin dan Kania menghampiri seorang penjual kelapa muda dan memesan sebuah buah kelapa muda untuk mereka minum bersama.


Setelah itu mereka minum kelapa muda yang baru saja di terima si pedagang tersebut dengan minum bersama.


"Cie ... satu kelapa bagi berdua ini mesra atau irit," ledek Mila yang lagi-lagi jadi pengganggu.


Gavin dan Kania duduk di tepi pantai sambil menunggu sunset, lelaki itu memeluk bahu Kania sambil beberapa kali mencium pipi gadis itu.


Sinar matahari terlihat kemerah-merahan dan menyembunyikan wajahnya yang garang di balik awan senja.


Dua sejoli yang masih duduk di pinggir pantai menunggu senja datang, gelap mulai menguasai terang akhirnya Gavin pun bangun dan menarik tangan gadis itu untuk berdiri, mereka harus segera kembali ke penginapan.


"Aku akan memberikan sebuah kenang-kenangan buat kamu di tempat ini sayang," ucap Kania.


"Apa itu?" tanya Gavin.


"Tutup dulu dong mata kamu," sahut Kania sambil tersenyum.


Gavin menutup matanya dan menanti apa apa yang di berikan wanita itu kepadanya.


Tiba-tiba Kania menarik tengkuknya dan menempelkan bibirnya ke bibir pria itu.


Merasa bibir Kania menempel pada bibirnya dengan cepat Gavin langsung memangut bibir gadis itu secepatnya seakan enggan melewatkan kesempatan.


Kania memejamkan mata menikmati ciuman Gavin "Kamu sudah pandai menggoda ya sekarang" ucap Gavin setelah mengakhiri semuanya sambil menarik tangan Kania menyusul rombongan yang sudah menunggu.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Maaf up hari ini agak terlambat, maklumi ya long weekend sibuk dengan acara keluarga.


Jangan lupa jejaknya untuk like, komen dan vote ... happy reading.


__ADS_2