Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-28


__ADS_3

Kania yang tertidur lelap bersandar di dada


Gavin dengan mulut yang sedikit terbuka membuat keisengan lelaki itu muncul.


Ia mengambil handphone dan menyalakan kamera lalu mengambil gambar Kania yang sedang terlelap, lalu ia tersenyum puas karena keisengannya.


Sampai pesawat akan landing setelah sampai di bandara Sumba Gavin baru membangunkan Kania untuk bersiap-siap turun dari pesawat.


Wanita itu mengucek matanya dan mengatur napasnya seakan baru bangun dari alam bawah sadarnya.


"Ayo bangun sebentar lagi kita akan turun dari pesawat, tidurnya lelap amat sampe lalat masuk ke dalam mulut kamu gak sadar," kata Gavin terkekeh.


"Ngantuk banget, energi aku habis terkuras habis berdebat sama kamu," sahut Kania sambil menguap.


Gavin hanya bisa tertawa mendengar ucapan Kania yang selalu ceplas-ceplos apa adanya.


Pesawat sudah landing sempurna semua penumpang sudah siap untuk turun, masing-masing mereka mengambil barang di bagasi yang terdapat di atas tempat duduk.


"Kamu duduk aja di situ dulu, aku mau ambil bagasi kita," ucap Gavin yang sudah berdiri lebih dulu dengan tangan sudah siap mengambil koper mereka.


"Enak juga bawa pacar" pikir Kania, ia tidak perlu repot untuk mengurus segala barang bawaannya tetapi Gavin selalu membantu dirinya.


Kania dan rombongan turun dari pesawat berjalan menuju pintu keluar di sana mereka sudah ditunggu minibus yang akan yang akan mengantar rombongan ke penginapan.


Setelah beberapa lama menempuh perjalanan mereka semua bisa bernafas lega sekarang rombongan sampai juga di tempat mereka menginap.


Kania satu kamar berdua dengan Mila, tetapi Gavin dari awal sudah memilih kamar sendiri.


Ia tidak bergabung dengan teman-teman kampus Kania yang lain, karena Gavin butuh private room ketika sendiri ia bisa sambil bekerja dengan laptopnya.


Mereka semua sibuk dengan membawakan barang bawaannya ke dalam kamar, Gavin membawakan koper Kania ke dalam kamar wanita itu terlebih dahulu.


"Sayang koper aku sini biar aku bawa sendiri aja kamu langsung ke kamar kamu aja," kata Kania sambil meminta kopernya.

__ADS_1


"Udah aku antar aja dulu ini berat banget koper kamu, baru aku masuk kamar aku nanti," sahut Gavin.


Gavin membawa koper Kania sampai di kamar wanita itu, lalu ia meninggalkan Kania dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.


"Kan cowok lu ganteng banget, baik, perhatian dan kelihatannya tajir juga, kenal di mana cowok langka kayak gitu?" tanya Mila.


"Napa lu tanya-tanya pacar gue Mila, jangan bilang kalau lu naksir," jawab Kania.


"Cemburuan amat lu Kania, gue mau tanya masih ada stok satu lagi gak cariin buat gue," sahut Mila sambil tertawa.


"Stok yang kayak gitu cuma ada satu Gavin doang," balas Kania sambil terkekeh.


"Kania kenapa lu berubah amat sekarang, baru kenal cowok langsung kena bucin syndrome... parah lu" ledek Mila.


"Cepetan kita di suruh kumpul lagi buat makan siang sehabis itu langsung ke pantai, buruan entar di tinggal lagi," ajak Kania sambil berlalu meninggalkan Mila menuju kamar Gavin.


*Tok ... tok ... tok*


Pintu kamar Gavin di ketuk Kania dan tidak lama Gavin membuka pintu kamarnya.


"Di suruh kumpul buat makan siang dan mau langsung ke pantai, ayo cepetan nanti ketinggalan," sahut Kania.


"Kirain udah kangen sama aku baru di tinggal sebentar," ledek Gavin.


"Kalau memang benar aku kangen kenapa memang gak boleh? Emangnya salah?" tanya Kania.


"Cie ... yang ngaku kangen sama aku" goda Gavin.


"Peluk bentar sini, aku juga kangen tau," lanjut Gavin sambil menarik tangan Kania masuk ke kamarnya.


Langsung saja lelaki itu memeluk erat tubuh gadis itu dan memberikan sedikit ciuman di pipi Kania.


"Aku tuh gemes kalau lihat kamu sayang" ucap Gavin.

__ADS_1


"Udah buruan kita lagi di tungguin teman-teman yang lain," balas Kania sambil mendorong tubuh Gavin.


"Cium sekali lagi aja baru jalan," kata Gavin langsung mendekati Kania dan memangut bibir gadis itu.


Sontak membuat si empunya yang punya bibir kaget namun ia tidak kuasa menolak selain menikmatinya juga.


Sebuah ciuman singkat namun begitu penuh arti karena baru pertama kali Kania menikmatinya.


Pipi gadis itu memerah setelah mendapat sebuah ciuman bibir yang secara sadar mereka melakukan.


Kania masih setengah di alam sadarnya tetapi Gavin sudah buru-buru menarik ia keluar untuk kumpul kembali bersama rombongan.


Mereka berjalan bergandengan tangan, sampai semua mata tertuju kepada pasangan ini.


"Kalian itu kayak pengantin baru aja sih, kumpul paling terakhir, jalan harus gandengan tangan terus, ngapain aja sih lama banget," gerutu Sari karena sedikit lama menunggu kedatangan Kania dan Gavin.


Akhirnya rombongan makan siang bersama di sebuah rumah makan yang sudah di siapkan oleh pihak panitia.


Kania mengambil makanan untuk Gavin yang sudah lebih dulu mengambil tempat duduk, setelah itu ia mengambil kembali makanan untuk dirinya sendiri.


"Suapin dong!!" pinta Gavin.


"Malu di lihatin teman-teman aku," sahut Kania.


"Kalau malu aku suruh Mila aja buat suapin aku," ledek Gavin.


"Apaan sih," balas Kania.


"Makanya suapin, bukannya kamu ingin ujuk kemesraan di depan teman-teman kamu," kata Gavin sambil terkekeh.


"Manja," sungut Kania.


"Manjanya cuma sama calon istri kok," jawab Gavin sambil terkekeh.

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, dan vote ... happy reading & happy weekend.


__ADS_2